Polisi Bebaskan dr Lois, HRS Ditahan dan Divonis Berat, Ketua PA 212: Diskriminasi Hukum, Padahal Pasalnya Sama


dr Lois Owien saat digiring ke Bareskrim Polri (foto:terkiniid)
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf, klik A+ di atas

“Nama dr Lois Owien mendadak jadi trending topic di media sosial maupun pemberitaan, gara-gara pernyataannya yang controversial tak percaya adanya Covid-19. Dia luncurkan pernyataan tersebut antara lain dalam acara talk show di kanal youtube Hotman Paris Official, Jumat (9 Juli 2021).”

MENJAWAB pertanyaan Hotman terkait Covid-19, tanpa ragu dr Lois mengatakan, dia sama sekali tak percaya adanya Covid-19. Sedangkan banyaknya kematian pasien bukannya karena Covid-19, tapi akibat interaksi antar obat.

“Interaksi antar obat. Pak kalau misalnya buka data di rumah sakit, itu pemberian obatnya lebih dari 6 macam,” jelas dr Lois.

Saat Lois ditanya penyebab ribuan orang datang ke rumah sakit, dr Lois menjawab,  hal itu karena stress.

“Jadi ada karena penurunan imunitas, satu karena stres bisa,” ungkapnya.

Tak pelak pernyataan dr Lois tersebut menjadi heboh. IDI (Ikatan Dokter Indonesia) angkat bicara, termasuk dr Tirta yang dikabarkan sebagai pelapor pernyataan dr Lois yang disebut tidak melalui riset atau penelitian ilmiah. Diungkap juga kalau dr Lois Owen sudah beberapa bulan tidak terdaftar sebagai dokter praktik dan tidak terdaftar di IDI.

Singkat cerita dr.Lois Owien digelandang ke Bareskrim Polri.

“Kasus ibu lois akan ditangani mabes polri, dilimpahkan dari Polda Metro Jaya. Sekian informasi.” cuit akun twitter @tirtha_hudhi, Senin 12 Juli 2021.

TIRTA cipeng

@tirta_hudhi

Kasus ibu lois akan ditangani mabes polri, dilimpahkan dari polda metro jaya Sekian informasi

11:46 AM · Jul 12, 2021·Twitter for iPhone

Mantan Wakil Ketua DPR dan kini Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fachri Hamzah geram, dia menanggapi cuitan dr Tirta itu soal penangkapan dr Lois Owien.

Dia menilai suatu pandangan beda pendapat bisa berujung penjara.

“Ini kalau sampai pengadilan seru kali ya. Hakim bisa banyak belajar. Saya gak setuju orang ditangkap untuk disuruh diam dan diajak damai. Tidak mendidik rakyat.” cuit Fahri Hamzah di akun twitternya menanggapi dr Tirta.

#FahriHamzah2021

@Fahrihamzah

Ini kalau sampai pengadilan seru kali ya…hakim bisa banyak belajar… saya gak setuju orang ditangkap untuk disuruh diam dan diajak damai. Tidak mendidik rakyat.

Diketahui, dr Lois Owien ditangkap, Ahad (11 Juli 2021) jam 16.00 WIB

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan membenarkan adanya penangkapan tersebut, ditangkap Unit Siber Krimsus PMJ.

“Dokter L telah menyebarkan berita bohong dan atau menyiarkan berita atau pun berita bohong dengan sengaja yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan rakyat dan atau menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah penyakit menular yang dia lakukan di beberapa platform media sosial,” jelas Ahmad Ramadhan.

Namun, dr Lois hanya sempat satu malam menginap di tahanan Bareskrim Polri, esoknya, Senin (12 Juli 2021) sore dibebaskan kembali dengan alasan presisi Polri kini.

Tak pelak mengundang tanggapan Ketua PA 212, Slamet Maarif, yang merasa adanya diskriminasi hukum, sehingga mendesak agar dr Lois diproses hukum seperti apa yang dijalani oleh Habib Rizieq atau bebaskan Habib Rizieq juga.

Terlebih juga pasal yang disangkakan terhadap dr Lois sama dengan apa yang menjerat Habib Rizieq masuk bui dalam kasus RS UMMI, Bogor.

Baca Artikel terkait : dr Lois Dibebaskan Polisi, Ketua PA 212: Tebang Pilih Hukum, Bebaskan HRS Juga!

 

Ini pasal yang disangkakan pada dr Lois Owen

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan dr Lois dijerat dengan Pasal 28 Ayat (2) Juncto Pasal 45A Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal  14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

Kemudian Pasal  14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan/atau  Pasal 14 ayat (1) dan Undang Nomor 4 Tahun 1984  tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Ini pasal yang dijeratkan kepada terdakwa (kini terhukum) Rizieq Shihab dalam kasus RS Ummi, Bogor :

Vonis  4 tahun kepada Rizieq Shihab atas tuntutan JPU (Jaksa Penuntut Umum) yang meminta hakim menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara dengan tuduhan, melanggar pasal 14 ayat 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(Baca artikel terkait, Breaking News: Rizieq Shihab Divonis 4 Tahun Penjara, Hanif Alattas dan Andi Tatat 1 Tahun).*BNTime

(Visited 21 times, 1 visits today)

Comments are closed.