PAN Minta Maaf: Usul RS Covid-19 Khusus Pejabat, Bukan Suara Partai


dr.Rosaline Irene (youtube). kanan Jhon Seffy Mirin almrhum(foto:dok PAN -/desain BNTime)
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf, klik A+ di atas

“Pernyataan Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Rosaline Irine yang mengusulkan supaya pemerintah menyediakan Rumah Sakit Covid-19 Khusus Pejabat, cukup menghebohkan kalangan politisi. Menurutnya, pejabat negara harus diistimewakan lantaran mereka bertugas memikirkan rakyat. DPR-RI pun menjadi sorotan publik.”

MEMANG,  katanya, sudah ada Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto yang biasa menjadi tempat perawatan para pejabat. Namun kata dia, dengan adanya Covid-19, pemerintah perlu menambah fasilitas serupa.

“Begitu Corona lahir, Kementerian Kesehatan harus mulai waspada. Karena pejabat negara ini harus diistimewakan, dia ditempatkan untuk memikirkan negara dan rakyatnya,” kata Rosaline dalam webinar, Rabu (7 Juli 2021).

Baca selengkapnya : Lebai! Politikus PAN Rosaline Irine, Minta Pemerintah Sediakan Rumah Sakit Covid-19 Khusus Pejabat

Baca juga : Nasdem Tolak Usulan Politikus PAN Minta Rumah Sakit Covid-19 Khusus Pejajabat

 Partai Amanat Nasional (PAN) mengklarifikasi pernyataan salah satu kadernya tersebut.

Wasekjen PAN, Irvan Herman menyampaikan, apa yang dikatakan Rosaline bukanlah sikap resmi partai melainkan pernyataan pribadi. Partainya tak pernah membahas apalagi mengusulkan rumah sakit Covid-19 khusus pejabat.

“Kami juga kaget tiba tiba yang bersangkutan mengusulkan rumah sakit khusus pejabat. Itu sepenuhnya usulan pribadi,” kata Irvan saat dikonfirmasi, Kamis (8 Juli 2021).

Irvan menjelaskan, sikap PAN dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini jelas dan terang. Ia menyebut partai sudah menginstruksikan seluruh kadernya untuk turun langsung membantu rakyat yang kesusahan karena pandemi.

“Justru, usulan PAN adalah bagaimana caranya rakyat dapat fasilitas rumah sakit kelas pejabat. Jangan membeda-bedakan fasilitas kesehatan untuk mereka yang tidak mampu apalagi dalam situasi Pandemi Covid-19 ini,” kata dia.

PAN saat ini, terangnya, sedang bergerak membantu pemerintah dengan menyelenggarakan program vaksinasi di banyak tempat.

“Ini adalah ikhtiar kami untuk bahu membahu keluar dari Pandemi Covid-19 ini”, ujarnya.

Adapun usulan yang dilontarkan Rosaline, papar Herman, karena Rosaline tengah sedih atas meninggal saudaranya, John Siffy Mirin, anggota Fraksi PAN Dewan Perwakilan Rakyat. John meninggal dalam kondisi positif Covid-19 karena penanganan yang terlambat di rumah sakit.

Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga Mauladi, juga meluruskan,  bahwa pernyataan Rosaline tersebut tidak tepat, terkesan diucapkan karena perasaan sedih serta emosional sehubungan meninggal saudaranya yang juga kader PAN anggota DPRRI. Jadi bukan sikap resmi partai.

Terkait hal itu, jelas Yoga, Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) meminta maaf. Pihaknya juga sudah menegur dan mengingatkan kadernya tersebut, dr. Rosaline Irene.

Untuk diketahui,  John Siffy Mirin adalah anggota DPR dari Fraksi PAN asal Papua yang   meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD),

Rosaline Irene Rumaseuw lah yang setia menemani saudaranya itu sampai akhirnya, Jhon menghembuskan nafas terakhirnya. Rosaline  yang menginformasikan ke DPP PAN bahwa Jhon mengembuskan nafas terakhirnya, Sabtu (3 Juli 2021) dinihari jam 03.40 WIB setelah satu minggu berjuang melawan Covid-19 di ruang UGD karena ketiadaan ruang perawatan yang sudah penuh.

Rosaline Irene Rumaseuw kelahiran 23 Januari 1971, kader PAN asal Timika, Papua. Menyelesaikan pendidikan SD dan SMP di Biak, Papua. Alumnus SMAN 54 Jakarta (1989).

Alumnus Kedokteran Undip (Universitas Diponegoro) 1996. Pasca Sarjana (S2), Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat di UGM (Universitas Gajah Mada) Yogyakarta.

Demikian sekilas profil dr.Rosaline Irene Rumaseuw, M.Kes yang jadi terkenal gara-gara usulan Rumah Sakit Khusus Covid-19 buat pejabat.

Patut juga diketahui, bahwa anggota DPR bukanlah pejabat negara.*BNTime (berbagai sumber)

(Visited 16 times, 1 visits today)

Comments are closed.