Jaksa “Isapan Jempol” Meninggal, Cepat Sekali Muhabalah HRS Dikabulkan Allah: Sampai Jumpa di Pengadilan Akhirat


[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf, klik A+ di atas

 

“Subhanallah, satu persatu anggota majelis hakim dan JPU (jaksa penuntut umum) dalam perkara test swab di RS Ummi, Bogor dengan terdakwa HRS, meninggal dunia. Berita terbaru, resmi disampaikan oleh Kejaksaan Agung RI, atas meninggalnya salah seorang jaksa.”

MENINGGALNYA Jaksa Nanang sudah diketahui halayak ramai seiring menyebarnya kabar tersebut yang viral di media sosial. Namun ada hal mengerikan di balik tewasnya satu persatu para para penyelenggara sidang mantan Imam Besar FPI tersebut.

“Keluarga Besar Kejaksaan RI Turut Berduka Cita Atas Berpulangnya Saudara Kita, Nanang Gunaryanto, SH., MH., Kasubdit TPUL Pidum Kejagung. Semoga Husnul Khatimah, diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT”, demikian informasi resmi yang disampaikan melalui Instagram Kejaksaan Agung RI.  (TPUL; Tindak Pidana Umum Lain, Red.)

Disebutkan Nanang Gunaryanto yang juga mantan Kajari Solo itu, meninggal di RS Bethesda Yogyakarta, Jumat (16 Juli 2021) pada jam 06.00 WIB pagi.

Seperti diketahui,  Nanang Gunaryanto adalah salah seorang dari tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut Habib Rizieq Shihab (HRS), supaya hakim menjatuhkan vonis 6 tahun penjara, dalam perkara test swab RS Ummi, Bogor. Namun hakim majelis menjatuhkan vonis 4 tahun penjara, terpaut hanya dua tahun di bawah tuntutan JPU

Satu tim bersama Nanang ketika itu adalah, Deddy Sunanda, Tedhy Widodo, Muhammad Syarifuddin dan Hafiz Kurniawan

Tim JPU ini menjadi sorotan tajam dan viral di media sosial karena menyempalkan ujaran kebencian di dalam Repliknya, menuding gelar Imam Besar HRS hanya Isapan Jempol.

Ujaran kebencian tersebut mendapat reaksi keras dari umat Islam, dan khususnya dari perwakilan ulama aceh yang memberikan gelar Imam Besar tersebut sejak beberapa waktu lalu.

 

Baca : Gegara JPU Tuding Terdakwa HRS “Imam Besar Isapan Jempol”, ini Perlawanan dari Aceh:  Ulama Kami yang Pertama Kali Beri Gelar Imam Besar

.

Terdakwa HRS dalam sidang berikutnya dalam Duplik memang tidak merespon tudingan Isapan Jempol Replik JPU, namun ada hal mengerikan dari sang Imam Besar di ruang sidang  Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

Atas putusan majelis hakim PN Jakarta Timur di bawah ketukan palu hakim ketua majelis Khatwanto, yang menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara, HRS sepontan menyatakan banding, Kamis (24 Juni 2021).

Sambil menyalami majelis hakim satu persatu, terhukum HRS mengucapkan terimakasih sambil berujar: “Sampai Jumpa di Pengadilan Akhirat”.

HRS tidak menyalami tim JPU, dari depan meja hijau hakim, dia hanya mengangkat tangan ke arah para JPU, pertanda uapan “Sampai Jumpa di Pengadilan Akhirat” juga tertuju kepada para penuntutnya itu.

Baca : Breaking News: Rizieq Shihab Divonis 4 Tahun Penjara, Hanif Alattas dan Andi Tatat 1 Tahun

.

“Saya melihat waktu itu, wajah para hakim pucat seperti mayat”, kata pengamat politik, Rocky Gerung di kanal youtube Reffly Harun.

.

Seperti diberitakan terdahulu, sementara berkas banding HRS masih berproses diperoleh informasi resmi dari pihak PN Jakarta Timur, bahwa anggota majelis hakim yang memvonis HRS 4 tahun penjara, Suryaman, meninggal pada hari Sabtu (10 Juli 2021).

Atau 16 hari setelah secara bergiliran dengan hakim anggota yang lain,membacakan putusan mereka, Suryaman mengembuskan nafas terakhirnya.

Menyusul setelah itu, adalah JPU Nanang Gunaryanto yang meninggal di RS Bethesda Yogyakarta, Jumat (16 Juli 2021) pada jam 06.00 WIB pagi. Sepekan setelah hakim Suryaman meninggal.

Meskipun tak ada penjelasan apa penyakit yang menyebabkan Pak Hakim Pak Jaksa itu meregang nyawa, tapi publik dan para netizen meyakini akibat muhabalah Habib Rizieq Shihab dikabulkan Allah SWT, “Sampai Jumpa di Pengadilan Akhirat”.*BNTime

(Visited 35 times, 1 visits today)

Comments are closed.