Replik Konyol JPU Sebabkan Ratusan Juta Umat Islam Marah, hampir 3000 Personil Gambungan TNI Polri Hadang Kedatangan Massa Pendukung HRS


Polisi dan Pendukung Rizeq Shihab bentrok di Jl I Gusti Ngurah Rai jauh dari rena sidang PN-Jakarta Timur (Foto: CNN)
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf, klik A+ di atas

 

Laporan: Wilmar & Fahilda, Jakarta

Editor: Effendy Asmara Zola

 “Dalam perkara test swab di RS Ummi, Bogor, hari ini, Kamis (24 Juni 2021) di PN Jakarta Timur sidang vonis terdakwa Habib Rizieq Shihab (HRS) dan mantunya, Habib Hanif Alattas, dan Dirut RS Ummi, Andi Tatat. Diketahui, HRS sebelumnya, Kamis (3 Juni 2021) dituntut JPU dengan 6 tahun penjara, Hanif dan Andi Tatat, masing-masing 2 tahun penjara.”

 SEJAK menjalani persidangan dua perkara sebelumnya di PN (Pengadilan Negeri) yang sama, sebenarnya HRS sudah berpesan kepada para pendukungnya untuk tidak ramai-ramai menghadiri sidang perkaranya di pengadilan. Kendati awalnya di sidang online HRS telah menyatakan dirinya dihinakan, didorong-dorong oleh anggota tim JPU. Pesan HRS dipatuhi para pendukungnya hingga vonis.

Di perkara lain, pada sidang perkara tes swab di RS Ummi, dalam pertimbangan tuntutannya JPU antara lain menyebut HRS selaku tokoh agama tidak sopan, dan residivis yang diucapkan dalam kalimat sudah pernah 2 kali dihukum pada 2008, dianggap biasa saja oleh HRS sebagai hak penuntut menyampaikan pertimbangan hukumnya.

Namun pada Replik JPU, Senin (14 Juni 2021), semakin menjadi-jadi kezalimannya,

mengeluarkan kalimat kotor dengan menyebut gelar Imam Besar pada HRS hanya Isapan Jempol.

Tak ayal HRS angkat tangan, menyatakan khawatir pernyataan Isapan Jempol itu dianggap sebagai menantang umat Islam, dan di sidang vonisnya PN Jakarta Timur bakal digeruduk oleh pada segenap penjuru oleh ratusan ribu bahkan mungkin jutaan umat islam gara-gara ucapan tak beretika JPU itu.

Benar saja, reaksi pertama datang dari pernyataan perwakilan ulama Aceh, Imam Abi Mujahidin menyatakan tidak benar gelar Imam Besar pa HRS hanya Isapan Jempol, “Ulama Acehlah yang pertama kali memberi gelar Imam Besar kepada Habib Rizieq Sihab ketika datang memberi bantuan 100 ribu rumah layak huni dan uang Rp.1milliar untuk rehabilitasi masjid dan pesantren. Habib Rizieq sendiri tak pernah minta diberi gelar apa pun.”

Berikutnya susul menyusul kemarahan umat Islam dari berbagai kota/kabupaten beberapa provinsi dekat dan jauh menyatakan siap berjihat ke PN Jakarta Timur di hari sidang vonis HRS, Kamis (24 Juni 2021).

 

Baca artikel terkait : Gegara JPU Tuding Terdakwa HRS “Imam Besar Isapan Jempol”, ini Perlawanan dari Aceh:  Ulama Kami yang Pertama Kali Beri Gelar Imam Besar

Sementara Sekjen PA (Persaudaraan Alumni) 212, Novel Bamukmin, sudah menyatakan tidak mampu membendung jika hal tersebut terjadi, masa berduyun masuk ke Jakarta mengepung PN Jakarta Timur.

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya – Kombes Yusri Yunus mengatakan, ada 2081 personil gabungan akan mengamankan PN Jakarta Timur, Kamis (24 Juni 2021) pada hari sidang vonis HRS cs.

Untuk mengurai kerumunan dari kedatangan massa bersepedamotor dan mobil, Polri sudah menutup atau menghadang jalan ke arah PN Jakarta Timur di sejumlah tititk antara lain fly over Pondok Kopi. Kepolisian juga menyiagakan mobil barracuda dan beberapa kendaraan pengurai massa.

Salah satu anggota tim Pengacara HRS cs, Aziz Yanuar mengatakan, semua jadi dibikin repot dan kacau oleh replik konyol JPU. Jaksa harus bertanggung jawab. “Itu tanggung jawab jaksa”, tegasnya.*BNTime

(Visited 51 times, 1 visits today)

Comments are closed.