Mengejutkan, Habib Rizieq Dihadang Jaksa dengan Tuntutan  6 Tahun Penjara  


Ilustrasi: Karikatur JPU tuntut HRS 6 tahun penjara potong tahanan.
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf, klik A+ di atas

Laporan: Wilmar & Fahilda

Editor: EAZ

 “Diketahui sebelumnya, dalam perkara No.226 atas tuduhan kerumunan di Mega Mendung, Bogor, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Habib Rizieg Shihab (HRS) dengan 10 bulan penjara potong tahanan plus denda Rp.50 juta subside 3 bulan kurungan. Di dakwaan kerumunan di Petamburan, JPU mentut HRS 2 tahun penjara serta dicabut hak-hak politiknya untuk masa 3 tahun. Bersama HRS yang dituntut 2 tahun itu, di perkara 221 dan 222 bagi Haris Ubaidilah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alattas, IdrusAlhabsyi, dan Maman Suryadi di perkara kerumunan Milad Nabi Muhammad SAW dan pernikahan puteri HRS di Petamburan, Jakarta Pusat, JPU menuntut 10 bulan penjara.”

 NAMUN dalam vonis majelis hakim PN Jakarta Timur yang diketuai hakim Suparman Nyompa, di perkara kerumunan Mega Mendung, HRS hanya dipidana denda Rp.20 juta sumsider 5 bulan kurungan. Sedangkan di perkara dakwaan kerumunan di Petamburan, HRS dkk di vonis 8 bulan penjara.

Diketahui pula, tak terima dengan vonis hakim tersebut, JPU menyatakan banding ke tingkat Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. HRS dkk yang tadinya sudah dapat legowo dengan putusan hakim, mengikuti langkah JPU, menempuh upaya banding dengan harapan bebas murni.

Terkait upaya banding JPU, ahli Hukum Tata Negara memandang JPU begitu bernafsu akan mengandangkan (memenjarakan)  HRS dengan pasal-pasal konyol.

Artikel terkait : Aziz: Habib Sebenarnya Sudah Lelah, Refly: Jaksa Terlihat Bernafsu Mengandangkan Rizieq dengan Pasal-Pasal Konyol

 

Masih ada satu perkara lain yang menyeret eks Imam Besar FPI itu yang digulirkan JPU ke meja hijau majelis hakim PN Jakarta Timur.

Habib Muhammad Rizieq Shihab bersama menantunya – Habib Muhammad Hanif Alattas, kali ini jadi pesakitan dalam perkara RS Ummi, Bogor.

Keduanya dituduh IPU telah melanggar Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 tahun 1946 Peraturan Hukum Pidana tentang Pemberitahuan Bohong yang menyebabkan keonaran.

“Terdakwa Mohammad Rizieq Shihab alias Habib Rizieq Shihab terbukti secara sah dan menyakinkan menyebarkan berita bohong secara dengan sengaja hingga menimbulkan keonaran di tengah masyarakat,” kata salah satu anggota JPU saat membacakan tuntutan, Kamis (3 Juni 2021).

Mengejutkan, tuntutan jaksa lebih dari separuh ancaman hukum maksimal 10 tahun pada pasal tersebut. JPU menuntut supaya hakim menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara dipotong selama berada di dalam tahanan sementara, dan 2 tahun buat mantunya, Habib Hanif Alattas.

Dalam perkara ini, pada salah satu sidang sebelumnya, HRS mengatakan, bahwa seluruh dakwaan JPU adalah fitnah besar.

Pada tuntutan dua perkara sebelumnya saja, pakar HTN Refly Harun menyebut jaksa tampak teramat bernafsu dengan keiinginan menjebloskan HRS dkk ke balik tembok penjara.

Persidangan perkara RS Ummi dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai oleh Khadwanto. Sedangkan dua perkara terdahulu atas dakwaan di Petamburan dan Mega Medung, persidangan dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai oleh Suparman Nyompa. *BNTime

(Visited 34 times, 1 visits today)

Comments are closed.