Ini vonis buat Habib Rizieq dalam Perkara Kerumunan di Mega Mendung dan Petamburan


Habib Rizieq Shihab (dok/ad fajarmakasar)
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar Huruf, klik A+ di atas

 

“Dua perkara dalam dua berkas terpisah terkait pelanggaran Prokes Kesehatan yang menyeret tertuduh atas nama Muhammad Rizieq Shihab dkk., berakhir dengan vonis  Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (14 November 2021)”

 DALAM perkara  kerumunan massa terkait pelanggaran Prokes di Mega Mendung, Bogor pada 13 November 2020, majelis hakim yang diketuai oleh Suparman Nyompa menjatuhkan vonis denda sebesar Rp.20 juta, atau pidana penjara 5 (lima) bulan jika denda tidak dibayar.

“Menyatakan terdakwa Muhammad Rizieq Shihab terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melanggar kekarantina kesehatan. Menjatuhkan pidana denda sejumlah Rp 20 juta, dengan ketentuan jika tidak dibayar maka diganti pidana kurungan lima bulan,” ucap hakim ketua, Suparman Nyompa.

Vonis itu lebih ringan dari tuntutan JPU sebelumnya, pada acara sidang tuntutan, Kamis (17 Mei 2021), Rizieq dituntut JPU dengan hukuman 10 bulan penjara.

Sedangkan dalam perkara dakwaan kerumunan terkait Prokes (protokol kesehatan) di Petamburan, Jakarta Pusat, Rizieq Shihab dan lima tertuduh lainnya; Haris Ubaidillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus Al-Habsyi, dan Maman Suryadi, divonis hakim dengan delapan bulan penjara.

“Menjatuhkan pidana atas para terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama delapan bulan,” kata hakim ketua, Suparman Nyompa.

Majelis hakim menguraikan, Rizieq dan lima terdakwa lainnya tersebut terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar tindak pidana kekarantinaan kesehataan saat acara pernikahan putrinya dan peringatan Maulid Nabi Muhammad.

Sementara pada perkara yang di Megamendung, Bogor, dalam pertimbangan hukumnya, hakim menyebut tidak ada unsur kesengajaan dari tertuduh Muhammad Rizieq Shihab.

Vonis untuk dakwaan di Petamburan, juga lebih ringan dibanding tuntutan JPU, berupa dua tahun penjara, serta menuntut agar Rizieq Shihab dkk dicabut haknya sebagai anggota pengurus ormas selama 3 (tiga) tahun.

Atas vonis hakim tersebut, terhukum maupun JPU menyatakan pikir-pikir.

Dalam sidang perkara sebelumnya, pada pledoinya Habib Rizieq menyebut kasusnya sebagai perkara logika sesat, dan JPU minta maaf atas pasal yang ditimpakan kepada Rizieq Shihab sebagai salah ketik. (Baca : *Habib Rizieq Jeli, Jaksa Ketahuan Rekayasa Fakta Bohong, Berkilah Salah Ketik dan Minta Maaf. HNW: Bebaskan HRS  **Pledoi Habib Rizieq: Seret Nama Jokowi Hingga Raffi Ahmad, Minta Bebas Murni. JPU Tetap dengan Tuntutan)

Untuk pengamanan acara sidang vonis HRS cs, Kamis (27 Mei 2021) ini, sebanyak 2.300 personil TNI-Polri dikerahkan di kawasan PN Jakarta Timur.

Dengan vonis 8 bulan, terhukum yang telah ditahan sejak 13 Desember 2020, diperkirakan akan bebas pada medio Agustus 2021 atau bisa lebih cepat karena adanya pertimbangan hukum.*BNTime

Editor: EAZ

 

(Visited 23 times, 1 visits today)

Comments are closed.