Ini Alasan Hakim Menghukum Ringan Habib Rizieq Shihab dkk


Habib Rizieq Shihab dkk di PN Jakarta Timur (merdekacom)
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar Huruf, klik A+ di atas

“Pengacara terhukum – Habib Rizieq Shihab, menyatakan mengapresiasi vonis majelis hakim PN Jakarta Timur yang lebih rendah di bawah tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Namun tim pengacara mantan Imam Besar FPI tersebut masih belum dapat menentukan sikap menerima atau melakukan upaya hukum banding.”

DIKETAHUI, dalam perkara kerumunan massa di Mega Mendung, Bogor, JPU menuntut Muhammad Rizieq Shihab (Habib Rizieq Shihab), agar majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana 2 (dua) tahun penjara dikurangi masa tahanan, karena terbukti sah dan meyakinkan melakukan penghasutan  pelanggaran UU Kekarantinaan.

Tak cuma itu, JPU juga minta kepada majelis hakim pidana tambahan, berupa  sanksi pencabutan hak jabatan tertentu sebagai pemimpin anggota suatu Ormas selama 3 (tiga) tahun.

Sementara terkait kasus kerumunan di Petamburan, Rizieq Shihab dkk dituntut JPU dengan hukuman 10 bulan penjara.

(Artikel terkait sebelumnya: Habib Rizieq Dituntut Dua Tahun dan 10 Bulan Penjara dalam Perkara Logika Sesat)

Berbeda dengan pertimbangan hukum JPU, majelis hakim cuma menjatuhkan hukuman denda Rp.20 juta subsider 5 bulan kurungan, jika denda tidak dibayar untuk perkara kerumunan massa di Mega Mendung.

Sedangkan atas perkara kerumunan massa di Petamburan yang dituduhkan JPU terhadap HRS dkk, majelis hakim menjatuhkan vonisnya 8 bulan penjara. (Artikel terkait sebelumnya:  Ini vonis buat Habib Rizieq dalam Perkara Kerumunan di Mega Mendung dan Petamburan)

(Baca juga: Habib Rizieq Jeli, Jaksa Ketahuan Rekayasa Fakta Bohong, Berkilah Salah Ketik dan Minta Maaf. HNW: Bebaskan HRS)

.

Pertimbangan Hukum Vonis Hakim

 

Apa yang menjadi pertimbangan majelis hakim PN Jakarta Timur yang diketuai Suparman Nyompa, menjatuhkan hukuman jauh lebih rendah di bawah tuntutan JPU?

Terlebih dahulu hakim dalam pertimbangan hukumnya menyebutkan  hal yang memberatkan Habib Rizieq Shihab, karena tidak mendukung Pemerintah Kabupaten Bogor dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

“Tindakannya tidak mendukung pemerintah dalam mencegah Covid-19,” ujar Hakim Ketua Majelis, Suparman Nyompa, Kamis  (27 Mei 2021).

Meski pun menyatakan terdakwa HRS terbukti secara sah dan meyakinkan tidak mematuhi aturan kekarantinaan kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19, namun hakim menyampaikan pertimbangan hukum yang meringankan.

Hal-hal yang meringankan menurut hakim, perbuatan terdakwa Habib Rizieq Shihab bukan kesengajaan (delik culva), dan dia menepati janjinya mencegah simpatisan untuk tidak datang saat pemeriksaan perkaranya.

Dalam pertimbangan hukum di perkara dakwaan kerumunan massa di Petamburan, hakim menyebut hal yang memberatkan, bahwa terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam upaya menanggulangi Covid-19 yang sedang menjadi pandemi.

Namun hakim juga menyampaikan pertimbangan hukum yang meringankan Muhammad Rizieq Shihab dkk (Haris Ubaidillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus Al-Habsyi, dan Maman Suryadi)

“Hal yang meringankan, para terdakwa memberikan keterangan secara jujur sehingga memudahkan pemeriksaan persidangan,” kata hakim dalam putusannya, Kamis (27 Mei 2021).

Hal lain yang menjadi pertimbangan hukum meringankan terdakwa HRS dkk, bahwa HRS dan terdakwa lainnya merupakan tulang punggung keluarga dan guru atau tokoh agama. Habib Rizieq merupakan tokoh agama yang dikagumi umat, diharapkan bisa memberi contoh kepada masyarakat.

Hakim juga mempertimbangkan keterangan saksi-saksi maupun keterangan HRS sendiri, prihal banyaknya kasus kerumunan, namun tidak diproses hukum.

Tim pengacara Habib Rizieq Shihab dkk mengapresiasi putusan hakim tersebut. Menurut Aziz Yanuar, tim pengacara sudah memprediksi kalau vonis untuk perkara yang di Mega Mendung paling-paling hukuman denda. Namun belum dapat memastikan menerima atau tidak (banding) atas vonis hakim.

Baik pihak para terdakwa maupun JPU masih pikir-pikir atas putusan hakim, punya waktu 7 hari untuk menentukan sikap upaya hukum apa yang akan diambil.*BNTime

Editor: EAZ

(Visited 32 times, 1 visits today)

Comments are closed.