Habib Rizieq Jeli, Jaksa Ketahuan Rekayasa Fakta Bohong, Berkilah Salah Ketik dan Minta Maaf. HNW: Bebaskan HRS


[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf, klik A+ di atas

 

“Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam nota pembelaan atau pleidoi sempat menyinggung tuntutan jaksa yang membuat fakta bohong. Salah satunya surat tuntutan jaksa yang menyebutnya telah melakukan tindak pidana menghasut sebagaimana putusan Mahkamah Agung (MA) nomor 1120 K/Pid/2010 dan nomor 426 K/Pid/2011.”

DALAM sidang replik, jaksa menjawab protes tersebut dan mengakui ada kesalahan ketik saat merujuk 2 putusan MA mengenai tindak pidana menghasut.

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) melalui akun Twitter pribadinya mengatakan, permintaan maaf jaksa saat pembacaan replik kasus kerumunan Megamendung merupakan penguat agar terdakwa Habib Rizieq Shihab dibebasmurnikan.

Ditegaskan HNW, bahwa banyak kasus kerumuman lain namun tidak berujung kepada penghukuman. Selain itu, dalam sidang kasus ini juga banyaknya saksi ahli yang memberikan kesaksian bahwa HRS tidak bersalah.

“Dengan adanya insiden Jaksa minta maaf ke HRS, ini semuanya menjadi penguatan agar ‘Demi Keadilan Hukum’ HRS dkk dibebasurnikan,” ujar HNW, melalui akun twitter pribadinya, Sabtu, 22 Mei 2021.

Ditegaskan HNW, bahwa banyak kasus kerumuman lain namun tidak berujung kepada penghukuman. Selain itu, dalam sidang kasus ini juga banyaknya saksi ahli yang memberikan kesaksian bahwa HRS tidak bersalah.

“Dengan adanya insiden Jaksa minta maaf ke HRS, ini semuanya menjadi penguatan agar ‘Demi Keadilan Hukum’ HRS dkk dibebaskan murni,” ujar HNW, melalui akun twitter pribadinya, Sabtu, 22 Mei 2021.

Sebelumnya saat diprotes HRS soal tuntutan jaksa yang disebut membuat fakta bohong, salah satunya surat tuntutan jaksa yang menyebutnya telah melakukan tindak pidana menghasut sebagaimana putusan Mahkamah Agung (MA) nomor 1120 K/Pid/2010 dan nomor 426 K/Pid/2011, dalam sidang replik jaksa mengakui ada kesalahan ketik saat merujuk 2 putusan MA mengenai tindak pidana menghasut.

“Terdapat salah pengetikan terhadap nama Moh Rizieq bin Sayyid Husein Shihab alias Habib Muhammad Rizieq Syihab akibat adanya fitur auto correct dalam penulisan nama Terdakwa. Di mana saat mengetik atas nama Terdakwa secara otomatis akan terketik nama Moh Rizieq bin Sayyid Husein Shihab alias Habib Muhammad Rizieq Syihab,” ujar jaksa saat membaca replik di ruang sidang PN Jaktim, Kamis lalu, 20 Mei 2021.

“Penuntut umum tidak ada niat untuk melakukan kekeliruan yang menyebabkan disebutnya nama Moh Rizieq bin Sayyid Husein Shihab alias Habib Muhammad Rizieq Syihab, akan tetapi akibat adanya fitur auto correct,” kata jaksa.

“Atas nama Kejaksaan, tim penuntut umum, kami meminta maaf, mudah-mudahan saudara Terdakwa memaafkan kekeliruan pengetikan itu,” ucapnya. *BNTime/reqnews

(Visited 23 times, 1 visits today)

Comments are closed.