“Darul Muttaqien” Pontianak, Indonesia for Palestin


[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf klik A+ di atas

“Meskipun Jendral (Purn) A.M.Hendropriyono melontarkan pernyataan kontroversial,  menyebut konflik Palestina vs zionis Israel bukan urusan Indonesia, umat islam Indonesia tak bergeming dengan terus menggalang dana bantuan bagi Saudara-saudara muslim Palestina yang tengah dizalimi luar biasa. Pernyataan mantan Kepala BIN yang dikecam banyak pihak itu dinilai merupakan pernyataan yang menyesatkan. Pemerintah Indonesia sendiri telah mengirimkan pasukan perdamaian ke Palestina.”

BERBAGAI pihak dan kalangan negara-negara mayoritas muslim dunia termasuk Indonesia, dalam sepekan terakhir melakukan penggalangan dana yang diperkirakan diperlukan miliaran rupiah untuk memulihkan traumatik berat muslim Palestina yang dizalimi zionis Israel.

Masjid-masjid dari kota sampai ke desa-desa di tanah air bergerak menghimpun dana dari jamaah masing-masing, dan ada yang melakukan penghimpunan dana dengan cara ‘satu masjid satu juta rupiah’, seperti yang digerakan oleh masjid-masjid di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Di Kota Pontianak yang merupakan ibukota provinsi yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia Timur, dengan jumlah penduduk sekitar 672 ribu jiwa dan dikelilingi sebanyak 333 masjid, sejumlah masjid ikut turun tangan menghimpun dana bantuan untuk Palestina yang terus dibombardir zionis Israel.

Foto Bersama Penyerahan Donasi untuk Palestina oleh Ketua Masjid Darul Muttaqien Pontianak Firdaus Jar in kepada Ketua ACT Kalbar Fahri

Masjid ‘Darul Muttaqien’ yang berkapasitas 400 jamaah beralamat di Jalan Tabrani Akhmad, Pontianak Barat, tak ketinggalan ambil bagian peduli demi kemanusian bagi Palestina. Dalam waktu 4 hari sejak Selasa (18 Mei 2021) – Jumat (21 Mei 2021), berhasil menggalang dana dari jamaahnya sebanyak Rp.13,762,000.

Dana tersebut, ba’da salat Jumat 21 Mei kemarin, telah disalurkan melalui sebuah lembaga sosial dan kemanusiaan, ACT (Aksi Cepat Tanggap) wilayah Kalimantan Barat. Diserahkan oleh Ketua Masjid ‘Darul Muttaqien’ Firdaus Jar’in  yang disaksikan jajaran pengurus masjid ini, diterima langsung oleh ketua ACT Kalbar, Fahri untuk diteruskan ke ACT di Palestina.

Pontianak, Kalbar for Palestin (video: kiriman)

Menurut Fahri kepada BNTime, ACT Indonesia sudah beraksi selama 15 tahun sejak didirikan, tersebar di seluruh tanah air untuk kepedulian kemanusiaan dunia pada negara-negara yang berkonflik.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) didirikan pada tanggal 21 April 2005,  resmi diluncurkan secara hukum sebagai yayasan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan.

Di Kalbar, kata Fahri, ACT memang baru berjalan dua tahun dengan 9 karyawan dan ratusan relawan di ACT Kota Pontianak, serta ACT juga ada di kota-kota kabupaten.

Menurutnya, hingga hari ini (kemarin, Red.), sudah 5 masjid di Pontianak yang menyalurkan dana Peduli Palestina melalui ACT. Sejumlah masjid lainnya, mungkin menyalurkan dana terhimpun mereka melalui link masing-masing.

Patut diingat, Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia.

Kini Palestina yang puluhan tahun terus digusur-gusur zionis Israel secara bengis tanpa prikemanusiaan, telah luluh lantak dengan ribuan korban jiwa. Paling anyar, ratusan korban jiwa tak berdosa, kebanyakan anak-anak, dihabisi Israel dengan roket-roket mereka, maupun secara pisik langsung tembak di tempat atau tewas diinjak-injak tentara zionis biadab itu.

Gencatan senjata yang dijanjikan akibat perlawanan pasukan Hammas yang cukup gencar, ternyata hanya akal-akalan jahat Israel. Faktanya, baru beberapa jam kesepakatan gencatan senjata, Zionis Israel menembaki muslim Palestina yang baru bubaran Salat Jum’at kemarin.*BNTime

(Visited 40 times, 1 visits today)

Comments are closed.