Kembali Terjadi Penistaan Agama di Kalbar, Polisi kembali Diminta untuk Tidak Tebang Pilih


Kenny Kumala dan Komentarnya.
[ A+ ] /[ A- ]

 (Klik + utk perbesar huruf)

 

Laporan: Rahmat Ersat dan Victor R

Editor: Effendy Asmara Zola

“Suasana kondusif dalam dua tahun terakhir di Kalbar di bawah gubernur baru H.Sutarmidji, SH.,M.Hum., akhir Juli tiba-tiba diramaikan dengan beredarnya apload akun face book a/n Andreas Kenny Kumala berdomisili hukum di Kota Singkawang yang dikategorikan sebagai penistaan agama.”

KOMENTAR mantan anggota DPRD Kalbar 2004-2009 fraksi PDIP itu, sontak viral dan ditanggapi senada dan seirama oleh para netizen dari berbagai media sosial dan grup, “tangkap penista agama” dan atau “tangkap Kenny Kumala”.

Adalah Iswan Muhammad Isa di akun facebook-nya, 31 Juli 2020, menasihati Kenny Kumala atas komentar plintar-plintirnya : NASEHAT BUAT BUNG KENNY Di SINGKAWANG

Bung Kenny Kumala.. saya hanya menasehati jangan terlalu vulgar. Semua Kajian saya dan teman-teman sekedar saling berbagi, jangan sampai berkembang menjadi berbagai anggapan terhadap diri Bung Kenny atau Bung Kenny dituduh macam-macam, atau ada maksud lain dibalik berbagai komentar anda oleh Publik ditengah situasi yang serba rapuh dan sedang kita jaga ini. Berargumenlah dengan akademik, baik, canda, logis. Kami tahu Bung Kenny ATHEIST sesuai pernyataan Bung Kenny, tapi jangan sampai ada anggapan bahwa ke – ATHEIST – an Bung Kenny bukan sekedar untuk pribadi ditengah masyarakat yang masih percaya adanya TUHAN.

Terimakasih

Ditanggapi Kenny Kumala dengan komentar yang nyata-nyata menyatakan kebenciannya terhadap kegiatan sunnah Islamiyah: “Seperti tadi malam saya sangat2 diganggu oleh Toa Masjid, mulai jam 4 s/d jam 6. Wong itu kan jam tidur kita. Kenapa harus diganggu dengan toa2. Sehrusnya seperti gereja Katolik, menghidupkan lonceng tiga menit, untuk mengingatkan umatnya utk bersembahyang, cukup kan. dengan menyetel cassette selama 2jam Inilah yang saya pikir intoleransi yang sangat2 buruk. Nah cobalah Anda pikirkan itu gimana solusinya….. Jangan onani di sejarah agama sajalah.”

 

 

Laporan Polisi utk Kenny Kumala            

Tak terima dengan penistaan tersebut, atas nama ormas umat Islam Kabupaten Mempawah dan Kab.Sambas, Nawab Khan sekitar jam 14.30 WIb melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Singkawang. Laporan diterima dengan Surat Laporan Pengaduan No.STPLP/290/VIII/ tanggal 02 Agustus 2020.

Nawab Khan melaporkan, telah terjadi Tindak Pidana Penistaan Agama melalui media sosial facebook dengan akun Kenny Kumala yang berkomentar pada akun Iswan Muhammad Isa. (seperti tersebut di atas, Red.)

Namun dari kalangan pemuka agama dan Ormas Islam serta habaib yang sempat dihubungi BNTime menyatakan pesimis dengan laporan tersebut bakal ditanggapi serius oleh aparat hukum.

Mereka menyatakan, belajar dari beberapa peristiwa penistaan agama (Islam) yang terjadi di masa Gubernur Cornelis di priodenya ke II, 2013-2018, bahkan oleh sang gubernur sendiri, tak satu pun sampai ke meja hijau. Puluhan ribu umat Islam Kalbar yang meluap di jalan-jalan kota Pontianak kala itu tinggal jadi catatan sejarah.

“Oke, sudahlah. Itu tetap kita catat dan ingat saja. Kita maafkan, karena Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin. Tapi tiba-tiba muncul lagi, kita berharap tidak terjadi tebang pilih dalam penegakan hukum. Begitu saja”, ujar Habib Alkaf.

Salah seorang mantan anggota DPRD Kalbar yang pernah dekat dengan Kenny Kumala, menyebut dia (Kenny Kumala) ingin popularitasnya nampil kembali – tapi dengan cara yang salah.

“Dia bukan orang baru di lingkungan kawan-kawannya yang Muslim di dewan, dan sudah biasa dengan suara azan atau zikir menjelang azan yang berkumandang lewat pengeras suara masjid. Nah, kok baru sekarang memunculkan komentar seperti itu, apa tujuannya?” ceritanya.

“Dia sendiri bukan orang baik kok, coba tanya dia (Kenny Kumala), apa yang pernah dia lakukan sewaktu masih anggota dewan,  malam-malam bikin ribut di hotel……. (sorry of the record, Red.)  waktu reses di Ketapang (Kab.Ketapang),” tambahnya.

Andreas Kenny Kumala (50) keturunan WNI Cina, putera dr.Kumala dan ibu keturunan Belanda. Konon pernah belajar di Jerman, dan pernah menjadi aktivis anti Orde Baru di sana sebelum balik ke Singkawang. Dia memang pernah mengaku Atheis seperti diungkap Iswan Muhammad Isa di akun facebooknya.

Sementara itu, Maman Suratman di akun facebooknya beberapa jam lalu, Kamis (6 Juli 2020) memposting; Berdasarkan info dari anggota Sat Reskrim Polres Singkawang, bahwa Jumat (besok) 07/08/2020 akan mengambil keterangan saksi  ahli agama /Ketua MUI kota Singkawang atas kasus dugaan ujaran kebencian dan penistaan yang dilakukan oleh ANDREAS KENNY KUMALA. *BNTime

(Visited 166 times, 1 visits today)

Comments are closed.