Anda Perlu Ketahui: 6 Fakta Ilmiah ini, Tidak Benar Thermo Gun Berbahaya bagi Kesehatan terutama pada Gangguan Otak


Tes suhu tubuh sebelum diperkenankan masuk
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

“Beberapa hari belakangan beredar di berbagai media sosial ntara lain di WAGrup, video wawancara yang mengemukakan bahwa alat pengukur suhu tubuh (thermo gun), justru berbahaya bagi kesehatan karena sebenarnya untuk digunakan ke benda mati seperti besi atau baja dsb. Pernyataan tersebut keliru, tidak beralasan dan tidak atas dasar penelitian ilmiah. Sebaliknya diramaikan pula oleh macam-macam meme hasil pengukuran suhu tubuh.”

                                                                   ———

THERMOMETER digital inframerah atau infrared thermometer gun alias thermo gun adalah alat kesehatan yang saat ini sering Anda lihat dalam kehidupan sehari-hari. Fungsinya adalah sebagai deteksi awal pada orang-orang yang suhu tubuhnya di atas normal atau menampakkan gejala demam.

Thermometer gun banyak digunakan di akses masuk gedung. Bila hasil ‘tembakan’ thermo gun menunjukkan angka di atas 37 derajat Celcius, misalnya 37,3 derajat Celcius, orang tersebut akan diminta untuk istirahat di rumah, isolasi diri, atau segera memeriksakan diri ke dokter demi pencegahan penularan.

Beberapa waktu belakangan, di media sosial banyak warganet yang mempertanyakan pemakaian thermo gun. Mulai dari keakuratannya, hingga klaim bahwa inframerah yang dipancarkan punya efek samping berbahaya, khususnya untuk otak.

Beberapa kabar mengatakan bahwa sinar merah dari thermo gun sebenarnya ditujukan ke benda mati, bukan ke manusia. Itulah yang katanya membuat jenis termometer tersebut berbahaya bila dipakai ke manusia.

Apakah benar thermo gun seberbahaya itu? Jangan sampai percaya informasi yang salah, simak penjelasannya berikut ini.

1. Termometer infrared memang digunakan untuk mengecek suhu permukaan benda mati, tapi itu berbeda dengan thermo gun yang biasa Anda lihat dipakai di gedung-gedung.

Sebelum meyoba memahami efeknya, marilah kita mengetahui awal mula keberadaan thermo gun ini. Termometer inframerah adalah alat yang memang pada awalnya dipakai untuk mengecek suhu suatu objek yang ada di permukaannya.

Sebagai contoh, saat Anda membakar, memanggang, atau mengasapi daging dan perlu tahu suhunya, di situlah thermo gun digunakan. Sinar inframerah yang dikeluarkan akan membaca suhu permukaan objek yang dideteksi, diolah datanya, lalu hasilnya akan bisa dilihat pada termometer.

Cara kerja ini sedikit berbeda dengan thermo gun yang biasanya diarahkan ke dahi seseorang. Karena kemajuan teknologi kesehatan, thermo gun menilai suhu internal seseorang dengan membacanya dari luar (tidak menyentuh kulit secara langsung). Data suhu yang didapat itu lantas diolah kembali dengan suatu algoritma, hingga akhirnya bisa didapat suhu internal kita.

2. Thermo gun digunakan untuk menghindari kontak langsung

Ada alasan kenapa penggunaan thermo gun direkomendasikan ketimbang termometer tubuh jenis lainnya.

Thermo gun yang memanfaatkan sinar inframerah menghindarkan kita dari kontak langsung dengan alat. Artinya, hal itu mengurangi risiko penularan SARS-CoV-2, virus corona strain baru penyebab COVID-19. Virus tersebut bisa saja menempel di termometer dan bisa berpindah ke orang lain.

Fakta lainnya, termometer umum menggunakan merkuri dan itu sebenarnya jauh lebih berbahaya ketimbang termometer yang menggunakan sinar inframerah. Jika bocor atau pecah, merkuri dapat mengenai tubuh dan mengakibatkan keracunan.

3. Sinar inframerah dimanfaatkan dalam terapi medis

Dalam ilmu kesehatan, efek dari sinar inframerah banyak dimanfaatkan untuk terapi. Dilansir dari laman News Medical Life Sciences, disebutkan bahwa setidaknya terapi yang memakai efek sinar infra merah ini digunakan untuk mengatasi masalah peradangan, menaikkan sistem imun, hingga menstimulasi regenerasi sistem tubuh.

Selamat Idul Adha 1441 H Mohon Maaf Lahir & Batin

Namun, untuk benar-benar memberikan dampak tersebut, diperlukan paparan sinar radiasi sinar inframerah yang besar, banyak, dan dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Pada studi berjudul “Biological effects and medical applications of infrared radiation” di “Journal of Photochemistry and Photobiology B: Biology“ yang dirilis tahun 2018, ada satu contoh pemanfaatan efek inframerah, yaitu pada atlet sepak bola.

Selamat Idul Adha 1441 H Mohon Maaf Lahir & Batin.

Studi menyebut, para pemain olahraga tersebut diketahui menggunakan pakaian yang memancarkan far-infrared (FIR) untuk memberikan efek positif ke tubuh. Hanya saja, agar bisa benar-benar mendapatkan manfaatnya, pakaian tersebut perlu dikenakan selama 10 jam 3 hari berturut-turut.

Kalau dihubungkan dengan paparan sinar infrared yang dikeluarkan dari thermo gun pada kita, jumlah paparan inframerah thermo gun sangat sedikit.

4.Kenyataannya, setiap hari kita terpapar radiasi inframerah

Bukan hanya dari thermo gun, ternyata kita juga terpapar sinar inframerah dari matahari lewat rasa hangatnya di tubuh kita. Salah satu bentuknya adalah sinar ultraviolet (UV).

Untuk bisa benar-benar merusak atau mengganggu kesehatan tubuh, setidaknya dibutuhkan inframerah jenis near-infrared (NIR) dengan tingkat paparan yang tinggi.

Dalam studi berjudul “Infrared and Skin: Friend or Foe” dalam “Journal of Photochemistry and Photobiology B: Biology” tahun 2016, paparan tinggi tersebut baru bisa menyebabkan kanker kulit dan kerusakan sel lainnya.

Kanker kulit bisa terjadi bila Anda setiap hari terpapar sinar matahari selama berjam-jam, dan itu pun bila terakumulasi dalam jangka waktu panjang.

Jadi, selama paparan inframerah tidak setinggi dan sesering itu, kamu tak perlu khawatir dengan efek samping tersebut.

5. Sinar inframerah thermo gun menggunakan sensor pasif, sehingga tidak berdampak buruk pada otak

Kalau mengintip media sosial, cukup banyak orang khawatir kalau sinar inframerah dari thermo gun yang diarahkan ke dahi bisa merusak otak. Ini tidak benar! 

Dilansir dari laman PesaCheck, sinar inframerah yang dipancarkan thermo gun itu merupakan sinar infra merah pasif, yang mana itu tidak menghasilkan efek sama sekali. Pendeknya, sinar tersebut tidak merusak neutron atau jaringan di otak.

Malah kebalikannya, tubuh kitalah yang mengeluarkan radiasi inframerah yang sebenarnya ditangkap oleh termometer tersebut.

Selain itu, perlu diingat bahwa thermo gun ini telah diberikan informasi jarak aman penggunaan. Baca petunjuk penggunaan dengan benar, lakukan sesuai instruksi, sehingga potensi efek sampingnya bisa dihindari.

6. Penggunaan thermo gun telah lolos uji kesehatan

Segala produk yang berhubungan dengan tubuh, apalagi alat kesehatan, tentunya sudah diujicobakan terlebih dulu dan harus lolos dari uji kesehatan. Jika tidak, ya produk tak boleh beredar di masyarakat.

Dengan kehadiran thermo gun di tengah masyarakat, itu berarti termometer tersebut aman untuk digunakan secara luas.

Santai saja, tak perlu khawatir berlebihan. Radiasi thermo gun tidak seberbahaya sinar matahari atau seperti kabar-kabar yang beredar di media sosial.

Anda mestinya lebih khawatir akan paparan sinar matahari dalam jangka waktu lama dan sering (apalagi jika Anda tidak melindungi kulit dengan tabir surya), atau khawatir akan penyakit COVID-19 itu sendiri, bukannya thermo gun yang diarahkan ke dahi yang dikhawatirkan! *BNTime/IDNTimes

 

(Visited 13 times, 1 visits today)

Comments are closed.