Tag: Solo

Dengan Takbir, Allahu Akbar, Warga Solo Deklarasikan #2019GantiPresiden

“Sekitar 1.500 warga Solo mendeklarasikan #2019 Ganti Presiden di kawasan lapangan Kota Barat, Jalan Dokter Moewadi, Solo, Jawa Tengah, Minggu (1/7/2018).”

DEKLARASI ini, dilansir antvklik,    dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat setempat diantaranya seperti Ketua Dewan Syariah Kota Solo KH Muin Dinilah, Ketua Laskar Umat Islam Solo Ustadz Edy Lukito, Panglima Hizbullah Sunan Bonang Yani Rusmanto, mantan artis Neno Warisman dan pencipta lagu #2019 Ganti Presiden, Alang.

Deklarasi dibacakan oleh Neno Warisman. Dalam orasinya disampaikan sikap keprihatinan atas kondisi Indonesia yang masih berkutat pada kemiskinan, ketidakadilan, ketidakberpihakan, ancaman kedaulatan dan krisis kepemimpinan.

Atas kondisi tersebut, seluruh relawan harus bejuang bersama rakyat mewujudkan Indonesia yang lebih baik, berdaulat, bermartabat, adil, makmur dan berahlak mulia dengan mengawal Pemilu Presiden 7 April 2019 mendatang untuk mewujudkan pergantian kepemimpinan Indonesia.

Usai pembacaan deklarasi, sejumlah balon udara bertulisan #2019 Ganti Presiden dilepas ke udara sebagai harapan dan doa untuk tahun depan benar-benar terwujud pergantian Presiden Indonesia.

Sebelum deklarasi, di hari yang sama, relawan #2019 ganti presiden menggelar jalan sehat  berputar Kota Solo (yang pernah dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai walikota) dengan rute Jl. Dokter Moewardi, Jl. Slamet Riyadi, Jl. Gajah Mada, Jl. Yosodipuro dan finish di Jl. Dokter Moewardi. Seluruh peserta yang hadir mengenakan kostum dan pernak-pernik bertuliskan #2019 Ganti Presiden. *BNTime/antvklik

 

 

Ratusan Pemuda Muslim Hapus Tatto Demi Sempurna Hijrah

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - CopyKomunitas Sabahat Hijrah dengan menggandeng Islamic Medikal Servis (IMS) Jakarta, menggelar acara ‘Hapus Tatto Gratis’ di Solo, Jawa Tengah.”

RONI, ayah dua anak yang tinggal di Rusun Begalon, Tipes, Serengan, Solo, bergegas menuju aula komplek Masjid Majelis Ulama Indonesia (MUI), Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, tempat kegiatan dilangsungkan, Ahad (25/3/2018).

Kedatangannya berharap segera ditangani gambar wanita di lengan kirinya. Dua alat mesin penghapus tatto didatangkan untuk melayani hampir 200 orang dalam dua hari acara digelar.

“Saya pengin berhijrah dan menjadi lebih baik lagi,” kata Roni salah satu peserta hapus tatto saat ditanya Panjimas alasan menghapus tattonya.

“Lima belas tahun yang lalu, saya hanya ikutan membuat tatto ditangan ini bersama komunitas orang jalanan. Nah sekarang mendapatkan hidayah dan saya menjadi marbot di masjid An Nur Begalon l, makanya saya pengin hapus masa kelam saya,” imbuh Roni.

Sementara itu, Helmi Yusuf, ketua pelaksana, mengatakan acara digelar selama dua hari berturut-turut sejak Sabtu (24/3/2018) sampai Ahad (25/3/2018).

Dalam sehari 60 orang digarap hingga berakhir jam 01.00 dini hari. Banyak respon umat Islam yang ingin menghapus tatto, ia berniat mencapai target 200-an orang dengan menambah satu hari lagi.

“Kita rencana tiga hari di komplek Masjid MUI dengan 200 peserta, tapi Wallahu alam nanti,” ucap Helmi.

Dia beralasan digelarnya di kota Solo sebab mulai banyak umat Islam sadar dengan syariat. Memiliki tatto di tubuh dirasa membuat kekhusyukan beribadah terganggu, merasa risih dan malu dihadapan Allah Subhanahu wata’ala.

“Kita lebih banyak teman bertatto salah satu problem tatto itu mengganggu kekhusyukan dalam beribadah,” pungkasnya. *BNT/panjimas