Polda Kalbar Tetapkan 16 Tersangka Kasus Perusakan Masjid Ahmadiyah, Komnas HAM Khawatir


Masjid Ahmadiyah, Sintang ,yang Dirusak dan Dibakar Massa (Rmol)
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf klik A+ di atas

“Polda Kalbar sudah menetapkan 16 orang tersangka sampai dengan pagi hari ini,” kata Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Donny Charles Go saat dihubungi, Jakarta, Selasa (7/9-2021).”

MENURUT Donny, belasan tersangka itu diduga kuat berperan sebagai pihak yang melakukan perusakan terhadap Masjid itu. Namun, Polisi masih mendalami ‘otak’ atau aktor intelektual dalam peristiwa itu.

“Perannya diduga sebagai pelaku pengrusakan,” ujar Donny.

Sebagaimana diketahui terjadi peristiwa perusakan (pembakaran) Masjid Ahmadiyah di Tempunak, Kab.Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) pada Jumat 3 September 2021. Peristiwa ini menyedot perhatian beberapa kalangan.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Donny Charles Go /Net

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas sebelumnya meminta aparat penegak hukum menindak tegas pelaku perusakan tempat ibadah jemaat Ahmadiyah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat oleh sekelompok orang. Menurutnya, tindakan main hakim sendiri tidak bisa dibenarkan dan merupakan pelanggaran hukum.

“Tindakan sekelompok orang yang main hakim sendiri merusak rumah ibadah dan harta benda milik orang lain tidak bisa dibenarkan dan jelas merupakan pelanggaran hukum,” tegas Yaqut dalam keterangannya dikutip, Sabtu (4/9-2021).

Komnas HAM Khawatir

Khawatir Merembet ke soal Sosial, Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia) minta Mabes Polri ambil alih Kasus Perusakan Masjid Ahmadiyah di Sintang, Kalimantan Barat, pada Jumat (3/9-2021).

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, pihaknya kahwatir kasus perusakan masjid Ahmadiyah tersebut bisa menjalar ke hal-hal ain yang tidak dinginkan, sehingga baiknya segera diurus oleh Mabes Polri.

“Tidak bisa dilakukan secara maksimal oleh Polda di sana, ya kami minta Mabes Polri turun tangan ambil alih kasus ini,” ujar Choirul Anam dalam jumpa pers virtual, Senin (6/9-2021).

Menurut Choirul Anam, kejadian serupa sudah sering terjadi dibeberapa tempat lainnya, yang bisa berakibat kepada kerusuhan sosial karena adanya provokasi di media sosial (medsos).

“Jadi mencegah jangan sampai terjadi di wilayah lain di Kalimantan atau tempat lain,” ucapnya.

Lebih lanjut, Choirul Anam juga berharap nantinya pihak Kepolisian bisa mengusut tutas para pelaku perusakan masjid Ahmadiyah di Kalbar tersebut, baik pelaku lapangan maupun dalang yang menjadi otak perusakan.

“Kami mendapat kabar memang ada 10 orang yang sedang diproses untuk olah TKP dan sebagainya. Tapi persoalannya adalah apakah itu aktor intelektual yang menggunakan pengaruh, menggunakan social media dan sebagainya,” tandasnya.*
BNTime/
RMOL 

(Visited 25 times, 1 visits today)

Comments are closed.