KPI Larang Saipul Jamil Tampil di TV, Direspons Tegas Novel Bamukmin: Jangan Sampai Kita Beternak LGBT


Saipul Jamil (dok/Tribunnews)
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf klik A+ di atas

“Wakil Sekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin, mengapresiasi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang melarang Saipul Jamil tampil di televisi.”

SEBAB, sebut Novel, tindakan Saipul Jamil yang berujung pada hukuman penjara beberapa waktu lalu merupakan sebuah dosa besar.

“Tindakan KPI  benar dan saya mengapresiasi. Karena perbuatan LGBT adalah perbuatan dosa besar dan tebusannya dalam hukum Islam adalah hukuman mati,” ujar Novel kepada JPNN, Jumat (10/9-2021).

Berkaca dari kasus Saipul Jamil ini, dia meminta pemerintah untuk lebih berani dalam melawan LGBT di masyarakat. Ditambah lagi, Indonesia punya wakil presiden yang berstatus kiai dan ulama.

“Wapresnya, kan, kiai (Maruf Amin) yang pernah menjabat sebagai Ketum Majelis Ulama Indonesia,” kata Novel.

Menurut dia, ketegasan terhadap fenomena LGBT ini perlu untuk menjaga moral dan penyakit fisik yang berbahaya.

“Kalau dibiarkan tingkah polah LGBT sama juga beternak LGBT agar lestari dan ini adalah penyakit menular,” tegas Novel.

Diketahui KPI telah melarang Saipul Jamil tampil di televisi. Dia bisa hadir hanya untuk kepentingan edukasi, bukan untuk hiburan.

Untuk diketahui, mantan suami Dewi Persik itu, ditetapkan sebagai tersangka pada bulan Februari 2016.

Dari dokumentasi BNTime,  mantan suami Dewi Persik itu, di PN Jakarta Utara pada 14 Juni 2016 dipidana 3 tahun penjara, kasus asusila terhadap korban anak muda sesama jenis yang tinggal serumah dengannya.

Di tingkat banding, PT DKI Jakarta malah menambah hukumannya menjadi 5 tahun 6 bulan. Bahkan PK (peninjauan kembali) perkarannya kandas.

Saipul Jamil dapat menghirup udara bebas pada Kamis (2 September 2021). Namun kebebasannya memancing kontraversial karena tingkahnya sendiri yang berlakon selebris, mengundang kegeraman kalangan netizen yang mengecamnya sampai akhirnya KPI turun tangan.*BNTime /jpnn

Editor : EAZ

(Visited 28 times, 1 visits today)

Comments are closed.