Ini Perbedaan FPI Baru dan FPI Lama, Soal Kerumunan akan Diberikan Teguran


DPD FPI Jawa Timur saat Deklarasi FPI Reborn, 10 September 2021 (Foto: TvOne)
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf klik A+ di atas

“Sejumlah video deklarasi Front Persaudaraan Islam (FPI) atau yang disebut dengan FPI ‘Reborn” viral di media sosial. Wakil Ketua Umum FPI, Syahid Joban menegaskan FPI baru berbeda dengan FPI lama.”

PERBEDAAN pertama, dikatakannya, yang paling menonjol dari visi misi.

“FPI saat ini namanya Font Persaudaraan Islam, sesuai nama, persaudaraan nujukin FPI mengedepankan ukhuwah dan persatuan, dan beda juga dengan strategi perjuangannya,” ujar Syahid saat ditemui
tvonenews
, Selasa (13/9-2021).

Visi misi FPI antara lain: bela agama dan negara, dakwah dan pendidikan, penegakan hukum dan HAM, kemanusiaan dan penanggulangan bencana, serta pengembangan media yang jujur dan amanah.

“Namun semua tetap meski dalam bingkai amar makruf nahi munkar tidak hilang di FPI yang baru ini” kata Syahid.

JIka FPI lama fokus pada amar makruf nahi munkar, FPI baru fokus pada kemanusiaan dan pendidikan.

“Saat ini mau kita tonjolkan kemanusian dan pendidikan, yang dulu FPI kental dengan nahi munkar sekarang kita fokus ke kemanusiaan, Alhamdulillah FPI baru ini sudah banyak bantu bahkan sampai ke gaza,” tandas Syahid.

Semangat perjuangan FPI lama tidak hilang, namun FPI kini akan berjuang sesuai dengan AD/ART Front Pesaudaraan Islam.

Akan Tegur Soal Kerumunan

Menanggapi viralnya video deklarasi Front Persaudaraan Islam atau FPI Jawa Barat, pada Ahad (5/9) di Masjid Daarul Khoirot, Kampung Sumur Bor, RT 07/04, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pelaksana Tugas Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan mengaku masih melihat perkembangan pergerakan FPI “Reborn” itu.

Artikel terkait : Heboh Deklarasi FPI Baru

“Kita liat perkembangannya gitu, karena dari sisi nama, kan, tidak sama dengan FPI yang Front Pembela Islam. Apalagi dari pemerintah pusat kan dilarang,”ujar Hengky saat ditemui di Dusun Bambu, Kamis, (9/9).

Untuk menindak kegiatan itu menurutnya saat ini tidak ada dasarnya. Sebab, menurutnya, nama organisasi Front Persaudaran Islam berbeda dengan FPI yang sudah dilarang. Makanya, Ia akan memonitor saja.

“Tapi karena ini namanya berbeda, ya kita tidak bisa. Kita monitor saja dulu, mudah-mudahan tidak ada,” katanya,

Disinggung mengenai pertemuan deklarasi Front Persaudaran Islam yang tidak mengindahkan prokes, Hengky menyatakan bakal berkordinasi bersama Kepala Satpol PP untuk memberikan teguran.*BNTime/tvone

(Visited 17 times, 1 visits today)

Comments are closed.