Tokoh Katolik Minta Jokowi Bebaskan HRS, Lalu Berdoa Bersama


HRS bersama Tito Karnivian saat masih Kapolri dan Ma'ruf Amin saat masih Ketua MUI (Foto/dok)
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf, klik A+ di atas

“Tokoh Katolik berdarah Yogyakarta yang kini bermukim di Australia,  Antonius Boediono atau yang biasa dipanggil Romo (bapak), menyarankan Presiden Joko Widodo atau Jokowi agar melakukan rekonsiliasi dengan ulama yang saat ini diproses hukum, termasuk Habib Rizieq Shihab.”

DIA menilai, dengan duduk bersama ulama akan menurunkan suhu ketidak percayaan rakyat kepada Pemerintah.

“Jika saya Jokowi, saya akan lakukan Rekonsiliasi dengan para Ulama (yang dikriminalisasi dibebaskan dari proses Hukum dan Hukuman) kemudian duduk bersama para Ulama termasuk Habib Riziek Shihab dan berdoa bersama memohon ampunan Gusti Allah,” tulis Romo Antonius Boediono di akun Twitter-nya, @asboediono_id, yang telah diizinKan FIN untuk mengutipnya pada Sabtu (7/8-2021).

“Lewat kebersamaan itu sendiri membuka pintu Keberkahan Gusti Allah dan moment sejarah peradaban Manusia,” sambungnya.

Dia mengatakan, persoalan kemanusiaan, berbangsa dan bernegara, agar tidak menggunakan pendekatan politik. Sebab negara bisa hancur.

“Tetapi gunakan hati yang dipenuhi kejujuran serta libatkan Tuhan agar ikut dalam pekerjaan itu,” katanya.

Dikatakannya, Indonesia dihuni oleh 80% penduduknya yang beragama Islam.

 Itu akan menjadi kekutan dalam segala hal.

Maka ajaklah umat duduk bersama berbicara dari hati ke hati.

Dia menilai, era reformasi saat ini paling amburadul dibanding orde lama dan orde baru.

Baca juga : Di Balik Peristiwa Demo HMI Batal: Misteri Hilangnya Pj HMI Abdul Muis, Tiga Aktivis Sudah Dipulangkan Polisi

 .

“Yang paling amburadul adalah di jaman Reformasi semua tatanan dilanggar agar nafsu dan ambisi bejat dapat tersalurkan dengan baik tanpa berpikir akibat dan nasib rakyat dan itu kenyataan,” tuturnya.

“Saya hanya mengajak agar Jokowi mau duduk bersama Habib Rizieq Shihab dalam suasana bebas tanpa tekanan politik dan intervensi hukum kemudian berdoa bersama memohon Ampun kepada Yang Maha Kuasa dalam Doa Tobat bersama Keteladanan dan Ketulusan,” pungkasnya.*BNTime/Fajar

(Visited 25 times, 1 visits today)

Comments are closed.