Perlinsos PPKM Darurat: Pontianak Kebagian 190 Ton Beras dan BST Senilai Rp5,4M, Walikota Berharap Tepat Sasaran


Ilustrasi : Walikota Edi Kamtono Bagikan Bansos Pusat PPM Darurat.
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf, klik A+ di atas

“Diketahui, Presiden Jokowi menyatakan, sudah memerintahkan kepada para menteri terkait untuk segera menyalurkan Bansos (Bantuan Sosia) dan atau Perlinsos (Perlindungan Sosial) kepada masyarakat yang berhak terdampak ekonomi PPKM Darurat 2021).”

PRESIDEN menyampaikan hal tersebut, dalam salah satu bagian keterangannya yang dipetik dari laman resmi Setneg, Selasa (20 Juli 2021).

Sebelum pernyataan resmi Presiden Jokowi itu, bantuan sosial dimasud sudah ada yang sampai dan diterima oleh beberapa daerah serta disalurkan kepada yang berhak. Salah satunya Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Bantuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dari pemerintah pusat mulai dikucurkan.

Bantuan dari pemerintah pusat tersebut berupa beras melalui Badan Urusan  Logistik (Bulog) Divre Kalbar dan Bantuan Sosial Tunai (BST) melalui Kantor Pos Pontianak.

“Mudah-mudahan ini bisa memberi keringanan kepada masyarakat yang terdampak PPKM darurat, kita berharap semuanya bisa berlalu dan kita bisa beraktivitas kembali,” kata Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, usai secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut, sekaligus melepas kendaraan yang akan mendistribusikan bantuan, di halaman Balai Kota Pontianak, Minggu (18 Juli 2021).

Walikota – Edi Kamtono menjelaskan, pemberian bantuan tersebut bertujuan meringankan beban masyarakat yang terdampak PPKM Darurat.

Dari tambahan dana bantuan sosial sebesar Rp.55,21 triliyun  yang digelontorkan pemerintah pusat, Pemkot Pontianak menerima 190 ton beras dan BST senilai Rp 5,4 miliyar, didistribusikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sudah terdaftar dalam Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kementerian Sosial RI.

Untuk penerima bantuan beras sebanyak 19 ribu KPM dengan masing-masing KPM menerima 10 kilogram beras. Sedangkan BST berjumlah 9 ribu KPM dengan masing-masing KK menerima bantuan senilai Rp 600 ribu.

Artikel terkait : Catat!! Pemerintah Pusat Kucurkan Bansos Rp.55,21 Triliun buat Rakyat Terdampak Ekonomi akibat PPKM Darurat

 

Bantuan tersebut, kata Edi, akan diserahkan langsung tepat kepada sasaran yang berhak menerimanya sesuai data nama dan alamat KPM atau by name by address.

Pernah Kecewa Tak Tepat Sasaran

Edi Kamtono pernah mengungkapkan rasa kecewanya, karena banyak laporan Bansos Covid-19 tahun lalu (2020) tak tepat sasaran, misalnya warga yang sudah mampu tetapi masih menerima bantuan, kemudian ada yang sudah meninggal atau pindah tempat tinggal masih terdaftar.

Edi pun meminta para lurah melakukan musyawarah kelurahan untuk menentukan dan memverifikasi data penduduk miskin sebagai penerima.

Untuk itu, Edi Kamtono meminta para Ketua RT/RW membantu mendata warga di wilayahnya supaya data itu benar dan valid, baik itu warga miskin yang lama atau baru.

“Mungkin yang tadinya rentan miskin menjadi miskin supaya benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Walikota Edi Kamtono mengungkapkan hal tersebut kala itu, usai menyerahkan bantuan transportasi secara simbolis bagi guru ngaji, petugas fardu kifayah, posyandu dan RT/RW di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (29 April 2020).

“Sejauh ini bantuan beras yang sudah kita salurkan kepada warga Kota Pontianak mendekati 70.000 KK,” ungkapnya saat itu.

“Berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), jumlah penduduk miskin 24.668 Kepala Keluarga (KK). Sementara data dari Bappeda Kota Pontianak berdasarkan survei tahun 2017 jumlah penduduk miskin 29.171 jiwa atau setara 8.400 KK,” ungkap Edi Kamtono.

Edi mengakui, pandemi Covid-19  tentunya berdampak jumlah penduduk miskin kian bertambah, termasuk jumlah pengangguran dan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Untuk itu, pihaknya terus melakukan pendataan.*BNTime

(Visited 19 times, 1 visits today)

Comments are closed.