Gubernur Kalbar: Jangan Sekadar Bernafsu Mau Jadi Ketua


Gubernur Sutarmidji usai pembukaan Muswil VIII DPW PPP Kalbar.
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf, klik A+ di atas

“Diketahui, bahwa DPW PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Kalbar sejak meninggal ketuanya, Retno Pramudya pada 4 Januari 2021, dipimpin oleh Plt Ketua, Agus Miranda. Sejak itu berkembang nama H.Sutarmidji, SH.,M.Hum untuk menjadi Ketua DPW PPP Kalbar. Padahal jauh waktu sebelumnya, Sutarmidji yang Gubernur Kalbar itu, tidak mengehndakinya.”

BAHKAN jauh sejak beberapa bulan lalu selagi Retno belum meninggal yang dikabarkan akibat terdampak Covid-19, Sutarmidji yang mantan dosen di FH Untan Pontianak pada tahun ’80-an itu,  sudah menolak untuk menggantikan Retno yang sebenarnya masa baktinya berakhir di 2021 ini.

Tercermin pula pada kata sambutannya saat pembukaan Muswil VIII DPW PPP Kalbar, Jumat (2 April 2021) yang menilai, masih banyak kader lainnya di DPW PPP Kalbar yang bisa membesarkan partai. Kaderisasi.

Dia pun berkisah tentang perjuangannya yang mengantongi KTA PPP sejak 1981 hingga menjadi anggota dan Ketua DPRD Kota Pontianak, Wakil Walikota, lalu Walikota Pontianak dua priode, sampai akhirnya memenangkan kursi Gubernur Kalbar pada 2018 hingga untuk 2023. “Semua melalui perhitungan yang cermat,” ujarnya.

“Di PPP saya sarankan kita melakukan survei-survei agar kita bisa mengambil langkah-langkah dan perbaikan agar partai mendapat simpati dari pemilih,” kata gubernur yang kader senior PPP dan pernah menjadi Ketua DPC PPP Kota Pontianak itu.

“Kalbar muslimnya 69,9 persen, itu data yang harus kita pegang. Sekarang semua analisa apapun dilakukan semua dengan data, harus dihitung potensi kita dimana, mengembangkannya bagaimana. Seperti di Sambas seharusnya dapat (kursi DPRD), r Kubu Raya juga harusnya dapat, karena peluang untuk memilih PPP besar,” tambah dia.

Menurut Sutarmidji, semua potensi yang punya suara, harus dicalonkan, agar partai bisa besar. Namun tentu akan jadi masalah jika takut mencalonkan orang yang punya potensi dan berdampak ke partai.

“Parpol seperti PPP yang punya anggota dewan, harus dapat menjaga konstituen dengan pokok pikiran yang dimenej dengan pokok pikiran agar menjadi basis,” urainya.

“Diskusi perlu, keterbukaan perlu dan saya berharap ketua kedepan punya basis massa yang jelas, jangan lagi cerita perbedaan, berseberangan, tidak usah. Mari semua melaksanakan musyawarah ini dengan baik, dengan satu tekad, untuk PPP, mudah-mudahan dipahami. Sehingga tidak ada yang menang, tidak ada yang kalah. Begitu pula hubungan  dengan parpol lain, dengan masyarakat, serta konstituen, harus tetap baik, demi kesinambungan,” pesannya.

 

Jangan Cuma Mau Jadi Ketua

 

Usai acara pembukaan, Sutarmidji yang dicegat awak media, secara singkat mempertegas kata sambutannya.

“Ke depan,  pengurus kompak dari DPW dan DPC, semua harus punya basis massa yang jelas. Itu saja. Mudah-mudahan Muswil PPP ini seperti yang diharapkan, menghasilkan pengurus yang bisa membangkitkan dan membesarkan PPP,”  katanya.

Dengan alasan demi kaderisasi, Sutarmidji mengatakan, masih banyak kader lainnya yang tetap berkomitmen dan tetap mendukung Pe Tiga ini.

“Di Musyawarah ini saya berharap tidak sekadar memilih ketua, tapi program kerja, dan ketua ke depan, modal politik yang harus dipunyai adalah punya basis massa, jangan sekadar hanya mau jadi ketua. Itu bisa, tapi apakah punya basis massa? Itu yang harus dipikirkan oleh partai”,  pungkasnya. tegasnya.*BNTime

(Visited 6 times, 1 visits today)

Comments are closed.