Yahya Waloni saran ke Jokowi: Lepaslah Semua Masker, Jangan Percaya WHO, Percayalah pada Allah SWT


Ustadz Yahya Waloni - Presiden Jokowi / NET (Kolase:BNTime)
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf, klik A+ di atas

“Pendakwah Ustadz Yahya Waloni menyatakan dirinya tak akan pernah mau pakai masker dan divaksin seumur hidupnya. Hal itu dia katakan lantaran dirinya merasa sehat walafiat.”

DALAM sebuah ceramah terbarunya, Ustadz Yahya Waloni juga sangat yakin kalau dia tak bakal kena penyakit yang namanya covid-19. “

Pada kesempatan itu, dikutip dari Hadist TV, Jumat 26 Februari 2021, Ustaz Waloni lantas menyarankan agar Jokowi menyerukan kepada masyarakat untuk melepas maskernya.

Presiden Jokowi juga diajak untuk lebih percaya pada Allah SWT, bukan pada fenomena yang terjadi di dunia saat ini.

“Kalau saya boleh saran ke Pak Jokowi dan Pak Maruf, Pak Jokowi, Pak Maruf, bagaimana kalau kita sepakat bangsa ini berhenti lah ribut-ribut, lepas lah masker-masker semua, enggak usah percaya tuh covad-covid, percaya sama Allah SWT,” kata dia disambut takbir jemaah.

Dia kemudian bertanya kepada jemaah, apakah mau untuk melepas maskernya. Sebab dia sadar kalau jemaah memakai masker bukan karena takut akan penyakit, melainkan sekadar takut dianggap melanggar protokol kesehatan yang ditentukan Pemerintah.

“Coba saya tanya ke jemaah, mau enggak lepas masker? Antum kan pakai masker ini saya tahu bukan takut penyakit, bukan. Kalau takut penyakit enggak mungkin datang ke sini. Antum pakai masker ini karena antum takut didelik, ditangkap, diproses, kena pasal covad-covid,” katanya lagi.

Ustadz Yahya Waloni lalu bilang, kunci sehat pada dirinya lantaran dia rajin berolahraga. Sehingga dia terbebas dari covid. Termasuk rutinitas push up sebelum mandi yang sering dia lakukan.

“Sampai mati saya enggak akan mau divaksin. Sebelum mandi saya push up, bagaimana enggak sehat. Coba Pak Jokowi mau umumkan, (bilang) ekonomi kita mau tumbuh, jangan percaya WHO, jangan percaya,” katanya lagi.

Pada kesempatan itu dia lantas menegaskan pernyataannya. Kata Yahya, ungkapan itu bukan berarti dirinya mengajak agar para jemaah untuk tak pakai masker.

Sebab masker tak mengapa tetap dipakai selagi pemerintah menganjurkan. Namun yang pasti, dia tak akan mau memakainya karena dia lagi-lagi menyatakan dirinya sehat.

“Nanti saya mau dibilang (dilaporkan) larang vaksin. Saya tak mau terjebak di persoalan itu. Anda nonton di Youtube lalu laporkan saya soal ini. Hahaha, antum baru jadi ular (kamu munafik –menurutnya), saya sudah jadi ular dari dulu,” katanya lagi.

 

Baca juga : Laporan Kerumunan Jokowi Ditolak, Haikal Hassan: Bebaskan HRS, Baru Fair!

 

Di ceramahnya tersebut, Ustadz Yahya Waloni lantas bercerita soal pengalaman bagaimana anaknya mengalami demam ketika melakukan perjalanan dari Jambi ke Riau.

Sang istri sempat memintanya untuk menepi ke Puskesmas untuk memeriksa kesehatan anaknya. Namun oleh Yahya Waloni, tak digubris. “Enggak usah, kalau di sana nanti dibilang covad-covid bagaimana.”

Waloni justru meminta agar istri dan anaknya percaya dengan tiupan manjurnya.

“Di pom bensin saya tiup sekali hilang itu, saat berhenti di pom bensin. Kita salat berjamaah, saya tiup, dingin tuh anak. Coba itu kalau di Puskesmas, kalaupun dibilang negatif, pasti kena Rp500 ribu itu,” katanya lagi.*BNTimehops 

 

 

(Visited 9 times, 1 visits today)

Comments are closed.