Pengacara ungkap: Penahanan Rizieq Shihab, Dramatis-Politis


Hakim Ketua Suharno menerima berkas dari Kuasa Hukum Rizieq Shihab 1/3- 201 (Antara Foto/M Risyal Hidayat)
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf klik A+ di atas

“Sidang praperadilan Rizieq Shihab terkait penahanan dan penangkapan dalam kasus kerumunan di Petamburan,  kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (9/3-2021) kemarin.”

DALAM persidangan permohonan, kuasa hukum dari pihak pemohon, Kurnia Tri Royani mengungkapkan, proses penahanan terhadap Rizieq berlangsung secara dramatis.

Kurnia sendiri diketahui merupakan salah satu pengacara yang bertugas mendampingi Rizieq saat diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Saya merasa peristiwa itu sangat dramatis,” kata Kurnia dalam persidangan di PN Jaksel, Selasa (9/3), dilansir CNNI.

Menurut Kurnia, peristiwa penahanan itu dramatis lantaran penjagaan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terbilang ketat selama proses pemeriksaan hingga akhirnya ditahan.

“Jadi kenapa saya katakan dramatis, sepanjang kita pendampingan orang biasa, tidak seperti itu. Penjagaan seperti itu superketat. Dramatis itu sampai beliau ditangkap dan ditahan,” tuturnya.

Di sisi lain, pemohon juga mengungkapkan kedatangan Rizieq ke Mapolda Metro Jaya dilakukan secara sukarela.

“Kedatanganya sukarela sesuai keinginan Habib Rizieq. (Pemanggilan) untuk sebagai tersangka, panggilan sebagai tersangka,” ucap Kurnia.

Tak hanya itu, Kurnia juga menyebut bahwa penangkapan terhadap Rizieq juga bersifat politis. Sebab, menurut Kurnia, semestinya hukum memberikan keadilan dan tidak merugikan siapapun.

“Sebenarnya hukum tidak merugikan siapa pun, hukum itu memberikan keadilan. Yang saya lihat sebagai tugas saya sebagai pengacara, penangkapan ini terlalu politis yang mulia,” kata Kurnia.

Diketahui, Rizieq kembali mengajukan permohonan praperadilan atas penahanan dan penangkapannya dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.

Itu merupakan gugatan kedua setelah sebelumnya ditolak majelis hakim. Dalam gugatannya kali ini, tim kuasa Rizieq mempertanyakan objek penangkapan dan penahanan.

Praperadilan ini teregister dengan nomor 11/Pid.Pra/2021/PN.Jkt.Sel. Pihak termohon adalah Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya.

Dalam persidangan Senin (8/3) kemarin, Rizieq melalui kuasa hukum mempertanyakan alat bukti polisi yang dinilainya minim, sehingga prosedur pemanggilan yang dianggap mereka cacat prosedur.

“Termohon telah menetapkan pemohon sebagai tersangka, dan bahkan termohon menerbitkan surat perintah penangkapan dan surat penahanan atas diri pemohon, padahal termohon tidak ada/tidak memiliki 2 (dua) alat bukti yang sah untuk menetapkan Pemohon sebagai tersangka,” kata tim kuasa hukum Rizieq di ruang sidang, Senin (8/3).

klik video di sini:  sblob:https://www.cnnindonesia.com/74371c0e-1b2f-4692-be53-7926de0e48f2

Hakim Pertanyakan alasan Polisi 2x Mangkir Sidang

 

Hakim Tunggal Suharno mempertanyakan ketidakhadiran Polda Metro Jaya sebanyak dua kali selaku termohon dalam praperadilan yang diajukan oleh mantan pentolan FPI,Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ketidakhadiran itu membuat Rizieq selaku pemohon tak kunjung dapat membacakan permohonan praperadilan itu di persidangan. Walhasil, hakim pun meminta penjelasan Polda Metro yang tak akhirnya hadir pada persidangan Senin (8/3).

“Alasan tidak hadir kenapa?,” tanya Suharno kepada pihak termohon.

Termohon pun lantas menerangkan alasan ketidakhadirannya dalam sidang pertama. Menurutnya, kala itu berkas-berkas permohonan yang diajukan salah alamat sehingga pihaknya memutuskan untuk tak hadir.

“Yang pertama itu karena salah alamat, yang pertama itu (surat panggilan sidang) diantarkan ke Bareskrim,” ujar seorang kuasa hukum Polda Metro.

Suharno pun kemudian menanyakan kembali alasan ketidakhadiran pihak termohon dalam sidang kedua.

“Yang kedua, kenapa tidak hadir? Saya tanya alasannya saja,” tanya kembali Suharno.

“Kami masih koordinasi dengan Bareskrim,” jawan termohon.

Hakim pun kemudian melanjutkan persidangan dengan agenda pembacaan permohonan yang telah gagal dibacakan dalam dua pekan sebelumnya.*BNTime/CNNI

(Visited 16 times, 1 visits today)

Comments are closed.