Menyimak Mubahalah, Sumpah yang Menggetarkan jiwa terkait Terbunuhnya 6 Laskar FPI. Jangan Anggap Remeh


Saat Mubahalah disampaikan ke Khadirat Allah AWT (ist)
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf, klik A+ di atas

 

“Diketahui, dalam dua hari belakangan ramai pemberitaan di media pers online dan menyebar juga di media sosial, dua kabar menarik hal ikhwal terkait tewasnya 6 Laskar FPI dalam tragedi pengawalan Imam Besar Habib Rizieq Shihab yang tak terlupakan.”

 BERITA tersebut mengenai Polda Metro Jaya yang menjadikan 6 korban tewas yang dijadikan tersangka, dinilai kalangan akademisi kalau polisi berlebihan karena tak ada dasar hukumnya kok mayat dijadikan tersangka. Sementara netizen ada yang menyebutnya lebai, mencari-cari pembelaan.

Hal menarik kedua, yakni Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran Cs tidak menghadiri undangan Sumpah Mubahalah, ajakan keluarga 6 korban melalui Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta Cikampek,

Netizen pun berkomentar: Tak hadir, takut karena bersalah……… Video penyampaian sumpah Mubahalah pun beredar di Medsos minus kehadiran pihak kepolisian bersangkutan.

 

Artikel terkait : Polisi Tak Hadiri Sumpah Muhabalah, Keluarga Almarhum 6 Laskar FPI: Siapa yang Dzalim, Mereka yang akan Dilaknat Allah dan Semua Keturunannya

 

Bareskrim Polri Resmi Hentikan Kasus Tersangka 6 Laskar FPI

Duuh, 6 Laskar FPI yang Tewas Jadi Tersangka, Pakar Hukum: Polisi Berlebihan

Namun penyampaian Sumpah Mubahalah secara virtual tetap berjalan dari pihak keluarga korban yang mengajak bermuhabalah tanpa kehadiran pihak yang diundang. Mubahalah diucapkan oleh Syuhada, orang tua Faiz Ahmad Syukur, satu diantara enam anggota laskar FPI yang tewas ditembak.

Pengucapan sumpah dimulai dengan Bismillahi rakhmani rakhim, dan Syahadat

“Demi Allah, Tuhan langit dan bumi, kami bersumpah bahwa kami keluarga dari korban pembantaian 7 Desember 2020 yang lalu,  enam laskar FPI yang terbunuh di kilometer  50 tol Cikampek adalah benar …. Jika oknum polisi yang berdusta dalam kasus pembunuhan tersebut, maka limpahkan azab dan laknatmu kepada pihak yang berdusta beserta keturunan mereka,” ucap Syuhada.

“Tapi jika mereka para pembunuh dan otak, dalang, dan seluruh yang mendukungnya benar, maka kami beserta keluarga dilaknat oleh Allah subhanahu wa ta’ala di dunia dan akhirat,” kata Syuhada.

“Ya Allah ya Rab, engkaulah sebaik-baik saksi, engkaulah sebaik-baik hakim, kami serahkan urusan ini kepadamu ya Allah.” tutup Syuhada.

Dalam video nampak keluarga enam korban mengikuti dan mendengarkan sumpah yang diucapkan  oleh Syuhada.

Syuhada mengatakan pihaknya sudah mengajak pihak kepolisian untuk ikut melakukan sumpah itu, tapi tidak ada yang datang.Vid-Mubahalah-Keluarga-Enam-Korban-Laskar-FPI

Dalam video berdUrasi 2,19 menit itu, tampak juga antara lain Amien Rais dan Neno Warisman, Abdullah Hehamahua, anggota TP3 (Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan) Laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Untuk diketahui secara ringkas, dari refrensi yang ada, diketahui, mubahalah adalah sumpah dalam doa yang diucapkan oleh dua pihak yang berselisih, karena masing-masing merasa benar, menganggap pihak lainnya berdusta bersalah.

Mubahalah menyertakan keluarga, anak, isteri, dikunci dengan ucapan bagi  salah satu pihak yang berdusta atau dzalim, untuk mendapat laknat dari Allah SWT.

Bahwa laknat bisa turun dengan seketika, bisa juga terjadi dalam waktu yang tak disangka-sangka dalam bentuk yang tak diketahui.

Jadi jangan main-main, jangan bohong atau berdusta di dalam mubahalah. Mubahalah bukan ‘Sumpah Pocong’ yang diada-adakan diluar syariat, mubahalah tertuang di dalam Alqur’an:

“Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu, kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan meminta kepada supaya laknat Allah ditimpakan kepada yang dusta. (QS Ali Imran (3); 6)

Ayat tersebut turun ketika Rasulullah SAW menantang Nasrani untuk bermubahalah, karena mereka mati-matian menyebut Isa anak Allah. Namun mereka (utusan Nasrani) tidak berani, karena mengetahui bahwa sebetulnya Nabi Muhammad SAW dalam kebenaran dan mereka dalam kebhatilan, dusta dan dzhalim.

Lalu utusan Nasrani itu mengakui kebenaran Nabi Muhammad, mereka minta berdamai dan membayar jizyah kepada Nabi Muhammad Rasulullah SAW. *BNTime

***(Jizya atau Jizyah adalah pajak yang diberikan oleh penduduk non muslim per-kapita dalam suatu negara atau pemerintahan menurut peraturan Islam)

 

 

 

(Visited 19 times, 1 visits today)

Comments are closed.