Jokowi: Saya Nyatakan, Saya Putuskan, Lampiran Perpres Investasi Industri Miras Saya Cabut


Lampiran (ilustrasi)
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf, klik A+ di atas

 “Setelah mendapat keritikan bahkan kecaman pedas dari berbagai pihak pemuka agama Islam dan masyarakat, akhirnya Presiden Jokowi (Joko Widodo) memutuskan menyabut Perpres yang mengatur bidang usaha Industri Miras dan menebar kontroversi.”

BIDANG usaha yang nyaris bikin mabuk anak bangsa itu, tertuang dalam lampiran  Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal, ditandatangani dan dinyatakan mulai berlaku tgl.2 Februari 2021.

“Bersama ini saya sampaikan, saya putuskan lampiran Perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri miras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut,” kata Jokowi dalam siaran pers secara virtual, Selasa (2/3-2021).

Jokowi mengaku, keputusannya menyabut lampiran Perpres No.10 Tahun 2021 yang merupakan turunan dari UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja alias Omnibus Law yang kontroversial itu, setelah menerima masukan dari ulama dan ormas-ormas Islam.

“Setelah menerima masukan-masukan dari ulama-ulama Majelis Ulama Islam MUI, Nakhdatul Ulama NU, Muhammadiyah, dan ormas-ormas lainnya, serta tokoh-tokoh agama yang lain, dan juga masukan-masukan dari provinsi dan daerah,” jelas Presiden Jokowi.

Adapun yang dicabut adalah lampirannya, bukan Perpresnya atau Undang-Undangnya, UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atau Omnibus Law yang kontroversial dalam unjuk rasa berdarah-darah  tahun lalu.*BNTime

(Visited 17 times, 1 visits today)

Comments are closed.