Hina Habib Bahar, Warga Kubu Raya – Kalbar, Divonis 7 Bulan


[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf, klik A+ di atas

“Pengadilan Negeri (PN) Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), menjatuhkan hukuman 7 bulan penjara kepada seorang warga Kabupaten Kubu Raya, GL (36). Dia dinyatakan terbukti menghina Sayid Bahar Binsmith bin Ali Binsmith alias Habib Bahar di Facebook.”

HAL itu tertuang dalam putusan PN Mempawah yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Rabu (24/3-2021), dikutip detik.com. GL membuat status di Facebook miliknya disertai gambar Habib Bahar yang sedang menendang seseorang dengan kata-kata: ….

Posting-an itu di-screenshot warga dan dilaporkan ke Bhabinkamtibmas. GL kemudian dibawa ke Pos Desa Kapur dan massa semakin banyak.

Kemudian, GL diamankan ke Polsek setempat untuk diproses secara hukum. GL diadili untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Setelah melewati sejumlah persidangan, PN Mempawah menyatakan terdakwa Giunti Lim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perbuatan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan sebagaimana dalam dakwaan kedua Penuntut Umum. Dia dinyatakan bersalah melanggar pasal 45 ayat (3) UU ITE.

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 7 bulan dan pidana denda sebesar Rp 5 (?) dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan,” kata ketua majelis Ezra Sulaiman dengan anggota Laura Theresia Sutumorang dan Wienda Kresnantyo.

Majelis menilai perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Adapun hal-hal yang meringankan adalah terdakwa belum pernah dihukum.

“Terdakwa menyesal dan mengakui perbuatannya,” ucap majelis.

Majelis menilai terdakwa bertujuan hendak menimbulkan respons (perlokusi) dari para pembaca Facebook-nya yang dalam hal ini berupa respons negatif. Hakim menilai hal itu dilakukan melalui tindak bahasanya yang dilakukan secara verdiktif, hanya berlandaskan opini pribadi, yang berangkat dari niat (lokusi) menghina dan mencemarkan Habib.

“Terdakwa telah mengabaikan etika berkomunikasi dalam menggunakan social media,” tutur majelis.

.Baca juga : *Ambillah Jalanmu,Tuan

.*Kejaksaan Agung Luruskan: Penyebar Hoaks Jaksa Disuap terkait Perkara Habib Rizieq Bukan Ditangkap, tapi Diamankan

Diketahui, terdakwa nyaris bonyok dihajar masa beberapa waktu lalu kalau tidak cepat diamankan pihak Kepolisian Sektor setempat, sampai akhirnya perkaranya naik ke PN Kabupaten Mempawah yang juga membawahi Kab.Kubu Raya. Kab.Kubu Raya belum mempunyai pengadilan negeri sendiri. Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kab. Mempawah*BNTime/dtc (re-edit)

(Visited 32 times, 1 visits today)

Comments are closed.