Habib Zubair Alaydrus: Memahami Makna Malam Nisfu Sya’ban. (Seorang anak muda berikrar masuk Islam di Masjid Darul Muttaqien)


Suasana Malam Nisfu Sya'ban 1442-H bertepatan 28 Maret-2021 di Masjid Darul Muttaqien,Pontianak.
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf klik A+ di atas

Habib Zubeir Alaydrus

“Di dalam tarikh Islam dikenal ada tiga bulan istimewa dengan segala keberkahannya diantara 9 bulan lainya; yaitu Rajab, Sya’ban dan Ramadhan. Di bulan Sya’ban ada satu hari yang sangat ditunggu-tunggu, yakni Malam Nisfu Sya’ban yang selalu disyukuri dengan pembacaan suratul Yasin.”

MENGHIDMATI hikmah Allah SWT kali ini, jatuh pada hari Ahad tanggal 14 Sya’ban 1442 Hijriyah ba’da Magrib bertepatan dengan 28 Maret 2021. Mengapa mesti ba’da magrib, karena di dalam tarikh Islam, pergantian hari dimulai setelah magrib, beda dengan jam 00.00 pada tahun Masehi. Jadi sudah masuk pada pertengahan bulan, 15 Sya’ban 1442 H.

Masjid-masjid di seluruh dunia memperingati dengan pembacaan suratul Yasin, dan tidak hanya masjid, tapi juga di rumah-rumah oleh suatu keluarga dengan mengajak/mengundang sanak family dan tetangga untuk bersama membaca Yasin sebantak tiga kali dan berdoa, setelah itu dilanjutkan dengan salat Isya berjamaah.

Malam Pengampunan

Dari khazanah BNTime, beberapa waktu silam Ustadz Drs.H.Syarif Zubeir Alaydrus  menyampaikan, bahwa Nisfu Sya’ban artinya pertengahan bulan Sya’ban. Dimana pada pertengahan bulan Sya’ban, Allah SWT memberikan pengampunan kepada umat Islam dari dosa-dosa yang pernah dilakukan.

Pensiunan PNS, guru/kepala sekolah pada salah satu sekolah swasta di kota Pontianak (Kalimantan Barat) itu mengatakan, pengampunan diberikan  baik diminta maupun tidak diminta. Baik dia orangtua atau muda, muslimin/muslimah, yang sehat yang sedang terbaring sakit, yang sedang beraktifitas karena kesehariannya, yang sedang ngobrol di warung kopi, dan seterusnya apa pun asalkan tidak terkait dengan kemaksiatan. Kemurahan hati Allah SWT inilah yang patut syukuri.

Namun demikian, kata Habib Zubier, ada beberapa hal yang tidak akan tersentuh oleh ampunan Allah, antara lain adalah mereka yang menduakan Allah, seperti dukun (peramal, penyantet), pezinah, dan para pendurhaka kepada kedua orangtua.

Kita wajib mengucapkan terimakasih atas pemberian pengampunan yang sebagai hadiah dari Allah SWT yang Maha Pengasih dan Penyayang. “Bagaimana caranya?” tanya Drs. H. Zubeir Alaydrus yang lulusan Coum Laude pada Fakultas Tarbiyah kota Pontianak itu.

Habib Zubeir mengatakan, nikmatilah hikmah Allah SWT itu dengan hikmat, membaca suratul Yasin berjamaah sebanyak 3 kali dan berdoalah. Boleh sendirian, apabila ada alasan tertentu yang sangat darurat.

Habib Zubeir menjelaskan, pada pembacaan suratul Yasin kali pertama untuk memohon panjang umur dan dapat mempertebal ketaatan serta ketaqwaan dan tetap istiqamaah kepada Allah SWT.

Pada kali kedua pembacaan suratul Yasin, memohon diluaskan rezeki yang halal dan dijauhkan dari  bala dan musibah

Kali ketiga, memohon ditetapkan Iman Islam hingga akhir hayat.

Ditanya ikhwal jemaah yang membawa serta wadah berisi air  seperti botol, panci, dan sebagainya di acara peringatan Nisfu Sya’ban, Habib Zubeir menjawab singkat.

Sederetan wadah air minumyang terbuka tutupnya untuk mendapat berkah suratul yasin malam Nisfu Syaban

“Bagus !” tegasnya. Minumlah dengan membaca bismilah dan bersalawat lebih dahulu, lanjutnya, kemudian syukuri dengan mengucap Alhamdulillah setelahnya. Minum dengan niat sebagaimana manfaat ketika membaca suratul Yasin tiga kali tersebut.

Demikian antara lain dari uraian Habib Zubeir yang pendakwah dan khatib salat Jumat di Kalbar itu.

Inilah doa setelah pembacaan suratul Yasin sebanyak tiga kali di malam Nisfu Sya’ban:

“Allahumma ya dzal manni wa la yumannu ‘alaik, ya dzal jalali wal ikram, ya dzat thawli wal in‘am, la ilaha illa anta zhahral lajin wa jaral mustajirin wa ma’manal kha’ifin. Allahumma in kunta katabtani ‘indaka fi ummil kitabi syaqiyyan aw mahruman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullahumma fi ummil kitabi syaqawati wa hirmani waqtitara rizqi, waktubni ‘indaka sa‘idan marzuqan muwaffaqan lil khairat. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fi kitabikal munzal ‘ala lisani nabiyyikal mursal, “yamhullahu ma yasya’u wa yutsbitu, wa ‘indahu ummul kitab” wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammad wa ala alihi wa shahbihi wa sallama, walhamdu lillahi rabbil ‘alamin.”

( “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”)

 

Masuk Islam di Masjid Darul Muttaqien

 

Salah satu rakhmat Allah SWT di malam Nisfu Syaban 1442 H, terjadi di masjid Darul Muttaqien kota Pontianak. Seorang anak muda berusia 24 th, mengaku bernama Dodon yang semula non Muslim menyatakan kebulatan hatinya masuk memeluk agama Islam.

Anak muda yang menyebut dirinya berasal dari Kuala Behe, Ngabang, Kabupaten Landak ini, menegaskan berkali-kali, bahwa keinginannya masuk Islam atas kesadaran diri sendiri, tanpa paksaan dari siapa pun dan tanpa motifasi apa pun.

Dia juga meyakinkan, bahwa kedua orangtuanya sudah mengetahui, dan menyerahkan sepenuhnya kepada keinginan anaknya atas keyakinan pilihan hatinya sendiri.

 

Saat Gufron dimbing Ustadz Muhammad Yusuf mengucapkan Dua Kalimah Syahadat, didamping Ketua Masjid – DR Firdaus Jar’in (kanan), dan paling kiri salah satu Imam Masjid ini, HM Hadeli.

Maka usai salat Isya di malam Nisfu Sya’ban ini, disaksikan para pengurus masjid dan pengurus Yayasan Masjid Darul Muttaqien serta ratusan jamaah Muslimin/Muslimah, dibimbing Ustadz DR.Muhammad Yusuf, Dodon mengucapkan dua kalimah syahadat.

Setelah ikrar, Ustadz Muhammad Yusuf mengganti nama Dodon menjadi Gufron Abdullah.

Kini Gufron Abdullah yang mendapat hidayah Allah SWT tersebut perlu bimbingan lebih lanjut, tinggal menunggu proses administrasinya di KUA oleh seksi terkait pada kepengurusan masjid yang beralamat di Jalan Tabrani Akhmad, Kecamatan Pontianak Barat itu.*BNTime

(Visited 34 times, 1 visits today)

Comments are closed.