Habib Abdurakhman Ali Almutahar ajak Tingkatkan Keimanan dengan Memperbaiki Akhlak, Rendah Hati Jangan Sombong


Tausiah Habib Abdurahman Ali Almutahar di Masjid Darul Muttaqien Pontianak, Ahad 14 Maret 2021, malam.
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf, klik A+ di atas

“Habib Abdurakhman Ali Almuthahar, SPd.I, mengajak umat Islam meningkatkan keimanan dengan memperbaiki ahlak, rendah hati dan tidak sombong sebagaimana suri teladan dari Nabi Muhammad SAW.”

HAL tersebut disampaikannya dalam peringatan Isra’ Mi’raj yang bertajuk “Dengan Memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Semoga Keimanan dan Ketaatan Kita kepada Allah SWT makin Meningkat,”  digelar oleh pengurus Masjid Darul Muttaqien, Kota Pontianak, Ahad (30 Rajab 1442 H) bertepatan dengan 14 Maret 2021 malam, ba’da Isya.

Ustadz pada beberapa pondok pesantren yang ada di kota Pontianak itu menyampaikan, Isra’ Mi’raj jangan dipandang atau dinilai dengan akal, tapi dengan iman. Sebab, akal tak akan sampai pada kekuatan keimanan.

Akal tak akan dapat menghitung kecepatan waktu perjuta detik perjalanan Nabi Muhammad SAW untuk bertemu dengan Allah SWT, tanpa ikut serta Malaikat Jibril menemani perjalanannya sampai ke hadapan Allah SWT. “Kecuali terompah atau sandal Nabi Muhammad yang menyertai sampai ke hadapan Allah SWT, untuk menerima langsung wahyu dan amanah Allah SWT guna melaksanakan shalat 50 (limapuluh) waktu dalam sehari semalam,” terang Habib Abdurakhman.

Dalam perjalanan pulang turun ke bumi, Nabi Muhammad bersua dengan Nabi Musa AS. Nabi Musa mengatakan, bahwa umat tak akan mampu melaksanakan shalat sebanyak 50 waktu, maka ia menyaran agar Rasulullah menemui Allah SWT lagi, mohon pengurangan waktu tersebut.

Usul Nabi Musa dapat diterima oleh Rasulullah sampai bolak-balik ke Sidratul Muntaha mohon keringanan dari Allah SWT.

Ketika keringanan oleh Allah SWT diberikan untuk menyembahNYA cukup 5 (lima) waktu saja dalam sehari semalam, Nabi Muhammad menyampaikan kepada Nabi Musa, malu untuk mohon keringanan lagi dan disepakati oleh Nabi Musa AS.

Itulah yang dikerjakan atau dilaksanakan umat Islam dalam sehari semalam hingga akhir zaman, Salat 5 waktu: Isya, Subuh, Lohor (Zuhur), Ashar, Magrib.

Rendah Hati dan Tidak Sombong

 

Pelajaran apa yang dapat ditarik dari pertemuan Nabi Muhammad dengan Nabi Musa dalam proses perjalanan Isra’ Mi’raj Rasulullah tersebut?

“Menunjukkan, bahwa Nabi Muhammad SAW mempunyai sifat rendah hati dan tidak sombong,” ujar Habib Abdurakhman Almutahar.

Ia menguraikan, kalau dibandingkan, maka Nabi Musa jauh di bawah level Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Namun Nabi Muhammad mau mendengarkan masukan dari orang yang jauh lebih rendah derajat kenabiannya.

“Tidak seperti kebanyakan pemimpin atau pejabat-pejabat sekarang yang sombong, mau benar sendiri, mau menang sendiri, tidak mau mendengarkan pendapat orang lain,” teriaknya.

“Jangan”, tegasnya.

Untuk dapat meningkatkan keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT, sesuai dengan tema yang diberikan, maka Habib Abdurakhman Ali Almutahar mengajak untuk memperbaiki akhlak.

“Memperbaiki akhlak itu mudah, kerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT, hindari atau jauhi apa yang dilarang olehNYA”, tegasnya.

“Mudah kan?” katanya.

 

Makmurkan Masjid

 

Habib Abdurakhman Ali Almutahar, juga mengajak untuk terus memakmurkan masjid, sebagai salah satu jalan juga untuk meningkatkan keimanan yang otomatis dapat memperbaiki akhlak.

Tak ada halangan untuk salat berjamah di masjid, termasuk yang bagi yang sakit atau yang kurang sehat, apalagi bagi yang sehat. Semua ada kemudahannya untuk kewajiban mengerjakan salat.

Ia mengingatkan, kewajiban kaum laki-laki, muslimin, untuk salat berjamaah lima waktu di masjid. Makmurkan masjid dengan memperbanyak majelis taklim, pengajian dan sebagainya.

Sedangkan di masa Nabi Muhammad Rasululullah SAW dulu, masjidnya berdinding dan beratapkan pelepah pohon kurma, lantainya tanah pasir. Tapi pengikut Nabi Muhammad terus makin banyak.

“Sekarang, jangan sampai masjidnya megah, full AC, lantainya berlapis permadani empuk, tapi jamaahnya sedikit, tak ada majelis ilmunya”, pesannya.

Demikian antara lain dari sesi dakwah yang disampaikan Habib Abdurakhman Ali Almutahar, SPd.I di Masjid Darul Muttaqien, sekitar hampir 1,5 jam, diikuti muslimin dan muslimah jamaah masjid yang berlokasi di Jalan Tabrani Ahmad, Kelurahan Sungai Jawi Dalam, Pontianak Barat itu. *BNTime

(Visited 22 times, 1 visits today)

Comments are closed.