Ambillah Jalanmu, Tuan


[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf, klik A+ di atas

“Mengapa Habib Rizieq Shihab tidak disenangi oleh yang tidak senang? Jawabannya sudah sangat diketahui publik, karena dia tidak mau duit atau jabatan alias tidak bisa disogok. Lalu mengapa dia begitu ditakuti? Jawabannya pun sudah sangat diketahui umum, karena dia ingin menegakan amar ma’ruf nahi munkar di negara yang ia cintai, lebih dari yang cuma berkoar NKRI harga mati, tapi tidak ada yang berani membantahnya terkait disertasinya yang menyoal Pancasila dan Konsitusi.”

HABIB Rizieq Shihab, cuma punya keinginan yang satu itu tadi, amar ma’ruf  berkibar di republik tercinta ini. Islam jangan dikecam, ulama jangan dianggap sebagai hama, qur’an  jangan dihinakan.

Namun, jika itu terlaksana, korupsi – kolusi bakalan susah berkolaborasi. Maka dimainkanlah fitnah sampai berdarah-darah, menyasar ke soal khilafah. Sementara mereka sendiri tak faham apa itu khilafah apa khalifah yang tengah berjalan  secara salah kaprah dengan teori kekuasaan, Mach Staat.

Dipakailah akal dengan memainkan issu radikal. Sedikit-sedikit radikal anti Pancasila anti NKRI. Maka dimainkanlah persekusi dan kriminalisasi ulama, mulai dari Alfian Tanjung dan lain-lain hingga kekinian Habib Rizieq Shihab dan para sohibnya. Ulama pun ada yang berhasil dicuci otak, terbelah ke sana dan ke sini. Sementara yang kukuh bersanat pada Qur’an dan hadis masuk lingkaran target.

Paling anyar adalah dijebloskannya Habib Rizieq ke balik tembok berjeruji besi dengan pasal yang dicari-cari dan atau ditempeli. Apa yang dikhawatirkan oleh otoritas Arab Saudi terjadi di negeri sendiri, soal kerumunan di tengah issu Corona paling pas kena untuk membolak balik pasal.

Padahal, sehari sebelum meninggalkan Makkah Almukaramah yang tiga tahun lebih dimana ia menenangkan diri,  otoritas Arab Saudi sudah menawarkan ke Rizieq, pilih pulang ke Indonesia atau menetap di Arab Saudi  dengan segala fasilas disediakan. Tak ada cerita cekal-mencekal terkait passport di sana, atau bendera ISIS yang ditempeli di belakang rumahnya di sana. Konon pula fitnah menggalang dana buat ISIS

Ya, apa yang dikhawatirkan pemerintah Arab Saudi benar-benar terjadi, cucu nabi Saidina wa Maulana Muhammad Rasulullah SAW itu diberikan pasal-pasal yang wal ini wal itu wal hantu. Makan nasi bungkus, sementara Joko Tjandra pengempalng uang negara makan enak terhidang di atas meja makan, sebagaimana yang viral di media sosial.

Ulama kharismatik itu lebih memilih pulang ke tanah kelahirannya, Petamburan, Jakarta Pusat, kendati kepala jadi kaki, kaki jadi kepala. Organisasi rujukan penegakan amar ma’ruf nahi munkar yang dibidaninya, FPI  yang berlandaskan UUD ’45 dan Pancasila dibubarkan oleh yang punya kuasa.

Mulai dari gambarnya di spanduk atau baliho tak boleh nampak, dibersihkan aparat atas perintah bapak. Berikut, orangnya yang mesti diselesaikan setelah belasan kali dilindungi Tuhan.

Bukan main-main 6 laskar yang mengawalnya dalam penguntitan sebuah perjalanan malam hari, rela mengorbankan jiwa demi kebesaran sang Imam. Pondok Pesantren yang dikelolanya pun tengah digodok untuk bisa dibumiratakan.

Benar-benar kaki telah menjadi kepala dan kepala menjadi kaki, ketika di lapangan Habib Rizieq ditendang, di persidangan didorong, dipelintir tangannya, dihinakan, dipaksa, untuk mengikuti persidangan online yang ditolak karena ditengarai tidak fair. Sampai-sampai Habib Rizieq bersumpah tidak rela dunia akhirat, diperlakukan seperti itu. Sang Imam pun pasrah, apa pun hukuman bagi dirinya, dia tak perduli. Biar majelis hakim dan JPU berhadapan dengan kursi-meja dan tembok.

Habib Rizieq Shihab telah mengambil jalannya untuk menegakan amar ma’ruf nahi munkar dengan jalan Revolusi Akhlak yang sengaja disalah tafsirkan oleh pihak yang ketar ketir.

Ambillah Jalanmu, Tuan

.

“Ambillah Jalanmu, Tuan”. Saya suka kalimat ini, puitis dan mengena. Tapi itu bukan kalimat saya, hanya saya pinjam sebagai judul artikel ini.

Kalimat tersebut punya Fachri Hamzah, mantan Wakil Ketua DPR-RI, kini politikus Partai Gelora. Dimana penahanan terhadap Habib Rizieq membawa kesedihan bagi para pendukung maupun koleganya. Apalagi, Habib Rizieq terlihat mengenakan rompi oranye dan tangan diikat borgol plastik saat dibawa menuju Rutan Narkoba Polda Metro Jaya.

Kesedihan dan keprihatinan rupanya juga dirasakan politikus Partai Gelora, Fahri Hamzah. Mantan Wakil Ketua DPR itu menuliskan perasaannya di akun Twitternya, @Fahrihamzah tak lama setelah Habib Rizieq ditahan, Minggu (13/12/2020) dinihari.

“Tuan, Aku menyaksikanmu pergi dini hari dengan sebuah kendaraan berjeruji besi..singkat sekali, tak sempat kau menoleh..hanya tangan kau angkat terikat sebuah pita putih keras..terlihat berniat membelenggumu…kau berjalan cepat…dan kendaraan itu melesat…cepat sekali..,” cuitnya.

Baca Artikel terkait sebelumnya : Sedih Habib Rizieq Ditahan, Fahri Hamzah menulis: Ambillah Jalanmu Tuan

 

.

Jika dirangkum menurut kaedah puisi, begini susunan cuitannya :

Ambillah Jalanmu, Tuan

.

Tuan, sekejap kau tak terlihat lagi oleh pandangan mata

kau pergi entah kemana

tak jelas bagiku

tak ada yang bisa aku tanya

maka aku berdoa

kiranya Allah menjaga perjalananmu

karena seperti sering kau katakan

rencana manusia tak seberapa tapi rencana Allah segalanya

 

Tuan, sering kudengar kau katakan

boleh jadi kita tak suka tapi mungkin itu baik

sementara boleh jadi kita suka

padahal itu mungkin buruk

maka aku pasrahkan pada Allah

hidupmu dan hidup semua musuh-musuhmu pun Allah yg mengetahuinya

aku yakin itulah jalanmu kini

 

Tuan, Setiap orang punya takdir

seriap orang punya jalan

ambillah jalanmu tuan

aku pun punya jalan

dan aku bertanggungjawab dunia akhirat

untuk melakoninya dengan baik

dengan penuh ikhlas dan gagah berani

akan aku pertanggungjawabkan semua kata dan perbuatanku

 

Tuan, marilah kita bertarung dengan gagah berani

angkara murka selalu ada

dan mencari musuhnya di setiap celah sejarah

aku telah putuskan bertarung melawan tirani

dan penindasan sampai akhir masaku

untuk keadilan dan persamaan

kita akan bertemu

kita akan bersatu

 

Tuan

malam ini kita berpisah

tak sempat aku bertemu

dan tak sempat kau mengucap salam

tapi dari jauh aku dengar semua harapan

bahwa kau akan kuat dan sabar melawan cobaan

manusia punya rencana

tapi rencana Allah adalah yang terbaik

 

Jika Fahri Hamzah menuangkan kesedihan hatinya ke dalam puisinya itu, maka politisi Partai Gerindra – Fadli Zon, mengajak masyarakat Indonesia untuk menyaksikan perjalanan bangsa ke depan. Dia berharap masih ada keadilan dan keberadaban.

“Saya ikut mendoakan Habib RizieqShihab, sebagai seorang ulama pemberani yang menyuarakan kebenaran di tengah fitnah, kemunafikan dan kebiadaban,” tulisnya di twitter resminya, @fadlizon, Sabtu (12/12/2020) pukul 14.19 WIB.

Baca : Fadli Zon: Kini Bisa Kita Lihat, Siapa yang Beradab, Siapa yang Biadab, Rizieq Shihab Ulama Pemberani di Tengah Fitnah

.

“Kini bisa kita lihat dg terang benderang: siapa yg adil siapa yg dzalim; siapa yg beradab siapa yg biadab; siapa yg cinta damai siapa yg cari keributan; siapa yg arogan siapa yg rendah hati; siapa yg berjuang utk umat/rakyat n siapa yg khianat,” tulis Fadli Zon.

Ya, kita kini memang tengah menunggu rencana Allah. Apa yang akan terjadi berikutnya, hanya Allah SWT yang maha tahu dengan segala kebesaranNYA.

Bigitu pula, kita, bahkan Habib Rizieq Shihab sendiri, tidak pernah tahu apa yang bakal terjadi di negeri ini setelah ucapannya atas perlakuan terhadap dirinya, “Tidak Rela Dunia Akhirat”, ainul yakin, tunggulah ! *BNTime (Pontianak, 240321, 17.00 WIB)

(Visited 23 times, 1 visits today)

Comments are closed.