Serangan Balik Din Syamsudin Bikin GAR ITB Kelabakan Selamatkan Jubir Istana Fajroel Rachman


Spanduk Muhammadiyah di Bandung, Bubarkan GAR ITB (kiriman/WAGrup)
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf klik A+ di atas

“Kuasa hukum Prof Din Syamsudin dari Majelis Hukum dan HAM (MHH) PP Muhammadiyah dikabarkan kunjungi Kantor KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara) pada Senin (22 Februari 2021). Kunjungan dimaksudkan guna  mendapatkan informasi terkait laporan GAR ITB (Gerakan Anti Radikalisme alumni Institut Teknologi Bandung) terhadap Din atas tuduhan merupakan tokoh Radikal.”

MENURUT Koordinator Tim Advokasi MHH Gufroni kepada MMC, Minggu (21/2-2021) yang dikutip Sindonews, kunjungan ke KASN adalah bagian dari upaya tim advokasi MHH untuk mendapatkan klarifikasi terkait adanya tuduhan radikal oleh GAR ITB sebagaimana ramai diberitakan.

“Permintaan klarifikasi kepada Ketua KASN penting dilakukan untuk menjernihkan suasana baik di internal persyarikatan maupun masyarakat luas,” kata Gufroni.

Sebelumnya, pada Jumat 19 Februari 2021, tim advokat pada MHH PP Muhammadiyah menyambangi kediaman Din Syamsuddin. Din berkenan menerima bantuan advokasi dengan menandatangani surat kuasa.

“Melalui surat kuasa tersebut Tim Advokat Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah akan segera mengambil langkah hukum baik kepada GAR ITB maupun KASN serta pihak-pihak lain yang terkait, sehingga mengesankan pandangan kritis Prof Din sebagai bentuk sikap radikal,” jelas Gufroni.

Tim Advokat MHH akan melakukan langkah hukum yang tersedia guna mendapat data dan fakta yang seterang-terangnya atas tuduhan yang tidak mendasar kepada Din Syamsuddin. Salah satunya akan meminta informasi terkait surat GAR ITB yang dimaksud kepada KASN dan langkah hukum lainnya yang dirasa perlu.

“Tim Advokat juga meminta kepada GAR ITB agar menarik surat yang dilayangkan ke KASN dan meminta maaf secara terbuka kepada Prof Din, sebagai upaya penyelesaian damai yang bermartabat, dan menghentikan kegaduhan yang telah ditimbulkannya serta bersama komponen bangsa yang lain, kembali fokus pada upaya penanggulangan pandemi Covid-19 agar dapat segera tertangani, dan bangsa ini kembali dalam semangat kebersamaan mewujudkan Indonesia yang sejatera bermartabat dan berkeadilan,” tutup Gufroni.

Seperti diketahui, kelompok GAR yang mengaitkan nama ITB karena merasa alumni dari perguruan tinggi terkemuka itu, telah membuat kegaduhan tak masuk di akan alias mengada-aga yang mengundang banyak reaksi pro Din Syamsudin. Tak Cuma dari kalangan umat Islam, tak terkecuali dari Pemuda Kristen dan kalangan persatuan WNI Tionghoa, juga Baitul Muslim Indonesia (Bamusi) yang merupakan sayap PDIP mengecam keras GAR ITB.

Sementara Menkopolhukam Machfud MD dengan tegas menyatakan: Pemerintah Tidak Pernah Menganggap Din Syamsudin Radikal atau Radikalisme.

Baca semua berita menarik terkait pembulian Prof Din Syamsudin:

* Menyaru Pakai Mukenah, Inilah Sosok Perempuan Islamfobia GAR ITB yang Laporkan Din Syamsudin, Netizen Bilang “nggak heran”

* Dituduh Radikal, Din Syamsudin: GAR-ITB adalah Pion dari Kelompok yang Tidak Suka Islam

* Babak Baru Soal Din Syamsudin Radikal: Kini GAR ITB vs Machfud MD

* Ancaman Pemuda Muhammadiyah bikin GAR-ITB Makin Terpojok, Natalius Pigai: Itu untuk Membenamkan Karakter Din Syamsudin

* Guspardi Anggota DPR-RI: GAR ITB Laporkan Din Syamsudin itu Pencemaran Nama Baik, Mahfud MD: Pemerintah Tak Akan Proses Laporan itu

* Ini Kecaman Keras MUI ke GAR-ITB Soal Din Syamsudin ‘Radikalis’

* Laporkan Bang Din ‘Radikal’, Kelompok Orang Pintar Alumni ITB Dikecam Banyak Tokoh

Din Syamsudin sendiri menganggap tuduhan atas dirinya radikal merupakan perkara kecil.  Din menyebut GAR ITB pion dari mereka yang tak suka Islam. “Ada sesuatu yang besar dibaliknya”, ujar Bang Din tanpa menyebut nama.

Namun salah seorang aktivis GAR ITB, Nelson Napitupulu sempat mengungkap kepada wartawan, bahwa Jubir (Juru Bicara) Presiden Jokowi (Joko Widodo),  Fadjroel Rachman merupakan anggota aktif Gerakan Anti Radikalisme Institut Teknologi Bandung (GAR-ITB), dan anggota tetap di WAGrup GAR ITB.

Fajroel Rachman, Jubir Kepresidenan (cnn)

Ungkapan tersebut bahkan dari kalangan Muhammadiyah ada yang menyebut Fajroel Rachman yang orang dalam Istana tersebut sebagai “kakak pembina” GAR ITB.

Namun juru bicara GAR ITB, Shinta Madesari Hudiarto mengatakan, Senin (15 Februari 2021), juru bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman bukan anggota mereka. Akan tetapi Shinta mengakui, sebelum GAR ITB terbentuk, Fadjroel memang pernah tergabung dalam petisi menolak calon Majelis Wali Amanat ITB pada 2018 yang bermula dari perbincangan alumni ITB di sebuah grup Whatsapp.

Sebelumnya, Fadjroel Rachman disebut-sebut aktif di GAR ITB yang  melaporkan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin ke Komisi Aparatur Sipil Negara. Fajroel sempat kelabakan sebelum ada klarifikas dari tokoh sentral GAR ITB, Shinta Madesari Hurianto tersebut.

Klop, dugaan Din Syamsudin mengatakan ada kekuatan besar di balik pelaporan dirinya dituduh radikal, dan disebut kalangan Muhammadiyah kekuatan besar itu sebagai “kakak pembina” GAR ITB.*BNTime

(Visited 40 times, 1 visits today)

Comments are closed.