Para Pemuda ini Nekat Mau Laporkan Presiden Jokowi ke Polisi terkait Peristiwa Firal di Video ini,, Begini Suara dari Istana


[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf Klik A+ di atas

“Ketua Bidang Politik dan Kebijakan Publik Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Islam (GPI) – Eko Saputra, menyayangkan terjadinya kerumunan massa saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT).”

EKO pun menyayangkan sikap Gubernur NTT yang tidak melarang dan atau membubarkan kerumunan massa yang datang dengan antusiasme tinggi dalam kunjungan kerja Presiden tersebut.

“Presiden harusnya memberikan contoh tauladan kepada seluruh pejabat dan instansi lainnya yang dipimpinnya. Justru malah memberikan contoh buruk hanya demi pencitraan,” ujarnya dalam keteranganya, Rabu, 24 Februari 2021.

“Seharusnya ini di sikapi dengan bijak dan di bubarkan seperti halnya kerumunan lainnya,” tandasnya.

Berdasarkan kerumunan yang terjadi saat kunker tersebut, ia menyimpulkan secara tidak langsung Presiden sudah melanggar Pasal 93 UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan serta UU 4/1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Untuk itu, Eko berencana membuat laporan polisi (LP) terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi ke Mabes Polri.

Pelaporan ini, sekaligus dimanfaatkan Eko untuk menguji komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yakni hukum tidak dijadikan alat kekuasaan dan hukum berkeadilan tidak tajam ke bawah namun tumpul ke atas.

“Kami akan membuat laporan resmi ke Mabes Polri terkait pelanggaran Protokol Kesehatan yang di lakukan oleh Presiden Joko Widodo dan berharap semoga masih ada keadilan dan ketegasan hukum di negeri ini sebagaimana janji dari Kapolri Jenderal Sigit.”

“Hukum jangan cuma di jadikan mainan dan alat kekuasaan saja. Harus merata bagi semua warga negara. Tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” tandasnya.

Suara dari Istana Negara

Diketahui, bahwa kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak jadi sorotan publik karena menimbulkan kerumunan massa. Aksi Jokowi pada Selasa 23 Februari 2021 itu menuai kritik lantaran dianggap melanggar protokol kesehatan Covid-19. .

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, segera memberikan penjelasan terkait video viral Presiden Jokowi itu. Menurutnya, masyarakat sudah sedari awal berjejer di sepanjang jalan dari Bandara Frans Seda Maumere sampai ke Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka untuk menyambut Presiden Jokowi. .

(Pikiran Rakyat)

Bey Machmudin mengatakan Presiden Jokowi tidak cuma sekedar menyapa kerumunan massa ketika muncul di atap mobil. Jokowi juga berupanya mengingatkan kerumunan massa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.*BNTime/GMNC/PR

(Visited 43 times, 1 visits today)

Comments are closed.