Misteri Penyakit yang Merenggut Nyawa Ustadz Maher Bikin Penasaran, Irjen Pol Argo: Tim dokter yang Lebih Tahu


Ustadz Maaher (Kompas)
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf, klik A+ di atas

 

 “Kematian Ustadz Maaher At-Thuwallibi alias Soni Eranata di Rutan Bareskrim Polri, menyisakan misteri bagi banyak kalangan. Pasalnya, pihak Polri tidak memberikan keterangan transparan ikhwal penyakit yang menyebabkan sang ustadz meregang nyawa.”

 DIKETAHUI, Ustadz Maaher mengembuskan nafas terakhirnya pada hari Minggu (7 Februari) malam sekitar jam 19.00 WIB.

 Kabar duka bagi umat Islam tersebut, dalam hitungan menit menyebar di berbagai media sosial yang disertai doa semoga husnul khatimah.

 Mantan Kuasa Hukum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar membeberkan kabar, bahwa Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata meninggal dunia di Rutan Bareskrim Polri.

 Aziz saat itu menyebut, Maaher meninggal dunia beberapa menit yang lalu karena sakit. Namun dia menduga tersangka kasus ujaran kebencian itu tidak mendapatkan penanganan medis yang baik selama ditahan.

“Diduga karena sakit dan diduga tidak dapat penanganan dengan baik oleh rezim,” kata Aziz.

Artikel terkait: BARU SAJA. Satu lagi Ulama Meninggal, Kali ini Ustadz Maaher Meninggal di Rutan Bareskrim, Azis: Diduga Tidak Dapat Penanganan Dengan Baik oleh Rezim

Baca Juga : Ini Penjelasan Polri, Ustad Maheer Meninggal di Rutan Bareskrim. Wakil Ketua MPR Minta Polri Transparan

 

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono membenarkan kabar meninggalnya Maheer At-Thuwailibi alias Soni Eranata di Rutan Bareskrim Polri.

“Benar karena sakit,” ungkapnya saat dikonfirmasi awak media, Senin (8/2-2021).

Sebelumnya, pihak keluarga ybs. pernah mohon pembantaran atau penangguhan penahanan bagi tersangka Ustadz Maaher guna perawatan intensif di RS Ummi atas penyakitnya.

Pada Senin 28 Desember 2020, Iqlima Ayu, istri Maaher At-Thuwailibi menyambangi Kantor Bareskrim Polri untuk mengajukan penangguhan penahanan terhadap suaminya yang ditahan polisi karena kasus dugaan ujaran kebencian atau penghinaan kepada Habib Luthfi Binyahya bin Ali Binyahya

Dia berharap, Maaher dapat dibebaskan setelah pihaknya menjaminkan diri sebagai upaya penangguhan penahanan kepada penyidik Bareskrim Polri.

Bahkan permohonan penangguhan oleh 9 Kiyai juga tak dikabulkan Polisi

Upaya pengajuan penangguhan penahanan Maaher At-Thuwailibi juga dilakukan oleh sembilan kiai, yakni Kiai Zaenal Arifin, Kiai Barkah, Kiai Siroj Ronggolawe, Kiai Abd Mudjib, Kiai Saifudin Aman, Kiai Marzuqi, Gus Ismail, Muhammad Rofi’i Mukhlis dan Gus Mustain Pada awal Desember 2020,

Djuju membenarkan, ustadz Maaher meninggal dunia dalam kondisi tengah menderita sakit. Kendati demikian, dia tak menyebut apa penyakit yang idap kliennya itu.

Kepala Divisi Humas Polri – Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, perkara Ustadz Maaher masuk tahap 2 dan sudah diserahkan ke kejaksaan. Sebelum tahap 2 (barang bukti dan tersangka diserahkan ke jaksa), Maaher mengeluh sakit. Kemudian petugas rutan termasuk tim dokter membawanya ke RS Polri Kramat Jati.

“Setelah diobati dan dinyatakan sembuh yang bersangkutan dibawa lagi ke Rutan Bareskrim,” kata Argo saat dikonformasi, Senin (8/2-2021) di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Setelah tahap 2 selesai, dimana barang bukti dan tersangka diserahkan ke jaksa, kata Argo, Maaher kembali mengeluh sakit. Lagi-lagi petugas Rutan dan tim dokter menyarankan agar dibawa ke RS Polri, tapi yang bersangkutan tidak mau sampai akhirnya meninggal dunia.

“Soal sakitnya apa, tim dokter yang lebih tahu. Jadi perkara Ustadz Maaher ini sudah masuk tahap 2 dan menjadi tahanan jaksa,” tambah Argo.

Kuasa hukum Ustadz Maheer At-Thuwailibi atau Soni Eranata, Djuju Purwantoro menyebut, pihaknya sempat meminta kliennya dilakukan perawatan di rumah sakit (RS) Ummi, Bogor, Jawa Barat, karena rekam medis penyakitnya ada di RS Ummi. Tapi tak diperkenankan

Kadiv Humas Mabes Polri – Irjen Argo Yuwono, menyebut alasan pihaknya merahasiakan penyakit Ustad Maaher At-Thuwailibi atau Soni Eranata.

Jika penyakit yang diderita Maaher diungkap, maka akan mencoreng nama baik keluarga Maaher. Maka pihaknya tidak bisa mengungkapkan penyakit yang diderita Maaher, bisa mempermalukan pihak keluarga almarhum.

Apa gerangan misteri penyakit yang disebut dapat mempermalukan keluarga almarhum Ustadz Maaher tersebut? Hal ini membuat penasaran masyarakat untuk mengetahuinya, sementara penggalangan dana umat sukarela buat keluarga almarhum, dikabarkan terus berlangsung sebagai tali asih tanda turut berduka cita.*BNTime

(Visited 28 times, 1 visits today)

Comments are closed.