Menyaru Pakai Mukenah, Inilah Sosok Perempuan Islamfobia GAR ITB yang Laporkan Din Syamsudin, Netizen Bilang “nggak heran”


Si Dua Muka Shinta Hudiarto
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf, klik A+ di atas

 

“Publik dan khususnya warga neti penasaran, siapa sosok yang begitu getol dan berkelit melaporkan guru besar IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof DR Din Syamsudin ke KASN dan BAKN. Ternyata dia seorang perempuan alumni ITB yang memanfaatkan GAR ITB sebagai tameng. Sepak terjangnya disebut netizen  ‘nggak heran’ jika dia ngotot menghujat tokoh nasional yang kritis itu.”

BERTAMENGKAN pada Gerakan Anti Radikal alumni Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) mereka beraksi mengupas dan mengelupas siapa saja yang tak disukai. Sementara dikabarkan, puluhan alumni yang berada di dalam GAR ITB merasa nama kelompok sekaligus almamaternya atau  dicatut. Alumni tak tahu menahu dengan sepak terjang oknum pelaku yang mengatasnamakan GAR ITB. Salah satu ketidak tahuan itu dikemukan, karena tak diajak atau tak diberitahu sebelumnya, non diskusi.

Mereka baru tahu setelah adanya hiruk-pikuk pelaporan yang viral terhadap tokoh islam moderat, Prof Din Syamsudin – guru besar IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta dan tokoh Muhammadiyah itu.

Terungkap nama Shinta Maderi Hurianto sebagai sosok sentral dalam aksi pelaporan terhadap Din,  setelah Shinta disebut di berbagai  pemberitaan merupakan Jubir (juru bicara) GAR ITB.

Unggahan-unggahan liar Shinta di media social tersebar terkait pelaporan terhadap Din,

“Liat FBnya orang GAR ITB Hmmm nggak heran,” tulis @Ridwanhr

“Setelah ngintip beberapa postingannya, pemikiran doi gak jauh beda sama akun2 buzzer yang di bionya tertulis “Pro NKRI” Bahkan untuk kasus aisha weddinng pun doi terkesan sumbu pendek. Telat info kalau itu kemungkinan besar hasil rekayasa,” tulis @freddyvanhalen.

Beredar di medsos foto dua wajah Shinta Hurianto yang diteruskan berkali-kali dalam desain gambar menjadi satu dilay out dari atas ke bawah. Foto atas, Shinta memakai mukenah dengan narasi  yang antara lain dieruskan oleh 085393xxxxxx: Shinta Hudiarto, Ketua GAR ITB, Nasrani tapi pake mukenah. Sementara pada gambar yang di bawah, Sering ngirim karangan bunga yang gak jelas.

Dari kronologi kebencian GAR ITB terhadap Din Syamsudin, sebenarnya sudah berlangsung sejak jelang akhir 2020. Din Syamsuddin dilaporkan ke KASN paratur Sipil Negara)  dan BKN (Badan Kepegawaian Negara) pada 28 Oktober 2020.

Pada 24 November 2020 KASN melimpahkan kasus tersebut kepada Satuan Tugas Radikalisme SKB 11 Menteri,  19 Januari 2021, GAR ITB menanyakan kepada Satgas ihwal perkembangan penanganan kasusnya,

Kemudian pada 28 Januari 2021, GAR ITB mengirim surat kepada KASN dan meminta keputusan terkait aspek disiplin PNS terhadap Din Syamsuddin kendati kasusnya sudah dilimpahkan kepada Satgas.

Salah seorang anggota GAR ITB, Nelson Napitupulu, juga berkelit terkait pelaporan terhadap Din, bukan karena radikalisme. Namun, Din dianggap telah melanggar UU ASN karena telah berpolitik.

“Ya, kan ada mendirikan KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan  Indonesia, Red.), menentang pemerintah, itu kan tidak boleh, ada UU-nya, sebagai ASN. Kalau dia sebagai profesional non-ASN, ya, boleh boleh saja. Kedua, dia adalah MWA ITB. Ini kenapa dia yang diprotes, disampaikan pengaduan, karena menyangkut ITB, kan GAR ini ITB centre, jadi memperterang hal hal yang terjadi di ITB, din syamsuddin itu MWA (Majelis Wali Amanat,Red.) ITB,” kata Nelson.

“Jadi yang kita persoalkan di sana, seorang anggota MWA yang adalah ASN melakukan praktik politik praktis, termasuk menghasut, menebar hoaks,” anggapnya. terkait bukan karena radikalisme. Namun, Din dianggap telah melanggar UU ASN karena telah berpolitik.

Sejumlah tokoh nasional kemudian turut berkomentar, pasang badan buat Din Syamsudin terkait tudingan yang dibawa berkelit itu.

Dikait-kaitkannya kegiatan Din Syamsudin dengan KAMI, membuat terang akan hal pernyataan tokoh kritis ini, bahwa GAR ITB adalah pion dari kelompok yang tidak suka Islam.

(Baca artikel terkait : Dituduh Radikal, Din Syamsudin: GAR-ITB adalah Pion dari Kelompok yang Tidak Suka Islam)

 

Sebelumnya Din menyebut; “Bahwa sesungguhnya perkara (persoalan, Red.) tersebut kecil, tapi ada sesuatu yang besar di baliknya”, ujar Bang Din terkait Islampobia Shinta Maderi Hurianto Cs.

“Besar kemungkinan bahwa mereka ini pion-pion dari mungkin kelompok-kelompok kepentingan lain di luarnya, yang berdimensi tidak suka kepada Islam. Ini analisa akademik ya, saya tidak mengumbar kebencian, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Tawaf dalam postingan Shinta Hurianto

Merujuk pada analisis Din Syamsudin yang bisa dipertanggungjawabkan tersebut, redaksi mengintip dinding akun Facebook, salah satu postingan Shinta Hudiarto dengan ilustrasi gambar Ka’bah; “Gorengan netijen bumi datar ga abis2 ya…. Kebencian mereka pada pemerintah top bgt lah…. full pokoknya hate speech , bully, hoax dan fitnah.

Bisa kebayang kalau mereka berkuasa ? Siapapun yang berbeda dg mereka akan dikeroyok habis2an, direndahkan habis2an, diobok2 kehidupan pribadinya.

Jaga negeri ini, kalau nggak mau negeri ini hancur di tangan mereka !!

Sementara itu kalangan civitas akademika menyebut GAR ITB tak ada hubungannya dengan kampus. Jadi jangan dikait-kaitkan dengan ITB. *BNTime (berbagai sumber) 

(Visited 37 times, 1 visits today)

Comments are closed.