Dituduh Radikal, Din Syamsudin: GAR-ITB adalah Pion dari Kelompok yang Tidak Suka Islam


GAR ITB pion siapa??
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf, klik A+ di atas

“Prof Dr Sirajudin Syamsudin yang akrab dengan sebutan nama Din Syamsudin, awalnya tak ambil pusing pada tuduhan yang dilancarkan GAR-ITB – bahwa  dirinya radikali.”

DIN enggan menanggapi atau mengomentari tuduhan yang menyakitkan tersebut.

“Tak usah dulu. Salam”, kata Din melalui pesan singkat, Senin (15 Februari 2021). Padahal gelegar tuduhan sudah berjalan beberapa hari dan dikanter dukungan moril banyak pihak serta belasan ribu petisi netizen.

 

Agaknya aksi diam tanpa komentar dari guru besar FISIP UIN Jakarta itu bukan berarti diam tak berbuat. Tokoh Muhammadiyah yang punya seabreg jabatan atau kedudukan di berbagai organisasi nasional maupun internasional ini, diam-diam melakukan pengamatan dan analisis, ada apa gerangan dirinya mau dipecundang kelompok Gerakan Anti Radikal alumni Instut Teknologi Bandung (GAR-ITB).

Sampai akhirnya Bang Din angkat bicara melalui tayangan kanal You Tube inPrime Chanel, Selasa (16 Februari 2021) yang dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com

Dia mengatakan, bahwa sesungguhnya perkara (persoalan, Red.) tersebut kecil, tapi ada sesuatu yang besar di baliknya.

 

Artikel terkait : Babak Baru Soal Din Syamsudin Radikal: Kini GAR ITB vs Machfud MD

 

“Sebenarnya kasus ini tanpa mengecilkan, bagi saya adalah kecil. Namun, di belakangnya besar,” kata Din Syamsuddin.

Karena kelompok yang menama dirikan GAR ini tidak mewakili seluruh alumni ITB dan tidak mengundang reaksi dari internal kampus, baik mahasiwa, dosen, guru besar, dan lain sebagainya,” sambungnya.

Din Syamsuddin pun mengungkapkan bahwa dia masih bisa mengontrol permasalahan itu, karena dia menilai apa yang dilakukan GAR ITB kurang cerdas.

“Masalah ini terus terang cotrolable, dapat diatasi, karena saya sebagai ilmuwan dan akademisi juga tahu, apa yang mereka lakukan itu kurang cerdas, kurang pintar, terlalu didorong semangat,” kata Din Syamsuddin.

Tak hanya itu, Din Syamsuddin juga menduga kemungkinan besar GAR ITB hanyalah pion-pion yang digunakan kelompok tertentu.

“Besar kemungkinan bahwa mereka ini pion-pion dari mungkin kelompok-kelompok kepentingan lain di luarnya, yang berdimensi tidak suka kepada Islam. Ini analisa akademik ya, saya tidak mengumbar kebencian, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Din Syamsuddin lantas menyebut bahwa selain dirinya, masih ada lagi beberapa orang yang digugat oleh GAR ITB. Mereka adalah CEO Wardah, Nurhayati Subakat, karena memberi beasiswa untuk mahasiswa ITB yang beragama Islam, dan salah seorang Dekan ITB karena pernah bersimpati pada PKS.

Jadi kelompok ini ada nuansa fobia terhadap Islam. Namun sebagai pengamat politik, saya menengarai, ada juga kemungkinan link dengan tokoh-tokoh pejabat-pejabat yang berada di ring dekat Istana,” kata Din Syamsuddin.

Analisa Din Syamsuddin itu semakin diperkuat dengan terungkapnya Jubir Presiden, Fadjroel Rachman yang diduga merupakan anggota aktif GAR ITB, dan juga pernah meminta dirinya dipecat dari Majelis Wali Amanat (MWA) ITB.

Din Syamsuddin pun mengungkapkan bahwa selain dukungan, dirinya juga menerima berbagai analisis terkait masalahnya, tentu ada yang dapat disepakati dan ada yang tidak.

“Yang dapat disepakati, ini adalah hanya ingin mengetes sejauh mana tokoh-tokoh Islam punya pengaruh, sejauah mana umat Islam itu terkonsolidasi, sejauh mana Muhammadiyah itu solid,” ucapnya.

“Mereka ingin mengetes, kalau sampai hasilnya, umat Islam dan ormas Islam tidak bergerak apa-apa, diam saja, maka catatan bagi mereka,” ujar Din Syamsuddin.

Sebelumnya Din Syamsuddin sebagai Guru Besar UIN dilaporkan oleh GAR ITB ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dengan alasan indisipliner, melanggara aturan atau kode etik prilaku ASN. Din dinilai bersikap konfrontatif terhadap lembaga negara dan keputusannya. *BNTime/PR

(Visited 28 times, 1 visits today)

Comments are closed.