Astarfirullah, Din Syamsudin Ditarget GAR ITB Dalam Proyek “Tangkap Dins” Bernilai Rp.50 Juta


Tihree in one pempilan Shinta Hudiarto,foto atas (Kemenpanrb)( dan bawah WAgroup),kolase bntime.
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf, klik A+ di atas

“Gerakan penggiringan dan atau upaya ke arah untuk dapat mempidanakan Prof Din Syamsudin, ternyata merupakan proyek yang diinisiasi oleh GAR ITB (Gerakan Anti Radikal alumni ITB) yang rata-rata berasal dari angkatan 1973/1974.”

DIN SYAMSUDIN dikenal sebagai tokoh nasional karena aktifitasnya di Muhammadiyah, MUI, ICMI dan lainnya juga guru besar di IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, serta giat mengkampanyekan uhuah Islamiyah dan uhuah insaniyah moderat berskala internasional.

Seperti diketahui dalam sepekan terakhir, Din Syamsudin ramai jadi perbincangan karena dibully kelompok tak berstruktur organisasi yang menamakan diri GAR ITB (Gerakan Anti Radikal alumni Institut Teknologi Bandung).

Aksi mereka dengan melaporkan Din Syamsudin ke KASN dan BAKN sebagai ASN denga menyinggung keberadaannya di KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia), disebut Din Syamsudin dalam responnya, bahwa mereka (GAR ITB) kurang crdas, pion dari Kelompok yang Tidak Suka Islam.

Artikel terkait : Dituduh Radikal, Din Syamsudin: GAR-ITB adalah Pion dari Kelompok yang Tidak Suka Islam

 

 

Awal-awal pembulian, anggota DPR-RI politisi Partai Gerindra, Fadli Zon menanggapi, bahwa GAR-ITB kurang refrensi. Berikutnya sejumlah elemen masyarakat termasuk ulama dari luar negeri mengecam habis GAR ITB yang dimotori oleh Shinta Hurianto.

Imam Besar pada Islamic Center of New York, Muhammad Shamsi Ali mengecam GAR ITB, kelompok alumni yang melakukan pelaporan terhadap ilmuan atau kalangan akademisi yang dianggap berbeda pandangan.

Di Amerika, tutur Shamsi, tidak ada semacam gerakan antiradikalisme terutama di sebuah institusi pendidikan. Justeru di dunia kampus di Amerika malah didorong memiliki sikap kritis.

Pihak ITB sendiri melalui Kepala Biro Humas dan Komunikasi ITB, Naomi Sianturi sudah menegaskan, adanya elemen masyarakat yang mengatasnamakan Gerakan Antiradikalisme Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) bukan organisasi resmi di bawah naungan ITB.

Pemerintah sendiri memastikan tidak akan terbawa arus mempecundang professor moderat itu.

Baca Artikel terkait: Guspardi Anggota DPR-RI: GAR ITB Laporkan Din Syamsudin itu Pencemaran Nama Baik, Mahfud MD: Pemerintah Tak Akan Proses Laporan itu

 

 

Mahfud menegaskan pemerintah tidak pernah menganggap Din Syamsuddin  ini radikal atau penganut radikalis.

Mahfud menyatakan, bahwa Din Syamsuddin yang merupakan dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan tokoh Muhammadiyah, dikenal sebagai salah satu tokoh yang mengkampanyekan bahwa NKRI berdasar Pancasila sejalan dengan Islam, @mohmahfudmd, Sabtu (13/2-2021.

Ditarget dalam Proyek Dins

Di lain sisi tangkapan layar BNTime dua hari terakhir, beredar di media sosial bocoran dua lembar rekapitulasi aliran dana untuk pembullian Din Syamsudin. Terbongkarlah kalau ternyata Din Syamsudin dijadikan proyek politik dangkal, diberi nama Proyek Dins.

Dalam rekap di atas kertas berlogo ITB  Gerakan Anti Radikalisme Alumni Institut Teknologi Bandung, berkepala ikhwal Laporan Keuangan Proyek DinS Tanggal 1 Februari 2021 tanpa tanda tangan penanggungjawab.

Laporan Keuangan Dana Proyek DinS atraksi GAR ITB

GAR ITB yang mengklaim punya anggota alumni ITB sebanyak 1777 itu memulai laporannya tentang PEMASUKAN PROYEK: Donasi Individual dari 71 orang alumni ITB Rp.41.834.579, Donasi komunitas dari para alumni ITB Angkatan 1973 Rp.8451.082, Pendapatan Bunga Tabungan Rp.35.399,48. Total pemasukan Rp.50,321,060,48.

Dilihat dari adanya bunga Bank tersebut, berarti gerakan GAR ITB untuk menyikat ITB sudah dipersiapkan sejak lama, Memang diketahui GAR ITB melaporkan targetnya ke KASN sejak melapor pada 28 Oktober 2020.

Biaya pengeluaran mereka antara lain untuk pemasangan dan penjagaan spanduk PECAT DS, rilis dan surat terbuka GAR tentang Dins dan siaran pers, laporan dan operasionil tentang PNS Dins dan lain-lain. Ada juga 3 papan bunga “Dukung Brimob Polri”, dan 1 papan bunga “Dukung Polda Metro Jaya”, 3 buah spanduk “Selamat Hari Natal”, dan ada pula 1 papan bunga “Dukung Menkopolhukam”.

Total pengeluaran untuk menggulingkan Prof Din Syamsudin Rp.35,550,679.89.

Masih ada saldo lho Rp.14,770,380,59, buat beli nasi kotak. *BNTime

(Visited 24 times, 1 visits today)

Comments are closed.