Ancaman Pemuda Muhammadiyah bikin GAR-ITB Makin Terpojok, Natalius Pigai: Itu untuk Membenamkan Karakter Din Syamsudin


Yang dituding balik kurang literasi dan mengada-ada (karikatur)
[ A+ ] /[ A- ]

Perbesar huruf, klik A+ di atas

“Tranding topic hal-ihwal tuduhan radikalis yang dialamatkan kepada Prof DR Din Syamsudin, makin berkembang dengan tambah banyak dukungan moril buat sang Profesor. Diam-diam, datang pula empati dari kalangan warga WNI keturunan China dan beberapa elemen masyarakat lainnya.”

BELUM tercium adanya reaksi atas imbauan MUI agar GAR menyabut laporannya dan minta maaf kepada terlapor, Din Syamsudin, sementara PP Muhammadiyah mengeluarkan ancaman.

Ketua Hukum dan HAM Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Razikin, mengancam akan melakukan tindakan hukum apabila Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB (GAR ITB) tetap tak bergeming untuk menyabut laporannya. Pihaknya memberikan waktu kepada kelompok pelapor untuk menyabut laporan di Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). terhadap Prof Din Syamsuddin

“Kami meminta secara tegas agar pihak GAR ITB segera mencabut laporannya dan meminta maaf kepada Prof Din Syamsudin,” ucap Razikin kepada awak media, Jumat (12/2-2021). Namun hingga kini, GAR-ITB masih tak bergeming.

Baca Artikel terkait : *Laporkan Bang Din ‘Radikal’, Kelompok Orang Pintar Alumni ITB Dikecam Banyak Tokoh

*Ini Kecaman Keras MUI ke GAR-ITB Soal Din Syamsudin ‘Radikalis’

*Guspardi Anggota DPR-RI: GAR ITB Laporkan Din Syamsudin itu Pencemaran Nama Baik, Mahfud MD: Pemerintah Tak Akan Proses Laporan itu

 

Seperti diketahui, Din Syamsuddin  dilaporkan GAR ITB kepada KASN dengan tuduhan melanggar disiplin tatanan aturan ASN selaku Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta dan dinilai bertindak-tanduk radikal. Sebaliknya, tuduhan itu dinilai mengada-ada terhadap Don Syamsudin yang juga pernah menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005/2015.

“Apa yang dilakukan GAR ITB telah mencederai pribadi Din Syamsuddin, keluarganya dan warga Muhammadiyah. jadi, saya peringatkan kepada GAR ITB, kalian jangan coba-coba ganggu Prof Din,” tegas Razikin.

Dalam hari-hari berikutnya, dukungan moril terhadap Din Syamsudin terus mengalir, tak urung dari kalangan WNI keturunan China dan kalangan lain.

Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Philip K Widjaja menyayangkan, jika Din Syansudin dituding radikal. Menurut Philip mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu justru sosok yang mempromosikan moderasi beragama di tingkat lokal dan global.

“Bagaimana seorang yang diakui dunia, mempunyai kontribusi nyata dan konsisten selama puluhan tahun pada kerukunan dan perdamaian dunia, masih diragukan, masih disebut radikal?” kata Philip kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/2/2021).

Tak urung mantan komisioner Komnas HAM – Natalius Pigai angkat bicara melalui akun twitternya,@NataliusPigai2, Minggu (14/2-2021)

“Saya sangat kenal Prof Dr Din Syamsudin. Beliau tokoh yang toleran, egaliter, nasionalis dan intelektual Islam yang moderat. Jika ada yang menuduh Prof Din sebagai radikal maka tujuannya hanya untuk membenamkan ketajaman asa dan karakter sebagai pengawal kebinekaan dan Pancasila.,” kata Natalius melalui akun Twitternya tersebut. *BNTime

 Editor: Effendy Asmara Zola

(Visited 23 times, 1 visits today)

Comments are closed.