Penataan Wajah Kampung Arab Menjadi Kawasan Wisata Baru Kota Pontianak


[ A+ ] /[ A- ]

 

“Adalah sebuah perkampungan di Kota Pontianak, persisnya di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, yang sejak tempo doeloe dikenal dengan nama Kampung Arab atau biasa juga disebut sebagai Kampung Arab Bugis. Kampung ini sudah ada seiring dengan berwujudnya kota yang didirikan oleh Sultan Syarif Abdurakhman Alkadrie pada 249 tahun silam.”

KAWASAN kampung yang tadinya terkesan kumuh – hanya beberapa ratus meter dari Istana Qadriyah dan Mesjid Jamiq Sultan Syarif Abdurakhman Alqadrie itu, kini terlihat menampakan wajah baru. Parit yang membelah poros Gang Ikhwan, kekinian terlihat terawat dan tertata rapi.

Penataan kawasan yang banyak dihuni kalangan Habaib Ba’Alawi ini, merupakan bagian dari program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) melalui Balai Pengembangan Kawasan Permukiman Provinsi Kalimantan Barat.

Mengutip laman resmi Humas Pemkot Pontianak, Walikota Edi Rusdi Kamtono menyampaikan apresiasinya kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) “Corak Insang” Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur.

“Hasilnya dapat kita lihat sendiri dengan perubahan yang cukup signifikan dan sangat memungkinkan untuk dikembangkan sebagai wisata baru di Kota Pontianak,” ujarnya usai meresmikan Kampung Tua yang berlokasi di Kampung Arab, Sabtu (5/12-2020).

Ia menambahkan, program serupa tidak hanya difokuskan di kawasan tersebut, akan tetapi diperluas pada kawasan lainnya yang dinilai perlu dilakukan penataan. Penataan itu tetap mempertahankan ciri khas awal berdirinya Kota Pontianak.

“Bangunan-bangunan yang sudah berusia ratusan tahun juga akan dipertahankan menjadi kawasan yang lebih nyaman,” katanya.

Pihaknya akan menggali potensi-potensi untuk pengembangan secara berkelanjutan. Pengembangan tersebut tidak ditujukan pada satu kluster parsial saja, tetapi ada beberapa kluster yang terhubung oleh jalan dan parit.

“Semua memiliki potensi wisata jika dibuat semenarik dan sekreatif mungkin, masyarakat sekitar pun bisa merasakan manfaatnya dan orang akan tertarik untuk berkunjung,” ungkap walikota yang berlatarbelakang S-2 desainer teknik sipil itu.

Pemerintah Kota  Pontianak, menurut Edi,  sudah memetakan kawasan dan bangunan mana yang akan direstorasi supaya berdiri kembali dengan bentuk dan material yang sama. Tidak hanya itu, pihaknya juga mempersiapkan program bedah rumah, penataan lingkungan yang merupakan bagian dari Program Kotaku.

“Hal itu juga sebagai upaya Pemkot Pontianak dalam menghilangkan kawasan kumuh,” jelasnya.

Edi memaparkan, Pemkot Pontianak telah melaksanakan berbagai program pembangunan. Di tahun 2020 ini, pihaknya sudah membangun 550 jalan lingkungan dan 269 drainase lingkungan, rehab rumah tidak layak huni sebanyak 114 unit yang bersumber dari APBD dan 745 unit dari APBN. Kemudian PDAM Kota Pontianak juga telah memasang 2.492 unit sambungan bagi rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Ditambah lagi dengan kegiatan oleh Dinas PUPR untuk perbaikan jalan dan drainase, Dinas Lingkungan Hidup untuk pengelolaan persampahan,” pungkasnya.*BNTime

*Re-edit: Effendy Asmara Zola

(Visited 15 times, 1 visits today)

Comments are closed.