‘Duo F’ Kritik Keras Pembubaran FPI


FAHRI dan FADLI (Duo F) / Net
[ A+ ] /[ A- ]

 

“Pembubaran Front Pembela Islam (FPI) oleh pemerintah memantik beragam respons dari sejumlah tokoh politik nasional.”

SALAH-SATUNYA datang dari Politisi Gerindra, Fadli Zon dan Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah. Keduanya seringkali dijuluki dengan sebutan ‘Duo F’ karena memiliki inisial nama yang sama.

Fadli Zon menyebut, pembubaran FPI menunjukkan bahwa pemerintah menjalankan praktik otoritarianisme, Pasalnya, pembubaran itu dilakukan tanpa adanya pengadilan terhadap FPI.

 “Ini juga pembunuhan terhadap demokrasi dan telah menyelewengkan konstitusi,” ujarnya yang dikutip Kantor Berita RMOLJakarta di akun Twitter Fadli Zon, Rabu (30/12-2020).

Hal senada juga disampaikan Fahri Hamzah yang pernah berduet sebagai pimpinan DPR RI periode 2014-2019 bersama Fadli Zon. Ia menyoroti keputusan yang dibacakan Menkopolhukam, Mahfud MD dan sejumlah pejabat tinggi negara.

Fahri menyayangkan kalimat Mahfud MD setelah membacakan keterangan pers pembubaran FPI. Saat itu, kata Fahri, Mahfud tidak membuka ruang diskusi di hadapan awak media yang ada.

“Sayang sekali, orang-orang pintar itu tidak membuka ruang diskusi. Seolah kami semua sebagai rakyat pasti mengerti,” jelas Fahri Hamzah.

Tidak adanya ruang dialog itu mengindikasikan bahwa para pejabat negara tersebut lebih mementingkan kekuasaan daripada ilmu pengetahuan.

“Ini pengalaman bangsa kita, pengalaman agama dan juga umat manusia. Apa Pak Mahfud belum paham?” tandasnya. *BNTime (Rmol/EDITOR: DIKI TRIANTO)

(Visited 17 times, 1 visits today)

Comments are closed.