Waduh! Sejumlah Aktifis dan Satu Ulama Kritis Tahanan Polri Positif Covid-19, Fadli Zon: Siapa Tanggung Jawab?


Fadli Zon / net
[ A+ ] /[ A- ]

 

“Anggota DPR RI, Fadli Zon mengkritisi ikhwal  tersiarnya berita sosok ulama, Gus Nur,  dan Jumhur Hidayat serta lima aktivis lain yang terpapar virus corona di tahanan Bareskrim Polri.”

Kompas.com memberitakan, ada tujuh tahanan Bareskrim Polri yang dinyatakan positif Covid-19, yakni Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) – Jumhur  Hidayat, dan lima tahanan lainnya saar ini dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Terkait tahanan Bareskrim Polri yang dinyatakan  positip Covid-19 tersebut, anggota DPRRI dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon turut berkomentar.

Menurut Fadli Zon, beberapa waktu yang lalu, kepolisian membebaskan narapidana lantaran wabah Covid-19.

Namun belakangan ini malah menangkap aktivis dan ulama yang dianggap kritis.

Beberapa waktu lalu 30.000 narapidana dibebaskan karena wabah Covid. Belakangan ini malah menangkapi aktivitas dan ulama karena dianggap kritis,” kata Fadli Zon dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com, dari Twitter pribadinya @fadlizon, Senin, 16 November 2020.


FADLI ZON (Youtube: Fadli Zon Official)

@fadlizon

Bbrp waktu lalu 30.000 narapidana dibebaskan krn wabah Covid. Belakangan ini malah menangkapi para aktivis n ulama krn dianggap kritis. Siapa yg tanggung jawab mereka skrg tertular Covid-19? @mohmahfudmd @DivHumas_Polri @Kemenkumham_RI

 

Gus Nur, Jumhur Hidayat, dan 5 Tahanan Bareskrim Lainnya Positif Corona, Dirawat di RS Polri http://dlvr.it/RllygB

 

Fadli Zon  pun turut mempertanyakan nantinya siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Bahkan ia menyebutkan akun Twiter Menteri Koodinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI (Menko Polhukam), Mahfud MD.

Siapa yang tanggung jawab mereka sekarang tertular Covid-19? @mohmahfudmd, @DivHumas_Polri @Kemenkumham_RI,” tutur Fadli.

Namun hingga artikel ini ditayangkan, Mahfud MD, Polri, atau Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia belum memberikan tanggapannya.

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian RI mengatakan bahwa sejumlah tahanan di Bareskrim Polri dinyatakan positif covid-19 usai mengikuti tes swab pada Rabu, 11 November 2020.

Sebanyak tujuh tahanan Bareskrim Polri dinyatakan positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya adalah Jumhur Hidayat dan Gus Nur.

Semua tahanan Bareskrim Polri yang dinyatakan positif covid-19 telah dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kramatjati, Jakarta Timur.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono menyebut dari total tujuh nama tersebut, di antaranya ada tiga tahanan kasus perkara KAMI di Medan atas nama Juliana, Novita Zahara, dan Wahyu Rasasi Putri. Dua tahanan lainnya atas nama Kewa Siba dan Drelia Wangsih.

“Tindak Pidana Siber positip covid-19 yang diantarkan ke RS Bhayangkara Kramat Jati tadi sekitar pukul 20.15 WIB,” kata Irjen Argo.

“Jumhur Hidayat perkara KAMI di Jakarta dan Sugi Nur Rahardja perkara hate speech kepada Nahdlatul Ulama,” sambungnya.

Diketahui, Jumhur Hidayat ditangkap sebagai salah satu pihak yang disebut menjadi provokator dalam sejumlah aksi demonstrasi penolakan terhadap UU Cipta Kerja bersama beberapa anggota KAMI lainnya.

Sedangkan Gus Nur ditangkap usai dilaporkan terkait ucapannya yang dinilai menghina martabat Nahdlatul Ulama dalam kanal YouTube Refly Harun beberapa waktu lalu.  *BNTime/Tricom/PR   

editor: effendy asmara zola

 

(Visited 19 times, 1 visits today)

Comments are closed.