Terkait Dugaan Korupsi: Wakil Gubernur Kalbar (Ria Norsan) Diperiksa Polisi


Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan (Foto: Inews)
[ A+ ] /[ A- ]

 

“Wakil Gubernur Kalbar (Kalimantan Barat) – Ria  Norsan mengakui dirinya menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Kalbar terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Balai Pendidikan Pelatihan Transportasi Darat (BP2TD) di Kabupaten Mempawah.”

NAMUN dia menyebut  pemeriksaan dirinya dalam status sebagai saksi.

“Pada waktu  itu kan saya masih Bupati Mempawah,” kata Ria Norsan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Ditreskrimsus Polda Kalbar, Jumat (6/11-2020).

Diketahui sedikitnya ada 40 saksi telah diperiksa terkait kasus tersebut, seperti dikatakan oleh Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Donny Charles Go. Sementara Wagub Kalbar – Ria Norsan merupakan saksi baru lagi, karena dalam kasus proyek   yang mulai operasionil pada 2017 itu, Norsan masih menjabat Bupati Mempawah.

Ria Norsan mengaku, panggilan pertama untuk pemeriksaan dirinya sedianya pada 3 Oktober 2020, tapi karena kala itu kondisinya yang dinyatakan positif Covid-19 tanpa gejala, dirinya dalam karantina pribadi. Baru kali ini dapat memenuhi panggilan penyidik, Jumat (6/11-2020).

Sebegitu jauh belum ada yang ditahan atau ditetapkan sebagai tersangka, karena penyidik masih terus melakukan pendalaman.

Seperti diberitakan sebelumnya, di tengah suasana galau terkait Covid-19, para karyawan kantor Pekerjaan Umum & Penataan Ruang Kalbar di Jalan Ahmad Yani I Kota Pontianak, dikejutkan oleh kedatangan sejumlah anggota polisi baik berpakaian dinas maupun harian.

 Rombongankepolisian tersebut adalah tim penyidik Subdit Tipikor (tindak pidana korupsi) Ditreskrimsus Polda Kalbar, menggeledah dan menyegel kantor PUPR tersebut, dari lantai I hingga II Bidang Bina Marga. Dipimpin langsung oleh Dir.Reskrimsus Polda Kalbar – Kombes Juda Nusa Putra,  Rabu (30 September 2020) pagi.

Penggeledahan dan penyegelan juga dilakukan pada kantor PT Batu Alam Berkah  di Jalan M.Sohor –  Pontianak.

Baca Artikel terkait: Dugaan Korupsi Belasan Miliyar: Bermula dari Kecurigaan Wartawan, Penyidik Tipikor Polda Kalbar Gruduk Kantor PUPR

 

Tindakan itu dilakukan terkait dugaan korupsi dua proyek, BP2TD Mempawah – Kabupaten Mempawah dan proyek Jalan di Tebas, Kabupaten Sambas, bersumber dari dana APBD Kalbar Tahun Anggaran 2019 senilai Rp12 miliyar. Sejumlah dokumen yang diperkirakan sebagai barang bukti proyek terkait dugaan penyalahgunaan anggaran  juga disita.*BNTime

(Visited 10 times, 1 visits today)

Comments are closed.