Dugaan Korupsi Belasan Miliyar: Bermula dari Kecurigaan Wartawan, Penyidik Tipikor Polda Kalbar Gruduk Kantor PUPR


Proyek Jalan selalu berpotensi korupsi (ilustrasi)
[ A+ ] /[ A- ]

 

“Di tengah suasana galau terkait Covid-19, para karyawan kantor Pekerjaan Umum & Penataan Ruang Kalbar di Jalan Ahmad Yani I Kota Pontianak, dikejutkan oleh kedatangan sejumlah anggota polisi baik berpakaian dinas maupun harian. ”

ROMBONGAN kepolisian tersebut adalah tim penyidik Subdit Tipikor (tindak pidana korupsi) Ditreskrimsus Polda Kalbar, menggeledah dan menyegel kantor PUPR tersebut, dari lantai I hingga II Bidang Bina Marga. Dipimpin langsung oleh Dir.Reskrimsus Polda Kalbar – Kombes Juda Nusa Putra,  Rabu (30 September 2020) pagi.

Penggeledahan dan penyegelan juga dilakukan pada kantor PT Batu Alam Berkah  di Jalan M.Sohor –  Pontianak. Tindakan itu dilakukan terkait dugaan korupsi dua proyek, BP2TD Mempawah – Kabupaten Mempawah dan proyek Jalan di Tebas, Kabupaten Sambas, bersumber dari dana APBD Kalbar Tahun Anggaran 2019 senilai Rp12 miliyar. Sejumlah dokumen yang diperkirakan sebagai barang bukti proyek terkait dugaan penyalahgunaan anggaran  juga disita

Penggeledahan dan penyegelan itu menurut Kabid Humas Polda Kalbar – Kombes Donny Charles Go merupakan rangkaian tindak lanjut penyelidikan pada dugaan korupsi dimaksud.

Ada  10 saksi awal yang diperiksa terkait perusahaan pemenang tender, PT Batu Alam Berkah pimpinan Joni Isnaini. Sejauh ini belum diketahui siapa dan berapa orang yang jadi tersangka.

Sumber BNTime hanya menyebutkan, bahwa dugaan awal ada ‘pat gulipat’ dana APBD 2019 pada kedua proyek tersebut berawal dari kecurigaan wartawan. Kecurigaan bagaimana tidak disebutkan.

“Nanti kita beritahu,” katanya.

Kepala Dinas PUPR Kalbar – Ir.Bride Suryanus Alleronte, MT.MM belum berkomentar atas dugaan korupsi yang sudah ditangani pihak Polda Kalbar  sejak Maret 2020 itu. ***BNTime 

Editor: EAZ

(Visited 16 times, 1 visits today)

Comments are closed.