Tugas Makin Berat Hadapi Covid-19, Masyarakat Banyak Tak Peduli, Pekerja Kesehatan Mulai Undur Diri


dr.eva sri diana
[ A+ ] /[ A- ]

by: Ari / AKSI KATA

“Meningkatnya pasien akibat wabah Covid-19 makin memberatkan pekerja kesehatan di rumah sakit. Beban dan risiko yang tinggi tidak sebanding dengan pendapatan yang makin rendah, menyebabkan dokter dan tenaga kerja kesehatan mulai mengundurkan diri dari rumah-rumah sakit.”

HAL tersebut disampaikan olehKetua Umum Dokter Indonesia Bersatu (DIB), Dr Eva Sri Diana, Sp P kepada pers di Jakarta, awal September 2020.

“Alat pelindung diri yang kurang memadai, risiko kematian nakes akibat covid yang tinggi. Belum lagi pendapatan yang rendah, membuat mereka harus berpikir ulang untuk terus bekerja. Terutama mereka yang memang bukan pegawai negeri,” jelasnya.

Ia menyampaikan duka cita dan penyesalan yang mendalam atas korban dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang akhirnya mengorbankan nyawa dalam tugas melawan Covid di rumah-rumah sakit.

“Kami sangat menyesal sampai pagi ini sejawat kami dokter yang gugur dalam berjuang melawan wabah Covid-19 ini sudah mencapai angka seratus orang. Jujur ini membuat kami jadi maju mundur juga dalam perang wabah ini. Sebagai manusia, wajar kami punya rasa takut. Tapi rasa takut kami sering kalah dengan rasa kemanusiaan kami yang harus menolong sesama,” tegasnya.

Menurut Eva, setiap kematian tenaga kesehatan membuat perang batin pada setiap dokter. “Kami ingin lari, tapi tidak tega melihat pasien yang berharap pertolongan. Sumpah dokter, rasa kemanusiaan membuat kami terus menyoba bertahan, entah sampai kapan,” ujarnya.

Ia meminta dengan sangat agar Menkes Terawan perlu segera memberikan jalan keluar atas persoalan yang dihadapi dokter dan rumah-rumah sakit saat ini. * BNTime/AKA

(Visited 12 times, 1 visits today)

Comments are closed.