Tiga Kasus Penganiayaan Tokoh Islam, Salah Satunya Penusukan terhadap Syekh Ali Jabir


[ A+ ] /[ A- ]

“Dalam tiga bulan terakhir diketahui terjadi tiga kasus penganiayaan berat atau upaya pembunuhan terhadap tiga tokoh agama Islam di tempat yang berbeda. Terbaru seperti yang viral saat ini, adalah kasus penusukan terhadap ulama terkemuka Indonesia – Syekh Ali Jabir.”

PERISTIWA upaya menghabisi salah satu pendakwah terkemuka Indonesia – Syekh Ali Jabir, dengan menusukkan sebilah senjata tajam, cukup mengejutkan dan mengoyak perasaan umat Islam. Sebentar saja viral di medsos dan pemberitaan pers.

Terjadinya Minggu, (13 September 2020) sore sekitar jam 17.20 WIB sesaat pasca Syekh Ali Jabir  tausiyah di  Masjid Falhudin, Bandar Lampung. Tiba-tiba seorang pria muda tak dikenal sudah didekatnya dan menusukan senjata tajam yang secara replek dapat dielakan korban, sehingga cuma mengenai lengan kanan – namun cukup dalam. Terekam dalam video detik-detik orang tak dikenal itu juga beredar di media sosial.

Sementara banyak orang membekuk dan menghajar pelaku hingga babak belur, Syekh Ali dilarikan jamaah masjid ke Puskesmas terdekat. “Beliau cabut sendiri pisaunya, masih ada ujungnya yang tertinggal di lengan beliau,” ujar seorang yang membawanya.

“Alhamdulillah, Allah masih melindungi saya,” kata pendakwah bertubuh tingggi besar itu setelah dilakukan beberapa jahitan pada lukanya, sehingga ia sehat-sehat saja.

“Cukup dalam juga (tikaman pisaunya),” ujarnya. Sementara pelaku diamankan ke Polresta Bandar Lampung.

Syekh Ali Jabir sendiri merasa heran dan tak masuk diakal sosok muda sekecil pelaku bisa melakukan perbuatan beringas menusuk dirinya. Dia menduga ada yang menyuruh.

Penyidik di Kepolisian Polresta Bandar Lampung masih melakukan pendalaman, apakah benar  pelaku  Alpin Andria (24), seperti keterangan orangtuanya, M.Rudi, bahwa anaknya sudah 4 tahun belakangan mengalami gangguan jiwa.

“Tim penyidik berkeinginan untuk meminta keterangan dari saksi ahli,  mungkin dari rumah sakit jiwa di Provinsi Lampung di daerah Pesawaran,” kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arstad saat dihubungi, Minggu (13/9/2020).

Pelaku penusukan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, selalu memberikan keterangan yang berubah-ubah pada saat pemeriksaan, sehingga perlu pemeriksaan lebih mendalam.

“Yang bisa memberikan keterangan dia sakit jiwa atau tidak itu adalah ahli, harus ada tahapan pemeriksaan,” jelasnya.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung – Kompol Rezky Maulana,   pelaku Alpin Andria sudah ditetapkan sebagai tersangka pada saat pemeriksaan malam harinya setelah peristiwa.

Dua Peristiwa Sebelumnya

Dalam tiga bulan terakhir terjadi tiga kali percobaan pembuhunan terhadap pemuka agama Islam termasuk penyerangan terhadap Syekh Ali Jabir.

 Kali pertama, Imam Masjid Alfalah di Pekanbaru tiba-tiba diserang oleh seorang pria bersenjata tajam yang diduga salah satu jamaah masjid itu juga, Kamis (23 Juli 2020) malam, ba’da salat Isa. Saat itu Pak Imam, Yazid Nasution sedang membaca doa salat. Tiba-tiba dari balik ruang operator di depan samping kanan imam, muncul seorang pria dengan gerakan menyerang dengan pisau terhunus.

Pria tersebut berusaha menusukan pisaunya ke imam, namun dengan sigap Yazid mengelak dan menendang kaki penyerang, tapi coba melakukan penusukan kali kedua yang juga berhasil dielakan Pak Imam dan pelaku diamankan polisi.

Baca: (video) Imam Masjid Alfalah Ditusuk Penyerang Saat sedang Membaca Doa

Berikutnya, dua hari sebelum musibah yang menimpa Syekh Ali Jabir, terjadi penganiayaan terhadap Muhammad Arif (61), saat mengimami magrib di sebuah masjid di  Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Jumat (11 Sept 2020)

Tiba-tiba saja seorang yang belakangan disebutkan beritial M (49), dengan bersenjata tajam menyerang Muhammad Arif yang tengah menjadi imam shalat magrib. Korban dikabarkan menderita cukup parah akibat bacokan yang mengenai wajahnya. Sementara M yang melarikan diri berhasil ditangkap seorang anggota TNI dan warga yang mengepungnya, kemudian menyerahkan kepada pihak kepolisian.

Menurut keterangan kalangan jamaah masjid, antara Muhammad Arif dan M yang sehari-harinya pekerja bangunan saling kenal dan sama-sama pengurus masjid.

Keterangan sementara pelaku, M, ia tersinggung oleh kalimat ucapan Pak Imam Muhammad Arif  yang meminta kunci kotak amal masjid yang sudah 4 tahun jadi urusannya.

Setelah kejadian itulah, peristiwa yang menimpa  Syekh Ali Jabir. Ulama Indonesia asal Madinah itu, kini dikabarkan baik-baik saja. Bahkan tak lama setelah luka-lukanya dijahit, Minggu (13 Sept) malam, Syekh Ali sudah menyampaikan dakwahnya lagi. *BNTime

Editor: Effendy Asmara Zola

(Visited 35 times, 1 visits today)

Comments are closed.