Tak Pakai Masker, Pengguna Lalin di Pontianak Pilih Sanksi Sosial Daripada Denda Rp.200ribu


Ilustrasi; Lalu Lintas Jalan Imam Bonjol, Pontianak
[ A+ ] /[ A- ]

Laporan Kontributor: Laylani Laila

Editor: EAZ

“Ratusan pengguna lalu-lintas jalan kendaraan bermotor di Kota Pontianak, terjaring razia masker yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) kota ini, Selasa (8 September 2020).”

PADA dua titik lokasi razia di sekitar traffic light  Jalan Diponegoro/Agus Salim dan di persimpangan Jalan Sultan Abdurrakhman/Ahmad Yani, terjaring 23 pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan masker diantara ratusan lainnya yang terperangkap razia.

Menurut Kepala Dishub Pontianak, Utin Srilena Candramidi, disampaikan Humas Pemkot Pontianak, mereka yang terjaring lebih memilih sanksi sosial menyapu jalan 15 menit daripada denda Rp.200 ribu karena tak menggunakan masker

“Mereka langsung kita sanksi sosial dengan menyapu fasilitas umum selama limabelas menit,” ujarnya.

“Jika tidak mau dikenakan sanksi sosial atau denda uang, patuhilah aturannya,” tegas Utin.

Utin mengimbau masyarakat pengguna jalan untuk selalu mengenakan masker saat berkendaraan. Menurut Utin  pihaknya secara rutin akan memonitor penggunaan masker bagi para pengguna jalan. Tindakan tegas akan diberikan terhadap mereka yang kedapatan tidak mengenakan masker saat berada di jalan, sesuai Perwa No.58/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum terhadap Protokol Kesehatan.

Sementara itu Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menjelaskan, Perwa tersebut merupakan turunan Inpres dan Peraturan Gubernur Nomor 101 tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Dalam peraturan tersebut sanksi yang akan diberikan kepada pelanggar protokol kesehatan yakni peringatan, kerja sosial seperti menyapu, serta denda Rp200 ribu. Hal tersebut juga tertuang dalam Perwa dan diberlakukan kepada pengguna jalan.

“Bagi pengendara yang tidak menggunakan masker akan diberikan sanksi sosial,” ujarnya.

Dalam pantauan BNTime, mereka yang tidak mengenakan masker umumnya kelupaan, masker tertinggal di rumah, untuk balik lagi sudah jauh. Untuk beli lagi belum sampai tempat penjualan masker, sudah kena razia. Jadi tidak ada unsur sengaja atau lalai. Mereka pun kebanyakan tidak tahu tentang adanya sanksi atau Perwa dimaksud.*BNTime

(Visited 22 times, 1 visits today)

Comments are closed.