Puluhan Pegawai KPK Berhenti, termasuk Juru Bicaranya. ICW: KPK Hancur oleh Revisi UU-nya


Febri Dianstah Tinggalkan KPK
[ A+ ] /[ A- ]

 

“Sejak KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) diketuai oleh Firli Bahuri,  sampai dengan September 2020 tercatat puluhan pegawainya  undur diri. Ada apa?”

TOTAL ada 31 pegawai yang hengkang, termasuk juru bicaranya – Febri Diansyah. Kejadian mengejutkan di lembaga anti rasuah ini membuat penasaran dan menimbulkan tanda tanya banyak pihak.

Pelaksana tugas (Plt) Jubir KPK – Ali Fikri, Sabu (26 September 2020) memberikan jawaban, bahwa  itu merupakan hal wajar terjadi  di suatu organisasi atau lembaga, tak terkecuali di KPK. Dikatakan, pihaknya tidak dapat menahan pegawai yang mungkin ingin mengembangkan karier di luar KPK. Dia pun mengakui  alasan pengunduran diri sebenarnya  beragam.

Menurut Ali, berdasarkan catatan KPK, bukan baru kali ini para pegawai KPK mengundurkan diri, ratusan pegawai juga mengundurkan diri, baik pegawai tetap maupun pegawai tidak tetap.

Dalam  periode 2016-2020, tercatat 46 pegawai mengundurkan diri pada 2016. Pada tahun 2017 ada 26 pegawai, 2018 sebanyak 31 pegawai,  2019 sebanyak 23 pegawai. Total, 157 pegawai mengundurkan diri selama periode 2016-2020.

Sebelumnya, Jumat  (25 Sept), Wakil Ketua KPK – Nawawi Pomolango menyampaikan, sepanjang Januari-September 2020 sebanyak 37 pegawai KPK mengundurkan diri. Mereka 29 pegawai tetap dan 8 pegawai tidak tetap atau honorer.dengan alasan beragam, kebanyakan  karena ingin mencari tantangan baru di tempat lain atau alasan keluarga.

Namun tidak demikian alasan yang diungkapkan Kepala Biro Humas KPK atau Juru Bicara KPK Febri Diansyah, sepekan sebelumnya  telah memutuskan mundur dari KPK per/surat ke Sekjen KPK 18 September 2020.

Alasan sang mantan Juru Bicara KPK, hasil perundingan dengan teman-teman, mundur karena kondisi politik dan hukum lembaga antirasuah itu saat ini sudah banyak berubah,  tidak sesuai lagi dengan semangat independensi sebagai lembaga pemberantas korupsi.

“Kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK. Setelah menjalani situasi baru tersebut selama sekitar sebelas bulan, saya memutuskan jalan ini, memilih untuk mengajukan pengunduran diri dari institusi yang sangat saya cintai, KPK,” ungkapnya.

Banyak pihak terkejut dan menyayangkan langkah yang diambil Febri tersebut. Mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan misalnya, mundurnya orang-orang terbaik KPK seperti Febri, membuktikan bahwa pemerintah tak bersungguh-sungguh dalam hal pemberantasan korupsi.

Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai wajar banyak pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengundurkan diri. Hal itu disebabkan oleh KPK yang berubah. “Kondisi kelembagaan KPK memang tidak seperti sedia kala,” kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana, Jumat, 25 September 2020.

Kurnia mengatakan dulu KPK banyak prestasi. Namun, prestasi itu berubah menjadi kontroversi semenjak Firli Bahuri menjabat.

Komjen  Drs. Firli Bahuri, M.Si. menduduki kursi jabatan Ketua KPK untuk priode 2019-2023.

Selain itu, kata dia, revisi UU KPK juga telah menghancurkan kewenangan lembaga antirasuah tersebut. “Jika saja orang yang terbukti melanggar kode etik tidak terpilih menjadi pimpinan dan UU KPK lama masih berlaku, sudah pasti tidak akan ada pegawai KPK yang mengundurkan diri,” ujar Kurnia. ***BNTime

(Visited 28 times, 1 visits today)

Comments are closed.