PA 212 Minta Pemerintah Cabut Program Sertipikasi Dai: Buat Gaduh dan Meresahkan Umat Islam  


Menteri Agama Fachrul Razi (suaramuslimnet)
[ A+ ] /[ A- ]

“ Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan, bahwa program dai/penceramah bersertifikat segera digulirkan dalam waktu dekat. Ia menegaskan program tersebut sudah dibahas oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin.”

MENURUT Menag, hal tersebut sudah dibahas bersama dalam rapat dengan Wapres.

“Kemenag pada tri wulan ketiga ini akan punya program dai bersertifikat. Ini sudah dibahas bersama dalam rapat dengan Wapres,” kata Fachrul dalam keterangannya dikutip dalam situs Kemenag, Kamis (13/8-2020).

Menanggapi sertifikat ini, tokoh Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin mengatakan, sertifikat dai akan membuat gaduh dan meresahkan umat Islam. Hal ini berbahaya, karena akan membuat para dai atau mubaligh terkotak-kotak, bahkan bisa saling berhadap-hadapan. Hal ini akan mengadu-domba anak bangsa,” kata Novel.

Novel mengemukakan, PA 212 menolak dengan tegas dai bersitifikat karena menjadi ajang adu domba para dai’atau mubaligh yang sangat berakibat fatal bagi keutuhan bangsa.

“Dai atau mubaligh bersertifikat jelas adalah menjadikan seburuk buruknya Dai’/mubaligh bahkan ulama karena terkekang akan penyampaian yang benar padahal prinsip karakter dai’ adalah ” sampaikanlah yg benar walaupun pahit,” ujar Novel.

Dikatakannya, hakikat dai adalah oposisi dari penguasa yang akan selalu  mengkritisi dan mengontrol jalannya kekuasaan, agar tidak semena mena kepada rakyatnya dan juga tidak menyimpang dari agama.

“Kami meminta kepada Kemenag untuk menghentikan program sertifikasi dai yang menyandra eksitensi dakwah yang sebenarnya dan seharusnya,” ujar Novel.          *BNTime/hunter

Re-edit:effendyasmarazola

(Visited 21 times, 1 visits today)

Comments are closed.