Hallo Polisi!! Ini Sudah Sangat Keterlaluan: Tuhan Didiskon dan Disebut Gila Hormat, Nabi Muhmmad Dikatai Gila Kekuasaan


Muhammad Amin di Penistaan Islam
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

Narasi: Mestinya polisi sudah bertindak, ini delik murni bukan delik aduan. Jangan sampai massa Islam hilang kesabaran turun bergerak mencari dan bertindak sendiri, polisi juga yang bakalan repot nantinya. Jangan sudah terantuk baru tengadah.

“Pemilik akun face-book yang memakai nama muslim, Muhammad Amin, benar-benar dajjal. Tak cuma satu – dua postingannya menista Islam dan mengadu domba dengan agama lain. Tak bisa dibiarkan, bikin dia besar kepala.”

DIANTARA salah satu postingan sebelumnya Muhammad Amin (MA), memprovokasi muslimah untuk melepas jilbab…. ‘jangan mau dikadalin lelaki’, tulisnya.

Baca: Awas ! Penista Agama Berkeliaran, Pakai Nama Muslim Bikin Gerakan Lepas Jilbab

Dalam penelusuran jejak digital yang dilakukan oleh BNTime, akun FB yang tak jelas identitas dirinya, MA nampaknya memang gemar menista agama Islam dengan beragam postingannya, mirip dengan kegemaran twitan pak tua Apollinaris Darmawan di Jawa Barat yang sudah resmi jadi tersangka.

MA menayangkan meme yang baginya lucu, padahal menusuk ulu hati umat beragama khususnya Islam. “Dijual: Tuhan, Diskon 99,9%”, begitu ditampilkannya dengan nama jelasnya Muhammad Amin.

Di bagian lain akun FB-nya, MA memposting tulisan:

Di jantungnya Jawa, dimana dulu Medang/Mataram Kuno abad 7-10 dengan megahnya membangun peradaban, dengan upaya perdamaian, sinkretisme Hindu-Budha-Kejawen yang menghasilkan Palaosan, Borobudur, Prambanan, kompleks istana Ratu Boko Raja Hindu Rakai Pikatan dan Ratu Budha Pramodhawardani meletakkan dasar toleransi di tanah Jawa, sekaligus melanglang dengan kapal-kapal Jung Jawa yang sudah terkenal sampai di catatan kekaisaran Cina di abad 2, yang terpatri indah di relief Borobudur.

-Dia nampak pandai mempermainkan provokasinya untuk mempengaruhi pikiran pembaca (hati-hati, Red.), terlihat pada alenia atau paragraph ke-2 dan 3 postingannya begini:

Lalu lihatlah jantung Jawa itu sekarang, Islam telah menggerogotinya seperti tikus pengerat yang ganas. Jogja telah dipenuhi ajaran gurun yang intoleran  bahkan di masjid sekitar istana raja. Solo menjadi pusat radikalisme Islam yang dengan bangga menghancurkan budaya dan bahkan bangsa.

Jawa sudah hilang Jawanya, menghamba pada Tuhan asing Allah yang gila hormat, nabi asing Muhammad yang gila kuasa, dan ide-ide surge yang mirip pelacuran yang diidamkan dengan menjijikkan. Oh alangkah malangnya Jawa.

 “Yang jelas untuk saat ini budaya kita adalah KORUPSI”, tulis Joko Budi II dalam komentarnya.

“Percuma ngomong orang kayak begini, Astarfirullh waladziim  Lailaha illahu wal hayyulqayum wa atuwbuu illahi. Semoga hanya dia saja yg dimatikan hatinya seperti ini, semoga kita terhindar dari hal2 seperti ini”, tulis komentar Lhia LheeSsit.

“PKI sedang kolaborasi cr teman tuk serang umat Islam, ayo rapatkan barisan tuk ganyang PKI laknatullah ini”, komentar Ali Aziz Azizi.

“Kita tunggu masuk bui dan menangisnya yaa, semoga Allah melaknatmu di dunia dan di akherat!!” komentar Imam Nurcholish.

“Penyembah iblis .…Anjing pngecut”, komen Zurya Tisma Tuna.

“BANGSAT LU JAMUR JAMBAN…..”. komen Ananda Ronggolwe.

“Smg FPI menemui lo secepatnya”, tulis komen Ilham Al Haitami.

Itu hanya beberapa dari ribuan komentar dari dalam dan luar pengikut akun latent Muhammad Amin, tak satu pun yang mendukung postingan hujatannya terhadap Islam tersebut. Bagaimana Pak Polisi?! *BNTime

(Visited 33 times, 1 visits today)

Comments are closed.