Tak Meleset, Dugaan IPW: Licinnya Koruptor Kakap Djoko Tjandra Tak Cuma Permainan Individu Brigjen Polisi itu


Ilustrasi: Inilah Wajah Djoko Tjandra yang beredar saat ini.
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ utk perbesar huruf di atas)

 

Editor: Effendy Asmara Zola

“Geger licinnya ‘sang belut’ koruptor kelas kakap Djoko Tjandra keluar masuk lubang persembunyiannya, tak cuma oleh permainan individu Brigjen (Pol) aktif Prasetya, tapi adanya suatu persekongkolan.”

SEPERTI diberitakan sebelumnya, mulusnya lalu-lalang buronan kelas kakap Kejaksaan Agung Djoko Tjandra di Indonesia, diakui pihak Mabes Polri gara-gara pelanggaran individu Brigjen Prasetiyo Utomo. Kepada yang bersangkutan pun sudah dilakukan tindakan tegas berupa tindakan pencopotan dari jabatannya. Karo Koordinasi dan Pengawasan  PPNS Bareskrim Polri ini pun, bahkan dilakukan penahanan untuk 14 hari ke depan guna pendalaman Kadiv Propam Polri.

*Baca artikel terkait: Saktinya “Pendekar Mabuk” asal Sanggau – Kalbar ini, Bikin seorang Lurah dan Seorang Brigjen Polisi Tercampak  

Namun Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menduga licinnya sang ‘pendekar mabuk’ asal Kab.Sanggau-Kalbar itu, bukan cuma permainan tunggal Brigjen PU, tapi adanya persekongkolan jahat. Maka Neta menyebut nama Brigjen (Pol) NW yang bukan lain adalah Nugroho Slamet Wibowo, Sekretaris NBC Interpol  juga mesti dicopot.

Hal itu pun tak luput dari sikap Kapolri Komjen Idham Aziz memerintahkan kepada Kadiv Propam Polri mendalami siapa-siapa saja yang bermain dan intitusi mana saja yang terlibat.

Tak cuma ‘surat sakti’ perjalanan si Ahui (Djoko Tjandra) terbang dari Jakarta – Pontianak, tapi Karopenmas Divisi Humas Polri – Brigjen Awi Setiyono mengatakan, Jumat (17 Juli 2020), Brigjen PU diduga menyiapkan orang lain yang mirip Djoko Tjandra untuk diperiksa dokter dari Dokes Polri, agar dibuatkan keterangan guna dikeluarkan Surat Bebas virus Corona.

Terkait penghapusan nama Djoko Tjandra dari red notice yang ditandatangni oleh Sekretaris NBC Interpol, Brigjen NSW, Kadiv Humas Polri – Irjen Argo Yuwono mengatakan, bukan penghapusan nama, tapi pemberitahuan terhapusnya nama Djoko Tjandra karena sistem (delete otomtical) setelah 5 tahun, maka Djoko Tjandra masuk DPO, Daftar Pencrian Orang, sampai akhirnya tersiar kabar Djoko Tjandra muncul beberapa waktu jadi ‘pendekar mabuk’ di tanah air lalu menghilang lagi. Konon kini bertahan di Malaysia.*BNTime

(Visited 12 times, 1 visits today)

Comments are closed.