Beginilah Wajah Gedung TPQ Darul Muttaqien nanti


Melongok Lokasi Rencana Gedung TPQ Darul Muttaqien
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

“Gedung Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang tengah dikerjakan pembangunannya, bukanlah merupakan pembangunan ulang atau rehab atas bangunan yang sudah ada, tapi bangunan baru yang merupakan unit dari bangunan utama, Masjid Darul Muttaqien.”

BANGUNAN dimaksud lokasinya hanya bersebelahan jalan Gang Risa selebar lk. 2 meter dari masjid yang menghadap ke Jalan Tabrani Akhmad, sementara bangunan lama menyatu dengan lahan berdirinya masjid yang selama ini dikenal sebagai TPA (taman pendidikan al-qur’an), bersebelahan dengan jalan Gang Reformasi. Jadi masjid Darul Muttaqien berdiri di antara Gang Risa dan Gang Reformasi di Jalan Tabrani Akhmad, Kecamatan Pontianak Barat.

Dipakainya istilah atau sebutan TPQ (taman pendidikan qur’an) yang sedang dibangun, karena TPA lebih popular identik sebagai Tempat  Pembuangan Akhir sampah.

Gedung TPQ yang tengah dikerjakan dalam hampir lima bulan terakhir  seluas 16 x 12 meter,  dirancang dua tingkat atau berlantai tiga termasuk lantai dasar di atas tanah seluas 20 kali 14 meter.

Menurut H.Eko Dharmawan, sekretaris panitia pembangunan TPQ – DM (Darul Muttaqien), ketua panitia pembangunan gedung ini DR.Firdaus Zar’in, Spd, Msi yang juga ketua baru masjid DM yang belum lama ini dilantik, sehari-harinya Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak.

H Eko Dharmawan di lokasi proyek  TPQ DM

Dalam hampir lima bulan belakangan menurut H.Eko, baru terkumpul dana sekitar Rp.200 juta, infaq para jamaah masjid DM. Sedangkan untuk penyelesaiannya diperhitungkan akan menelan dana Rp.2miliyar dengan target waktu 2 tahun selesai.

Namun menurut H.Eko pula, sejak peletakan batu pertama oleh Walikota H.Edi Rusdi Kamtono tahun lalu, pada Februari 2019, internal panitia vakum 6 bulan, salah satunya masalah pendanaan.

Baca artikel terkait:

Melongok Lokasi Rencana Gedung TPQ Darul Muttaqien

Berikutnya setelah  konsolidasi, dibulatkan tekat memulai pembangunan pada Februari lalu. Tahu-tahu terkendala pula oleh ketentuan pemerintah hal social distancing, PSPB dan sebagainya terkait virus corona atau covid-19.

“Sehingga dengan dana duaratusan juta sampai dengan laporan kami bulan lalu (Juni, Red.) seperti terlihat sekarang, baru dapat dikerjakan sekitar sepuluh persen.  Saya agak ragu target sisa waktu satu setengah tahun berjalan bangunan ini bisa terselesaikan, karena masih dibutuhkan dana cukup banyak, sekitar satu miliyar delapanratus juta rupiah lagi”, papar H.Eko Dharmawan kepada BNTime di lokasi proyek, kemarin.

“Beruntung pengejaan proyek ibadah ini oleh swadaya salah seorang jamaah masjid kita juga, Salahudin, wakil bendahara pengurus masjid DM ini”, tutur H.Eko, yang dimaksud adalah direktur CV. Laskar Pelangi warga Gang Risa tak jauh dari masjid DM.

Mudah-mudahan, tambah H.Eko, kendala-kendala untuk hasrat dan niat menjadikan Darul Mutaqien sebagai Islamic Center Pontianak Barat ini, dapat terpecahkan dalam Rapat Kerja Pengurus Baru 2020-2023 yang akan diselenggarakan sebentar lagi di masjid.

“Doakan saja, fstabiqul khairatlah”, ujarnya.

Rapat kerja dimaksud diharapkan dapat dihadiri full pengurus inti dan seksi-seksi 40 orang dan jamaah yang sempat, serta Ketua Yayasan masjid DM, Ir.Mulyadi Sukir, MT untuk membuka dan pengarahan.

Diharapkan juga pada Raker yang akan diselenggarakan pada Sabtu (25 Juli 2020) pagi/siang ini, Camat Pontianak Barat dan Kakan Kemenag Kota Pontianak hadir untuk menyampaikan kata sambutannya. *BNTime

(Visited 34 times, 1 visits today)

Comments are closed.