Kasus Demosi Pegawai PDAM Pontianak, Yuniarti: Biarlah Saya Banding ke Tuhan Saja


Yuniarti dan Penasihat Hukumnya, Andry Hudaya (dok:BNTime)
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

“Seperti diberitakan terdahulu, Advokat Andry Hudaya Wijaya, penasihat hukum Yuniarti yang menggugat atasannya, Direktur PDAM Tirta Khatulistiwa – Pontianak, menyayangkan sikap kliennya yang mengabaikan hak hukumnya tidak mau banding ke Pengadilan Tinggi PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara.”

PADAHAL peluang itu pun sudah diberikan oleh ketua Majelis Hakim PTUN Pontianak, Akhdiat Sastradiharjo sesaat sebelum mengetukan palu vonisnya, karena proses persidangan berakhir dengan putusan NO alias tidak bisa diterima, bukan ditolak.

*Baca artikel terkait: Disayangkan, Penggugat Tidak Menggunakan Hak Upaya Hukumnya Dizalimi Direksi PDAM Pontianak, Pengacara: Kasihan Bu Yuni

Ketika hal tersebut ditanyakan langsung kepada Yuniarti, dia  menjawab dengan kalimat berselubung dan bersayap, “sudahlah, ndak apa-apa”.

Dikonfirmasi, bahwa untuk proses upaya hukum dan lainnya, bukankah penasihat hukumnya sudah menyiapkan segala bantahan secara cuma-cuma alias gratis, Yuniarti membenarkan.

“Ndak apa-apalah, biar saya banding ke Tuhan, Allah SWT saja. Jelek-jelek, kami ini keluarga guru, ibu saya masih guru aktif. Saya patuh pada ibu saya”, tuturnya.

“Jadi akhirnya Bu Yuni ndak percaya lagi pada hukum?”

“Ndak juga begitu”, tutupnya tak mau melanjutkan.

Jawaban yang menohok buat Direksi PDAM ‘Tirta Khatulistiwa’ dari Yuniarti yang Sarjana Muda Pendidikan Bahasa Inggeris dan S-1 Ekonomi Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak itu, cukup bagi BNTime untuk menghentikan konfirmasi lebih mendalam.

Sebelumnya, Andry Hudaya – penasihat hukum Yuniarti mengatakan, “saya siap mendampingi terus demi alasan hukum dan keadilan, kalau ada alasan-alasan lain yang sifatnya non yuridis, ya mau apa lagi. Cuma kasihan saja SDM sebagus dia (Yuniarti) dikerjain lingkungan atasannya sendiri,” kata Andry Hudaya.* BNTime

(Visited 17 times, 1 visits today)

Comments are closed.