Gubernur Kalbar minta Warkop Cegah Keramaian, Warkop Paraboss Kena Batunya


Razia Masker dan Kerumunan di Warung Kopi, Saat di Warkop Paraboss, Kamis 4/5-20.
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

“Untuk menyegah penyebaran atau memutus mata rantai penularan wabah Covid-19, Gubernur Kalbar – H.Sutarmidji minta para pengelola warung kopi (warkop) yang telah membuka usahanya untuk menghindarkan keramaian dengan mematuhi protokol kesehatan yang umumnya sudah diketahui bersama.”

MENURUNNYA kasus Corona atau Covid-19 di Kalimantan Barat dan ‘kelonggaran’ yang diam-diam ‘diberikan’ oleh Pemprov Kalbar maupun Pemkot Pontianak, ternyata tidak digunakan dengan baik oleh masyarakat, dalam hal ini pengelola warung kopi yang ratusan jumlahnya di kota Pontianak, ribuan di 13 kabupaten/kota di Kalbar.

Banyak diantara mereka (warkop) atau rumah makan yang tidak menaati protokol kesehatan, seperti tidak menyediakan air kran cuci tangan, tidak menegur pengunjung yang tidak memakai masker, tidak membuat jarak antara bangku/meja pengunjung satu dengan yang lain (pshycal distancing), sehingga keramaian tetap berlangsung seperti biasa (non social distancing).

Minal Aidin wal Faidin – Mohon Maaf Lahir & Batin

Sutarmidji mengakui, Pemrov Kalbar selama ini tidak pernah melakukan lockdown (kuncitara) atau pengucilan satu dengan lain, juga tidak dengan PSBB (pembatasan sosial bersekala besar), namun mestinya masyarakat bisa menjaga diri untuk kesehatan mereka sendiri dengan mematuhi protokol kesehatan tersebut. Malah kumpul-kumpul ramai di warkop jelang kondisional new normal.

Minal Aidin wal Faidin – Mohon Maaf Lahir & Batin

Seperti yang disaksikan oleh BNTime, Kamis (4 Juni 2020) pagi. Serombongan aparat kepolisian dan Satpol PP Pemkot Pontianak memberi peringatan keras kepada pengelola Warkop Paraboss di Jalan Hijas, Pontianak Selatan. Pengunjung ramai duduk tak berjarak sebagaimana petunjuk protokok kesehatan. Dari dalam bangunan warkop yang berbentuk Ruko, para pengopi luber sampai ke bagian depan yang diperluas dengan knopi.

Banyaknya mobil dinas aparat di depan warung kopi itu, menjadi tontonan orang ramai yang lalu lalang dengan sepedamotor mereka.

Kepada pengelola salah satu warkop yang selalu ramai itu diberikan banner Kawasan Bermasker dan Cuci Tangan, dan diminta untuk menyatakan kepatuhan pada aturan atau protokol kesehatan.

“Kami sudah kena sebelum bulan puasa yang lalu, modul wifi kami disita, tapi sudah kami ambil kembali di kantor Satpol PP dengan tebusan (denda) Rp.500 ribu”, ujar seorang pengelola warkop lain yang ikut menonton razia di warkop Paraboss itu. Bandel?

Untuk menjaga dampak yang tidak diingini, Gubernur Kalbar yang mantan walikota Pontianak dua priode itu, minta pengelola atau pengusaha warkop menyediakan CCTV yang bisa diakses walikota Pontianak. “Jadi kalau bandel, cuma mau untung sendiri tanpa memperhatikan dampak kondisi orang banyak, bisa ditegur langsung. Terkait sanksi, tergantung walikota”, ujar Sutarmidji.*BNTime

(Visited 22 times, 1 visits today)

Comments are closed.