Aksi Tolak RUU HIP dan Tangkap Inisiatornya, Berhentikan Presiden Jokowi serta Hentikan Kriminalisasi Habaib dan Ulama


Aksi Tolak RUU HIP di depan Gedung DPR/ MPR, Rabu ,24 Juni 2020 (Ist)
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

 

“Ribuan massa menyemut di depan gedung DPR/MPR RI di Jakarta dalam  aksi unjuk rasa menolak RUU HIP (Haluan ideologi Pancasila), Rabu (24 Juni 2020) petang. Mereka terdiri antara lain dari sejumlah ormas Islam seperti FPI, PA 212, dan GNPF, tergabung dalam Aliansi Nasional Anti-Komunis (Anak NKRI).”

INTINYA mereka Menolak RUU HIP yang tidak menyantumkan TAP MPRS No.25/1966 tentang Pembubaran PKI  yang dinilai akan memberi napas baru bagi ideologi komunis.

Ada empat point tuntutan yang disampaikan orator aksi Edi Mulyadi, salah satu point : hentikan Jokowi dari jabatan Presiden.

Pertama, massa aksi Menuntut RUU HIP dibatalkan bukan ditunda.

Kedua, tangkap inisiator RUU HIP karena mencoba menghidupkan kembali ajaran komunisme

Ketiga, menuntut MPR RI menggelar sidang istimewa untuk memberhentikan Presiden Jokowi, karena Jokowi telah memberikan ruang untuk bangkitnya kembali PKI di Indonesia.

“Kita tidak makar saudara, kita juga tidak mengkudeta karena kita meminta MPR untuk menggelar sidang istimewa, kita tidak sedang menggulingkan pemerintah,” seru Edi.

Keempat, mendesak pemerintah dan aparat untuk menghentikan kriminalisasi ulama, habaib, tokoh agama yg bersebrangan dengan penguasa.

“Selama ini telah terjadi kezaliman dan ketidakadilan yang luar biasa, dengan tujuan memberangus lawan politik penguasa, maka kita meminta aparat keamanan hentikan kriminalisasi ulama,” pungkasnya.* BNTime

(Visited 12 times, 1 visits today)

Comments are closed.