WHO Nyatakan Benua Amerika Episentrum Baru Corona, Kini Belum Saatnya Negara-negara Melonggarkan Pembatasan


Ilustrasi: Saat penyemprotan Disinfektan di sekolahan di Jakarta pertengahan Maret 2020 (Foto:AksiKata/Kuncoro Widyo Rumpoko)
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk Perbesar Huruf)

 

“Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Benua Amerika kini telah menjadi episentrum baru pandemi virus corona (Covid-19). Hal itu diumumkan WHO pada konferensi pers yang digelar pada Selasa (26/5/2020).”

PERNYATAAN badan PBB itu muncul pada saat penelitian di Amerika Serikat memprediksikan lonjakan kematian akibat wabah corona di Brasil dan negara-negara Amerika Latin lainnya berlangsung hingga Agustus

“Kini belum saatnya negara-negara melonggarkan pembatasan,” kata Direktur WHO untuk Amerika sekaligus pimpinan Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO), Carissa Etienne, melalui konferensi video yang dikutip Reuters, Rabu (27/5/2020).

Benua Amerika mencatatkan lebih dari 2,4 juta kasus infeksi virus corona dengan lebih dari 143.000 kematian di antaranya. Amerika Latin kini telah melampaui Eropa dan Amerika Serikat dalam lonjakan infeksi harian.

Minal Aidin wal Faidin – Mohon Maaf Lahir & Batin

“Kawasan kami menjadi episentrum pandemi Covid-19,” kata Etienne. Sementara, direktur PAHO lainnya memperingatkan, Amerika Latin akan dan sedang menghadapi minggu-minggu yang sangat berat. Khusus untuk Brasil, kata dia, jalan yang harus ditempuh masih panjang sebelum negara itu menyaksikan pandemi berakhir.

Minal Aidin wal Faidin – Mohon Maaf Lahir & Batin

Dia mengungkapkan, yang juga menjadi kekhawatiran para pejabat WHO saat ini adalah percepatan wabah corona di Peru, Chile, El Salvador, Guatemala, dan Nikaragua.

Tingkat kematian harian Covid-19 di Brasil menjadi yang tertinggi di dunia pada Senin (25/5/2020) kemarin. Satu studi di Universitas Washington pun memperingatkan bahwa total kematian negara itu bisa melonjak lima kali lipat menjadi 125.000 hingga awal Agustus.

Perkiraan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di universitas tersebut muncul bersamaan dengan seruan agar penguncian (lokcdown) diberlakukan, langkah yang ditentang oleh Presiden Brasil Jair Bolsonaro.

Menurut IHME, prediksi data kematian Covid-19 saat ini di Peru totalnya hampir 20.000 kasus hingga Agustus. Gambaran itu mengindikasi tingginya permintaan pasokan tempat tidur unit perawatan intensif (ICU).

Biasakan menyuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas

Perkiraan IHME terbaru juga melihat kenaikan kematian menjadi hampir 12.000 jiwa di Cile, 7.000 jiwa di Meksiko, 6.000 jiwa di Ekuador, 5.500 jiwa di Argentina, dan 4.500 jiwa di Kolombia hingga Agustus.

Satu negara di kawasan tersebut yang cukup baik melawan Covid-19 adalah Kuba. IHME memprediksikan di Kuba hanya ada 82 kematian hingga Agustus saat pengujian terus dilancarkan untuk memerangi wabah. *BNTime/iNews

(Visited 13 times, 1 visits today)

Comments are closed.